SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 12 September 2026, Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, telah mengungkapkan penghargaan yang mendalam terhadap dukungan yang diberikan oleh suporter setia mereka, Bonek. Aksi sosial ini khususnya tercermin dalam upaya penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam situasi yang cukup sulit ini, Bonek, melalui tim relawan mereka yang dikenal sebagai Bonek Disaster Response Team 27 (BDRT 27), aktif melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan yang layak untuk dicontoh.
Tindakan solidaritas yang ditunjukkan oleh para suporter Bonek mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang kuat di para pendukung Persebaya. Dalam menghadapi bencana alam yang telah menyebabkan banyak kesulitan bagi masyarakat NTT, kehadiran BDRT 27 memberikan harapan baru bagi para korban yang membutuhkan. Upaya penggalangan dana yang dilakukan mencakup beberapa kegiatan, seperti konser amal, pengumpulan sumbangan, dan berbagai jenis aktivitas lainnya yang melibatkan masyarakat luas.
Bernardo Tavares menyatakan bahwa dukungan dari Bonek tidak hanya berfokus pada tim sepak bola, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan yang lebih luas. Ia menekankan bahwa solidaritas ini memperkuat ikatan tim dan suporter, serta menambah arti dari setiap kemenangan yang diraih di lapangan. Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Bonek menunjukkan bahwa cinta terhadap klub tidak hanya diukur dari suara sorakan di stadion, tetapi juga dengan kepedulian terhadap sesama di luar arena. Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, Bonek telah menunjukkan bahwa mereka adalah lebih dari sekedar suporter; mereka adalah bagian penting dari komunitas yang lebih besar.
Menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta, tim Persebaya Surabaya, di bawah arahan pelatih Tavares, menetapkan harapan yang tinggi untuk meraih kemenangan. Target yang jelas dicanangkan oleh pelatih adalah mendapatkan tiga poin dalam laga tersebut. Poin ini tidak hanya penting untuk klasemen liga, tetapi juga sebagai bentuk balas jasa kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian serta dukungan yang tiada henti terhadap tim.
Kemenangan ini memiliki makna yang lebih dalam, karena Tavares menekankan bahwa hasil positif yang diraih Persebaya juga dimaksudkan untuk menyampaikan dukungan kepada para korban bencana yang sedang membutuhkan perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa tim sepak bola tidak hanya menjadi simbol prestasi di lapangan, tetapi juga sebagai agen sosial yang dapat menginspirasi dan memberi harapan kepada masyarakat.
Tavares berharap bahwa para pemain akan mampu menampilkan permainan terbaik mereka dan berjuang keras untuk mencapai tujuan tersebut. Kemenangan tidak hanya akan menambah koleksi poin, tetapi juga dapat memberikan semangat kepada banyak orang, terutama mereka yang terdampak bencana. Dengan dukungan dari suporter Bonek yang dikenal sangat loyal dan penuh semangat, diharapkan stadion akan dipenuhi dengan atmosfer positif yang dapat mendorong tim meraih hasil maksimal.
Oleh karena itu, tujuannya lebih dari sekadar menang, tetapi juga untuk menciptakan momen yang dapat menjalin hubungan emosional tim dengan masyarakat. Melalui pertandingan ini, Persebaya berkesempatan untuk tidak hanya memperjuangkan tiga poin tetapi juga untuk berdiri bersama masyarakat dalam situasi sulit. Dalam perspektif ini, setiap gol yang dicetak dan setiap poin yang diperoleh akan menjadi simbol solidaritas dan harapan bagi semua.
Wilayah utara laut Flores baru-baru ini mengalami gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang membawa dampak signifikan pada kehidupan masyarakat setempat. Gempa tersebut tidak hanya menghasilkan kerusakan fisik terhadap infrastruktur, tetapi juga memicu masalah emosional yang mendalam bagi para penduduk. Dengan bangunan yang runtuh, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan infrastruktur yang rusak, masyarakat menghadapi tantangan yang besar dalam pemulihan.
Dampak fisik dari gempa ini sangat terlihat dari banyaknya rumah dan fasilitas publik yang hancur. Ruang-ruang yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul dan berteduh bagi warga kini berubah menjadi puing-puing. Hal ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari tetapi juga menciptakan kecemasan dan ketidakpastian bagi mereka yang selamat. Proses pemulihan yang panjang dan rumit pun harus dihadapi, karena banyak keluarga yang terpaksa tinggal di tenda darurat.
Di samping dampak fisik, efek emosional dari bencana ini juga patut mendapatkan perhatian. Banyak warga mengalami trauma akibat guncangan dan kehilangan yang dialami. Ketidakamanan akan kemungkinan terjadinya gempa susulan menciptakan perasaan cemas dan putus asa di masyarakat. Oleh karena itu, dukungan psikologis sangat diperlukan untuk membantu mereka mengatasi krisis emosional ini.
Lebih jauh lagi, dampak ekonomi juga sangat dirasakan di NTT. Sektor pertanian dan perikanan, yang menjadi sumber hidup utama bagi banyak orang di daerah tersebut, dapat terganggu akibat kerusakan yang ditimbulkan. Pemulihan perekonomian menjadi tantangan baru setelah bencana ini, di mana masyarakat harus berusaha untuk membangun kembali kehidupan mereka yang hancur.
Dalam sebuah acara yang menggugah semangat solidaritas, Bonek Dukung Rakyat untuk Tanggulangi (BDRT) 27 berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 134 juta. Donasi tersebut adalah bentuk dukungan konkret terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini mencerminkan komitmen suporter Persebaya untuk tidak hanya berdiri di belakang tim di lapangan, tetapi juga untuk mendukung sesama di saat-saat krisis.
Kegiatan penggalangan dana ini diorganisir dengan melibatkan berbagai elemen dalam komunitas Bonek. Mereka berhasil menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian kolektif mampu mengatasi segala perbedaan yang ada. Keterlibatan masyarakat dalam penggalangan dana ini tidak hanya terbatas pada penyumbang dari kalangan suporter, tetapi juga meliputi individu-individu yang tidak terikat langsung dengan dunia sepak bola. Hal ini membuktikan bahwa solidaritas mereka bersifat universal dan melampaui batasan-batasan yang ada.
Melalui acara ini, Panitia BDRT 27 turut melibatkan banyak inisiatif lain, seperti penyuluhan tentang dampak gempa dan cara penanganan bencana. Mereka berupaya memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus menggalang donasi untuk meringankan beban korban. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan, dan membuktikan betapa besar solidaritas yang dimiliki oleh komunitas Bonek.
Solidaritas yang ditunjukkan ini menambah nilai positif bagi komunitas Persebaya dan suporter sepak bola Indonesia pada umumnya. Keberhasilan mengumpulkan donasi lebih dari Rp 134 juta adalah hanya salah satu contoh nyata dari aksi komunitas suporter yang mendalam dan berkomitmen. Momen-momen seperti ini tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi Persebaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dalam setiap krisis, solidaritas mampu mengangkat derajat kemanusiaan kita.





