JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 14 September 2026, Sekarang alhamdulillah sayang dapat tambahan pemasukan jadi agen BRILink Mekaar, tetangga yang mau bayar listrik dan biaya sekolah anak tidak perlu jauh-jauh ke kota," ceritanya. Sebelum dikenal sebagai penggerak lingkungan, Leni adalah anak kampung yang menjadikan Danau Sipin sebagai gerbang mimpinya, tempat pertama kali ia mengikuti ajang pencarian bakat atlet muda Jambi dan keluar sebagai juara.
Keterangan yang tercatat menyebut Danau yang dulu membesarkan mimpinya kini justru menyambutnya dalam kondisi yang jauh dari kata baik, dan dari sanalah babak baru dalam hidup Leni benar-benar dimulai.
Data lain dalam laporan menunjukkan Pada 2010, ujian itu datang lewat kelahiran anaknya yang mengidap kondisi kulit langka, kulit yang mudah terluka setiap kali tersentuh sinar matahari. Demi biaya pengobatan, Leni sempat rela melepas medali-medali yang telah diperjuangkannya bertahun-tahun, keputusan yang membuatnya jadi sorotan publik sekaligus titik paling berat dalam hidupnya. Di tengah usaha yang nyaris terhenti itu, dan biaya pengobatan anak yang tak kunjung ringan, titik balik sesungguhnya datang pada 2018. Modal awal Rp2.500.000 menjadi benih yang tumbuh bertahap hingga Rp10.000.000, sejalan dengan usaha pengolahan sampah yang kini mempekerjakan empat karyawan tetap. Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Leni (kanan) dikenal sebagai Ketua Bank Sampah Dayung Habibah yang kesehariannya mengolah sampah yang ada di Danau Sipin, sekaligus mantan atlet nasional dayung yang dulu membesarkan mimpinya justru di danau yang sama. (Istimewa) Di tepi Danau Sipin, Jambi, ada perempuan yang pernah kehilangan hampir segalanya, dan memilih untuk tetap mendayung. Dari kemenangan kecil di tepi danau itulah jalannya mulai terbuka lebar. Kemenangan itu membawanya jauh dari Danau Sipin. Leni diberangkatkan ke Jakarta untuk pemusatan latihan menuju kejuaraan Asia, dunia, hingga SEA Games, sebuah pencapaian yang seharusnya menjadi puncak kariernya.
Namun di tengah jalan menuju puncak itu, hidup menyiapkan ujian yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Justru dari titik paling berat itulah, panggilan baru muncul. Menpora mengundangnya menjadi pelatih dayung di Jambi, dan tawaran itu membawanya pulang, kembali ke Danau Sipin yang saat itu porak-poranda, dipenuhi sampah yang menumpuk di setiap sudutnya. Uluran Tangan yang Menyambung Mimpi, Beasiswa PNM Jadi Jembatan Pendidikan Anak Nasabah Mekaar Di tengah kondisi itu, Leni mendirikan Dayung Habibah, gabungan dari kecintaannya pada dayung dan nama sang anak, Habibah. Niat sederhana mengumpulkan sampah perlahan tumbuh menjadi cita-cita mendirikan bank sampah, meski jalan menuju ke sana tidak semudah yang ia bayangkan. Warga sekitar sempat memandang sebelah mata, bahkan mempertanyakan mengapa anak-anak dilibatkan dalam pekerjaan yang dianggap rendah, sebuah penolakan yang nyaris membuat usahanya berhenti sebelum benar-benar dimulai. Leni bertemu program pembiayaan dan pemberdayaan Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Pembiayaan ultra mikro tanpa agunan yang dirancang khusus bagi perempuan dengan usaha kecil seperti dirinya. Modal itu tidak berhenti mengubah usahanya saja, tetapi juga mengubah wajah komunitas di sekitarnya. Lima belas perempuan yang mulanya bergabung dan menjalani proses pembekalan sebelum pencairan dana kini menjelma kelompok yang perlahan menggerakkan ekonomi warga sekitar Danau Sipin. Kepercayaan yang tumbuh dari sana membuka pintu lebih lebar bagi Leni untuk terus berkembang, bukan hanya sebagai penerima modal, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem layanan keuangan yang lebih luas. Dari Mekaar, langkah Leni berlanjut ke layanan lain dalam satu ekosistem yang sama. Selain itu, sebagai bekal masa depan keluarganya, Leni juga mulai menabung emas lewat Tabungan Emas Pegadaian, yang kini semakin mudah diakses dan dipantau lewat aplikasi digital. Tiga layanan, tiga entitas, satu ekosistem yang sama, hadir dalam satu perjalanan hidup yang dulu nyaris putus asa. Kerja keras yang dulu dipandang sebelah mata kini menuai pengakuan, termasuk penghargaan Kalpataru. Namun bagi Leni, penghargaan sesungguhnya bukan piala di atas rak, melainkan danau yang kembali hidup dan anak-anak yang memiliki masa depan lebih cerah. Saya menangis, kenapa Allah punya cerita untuk saya begitu. Jadi saya bisa membantu teman-teman," ujarnya, mengenang perjalanan yang berawal dari satu perahu dan satu genggam sampah. Selasa, 1 September 2026 | 21.14 WIB Minggu, 23 Agustus 2026 | 16.55 WIB Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis! Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022













