Pada periode 29 Agustus hingga 6 September 2026, komunitas mahasiswa Google Developer Groups on Campus (GDGOC) di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (STTS) melaksanakan program kunjungan perusahaan yang membawa 32 mahasiswa dari berbagai jurusan untuk mengenal lebih dalam dunia industri digital di Jakarta. Kegiatan ini dirancang untuk menyediakan platform bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang karir serta mendalami pengetahuan tentang perkembangan teknologi terkini.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan teori yang dipelajari di kelas dan praktik yang nyata di industri. Dengan terjun langsung ke dalam lingkungan kerja yang profesional, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai proses industri digital, tetapi juga bisa berinteraksi dengan para profesional yang berpengalaman. Kegiatan ini menjadi wadah yang tepat untuk memahami tantangan dan peluang yang ada di dunia kerja, serta bagaimana mereka bisa mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.
Selama program ini, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil sehingga mereka bisa lebih fokus dalam melihat berbagai aspek perusahaan yang dikunjungi. Beberapa perusahaan yang menjadi tujuan kunjungan tersebut adalah yang bergerak di bidang teknologi informasi, pengembangan perangkat lunak, serta sektor kreatif lainnya. Interaksi langsung dengan para profesional di masing-masing perusahaan memungkinkan mahasiswa untuk bertanya seputar dinamika industri, tren terbaru, dan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja saat ini. Kunjungan ini tentu menjadi momen berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan wawasan mereka dan mengasah keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui kegiatan ini, GDGOC STTS berharap dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam pengembangan diri dan mempersiapkan karir yang akan dihadapi setelah lulus. Kunjungan tersebut bukan hanya sekadar mengamati, tetapi juga memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan teori yang telah mereka pelajari, mengintegrasikan pengalaman langsung dengan pendidikan akademik.
Dalam upaya memperkuat koneksi dunia akademik dan industri, mahasiswa dari program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi Bisnis (SIB), dan Desain Komunikasi Visual (DKV) melakukan kunjungan ke enam perusahaan terkemuka di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis dan pemahaman lebih dalam mengenai lingkungan kerja di sektor industri, serta tantangan yang dihadapi para profesional di lapangan.
Kunjungan pertama dimulai di BCA Foresta, yang dikenal sebagai salah satu pelopor dalam inovasi digital perbankan di Indonesia. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses kerja yang mendukung layanan perbankan modern, termasuk sistem keamanan dan pengelolaan data yang kompleks. Interaksi ini terutama berguna bagi mahasiswa Teknik Informatika yang dapat memahami aplikasi praktis dari teori yang mereka pelajari di dalam kelas.
Selanjutnya, kelompok mahasiswa melanjutkan perjalanan ke NBS Dev, sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan perangkat lunak. Di sini, mereka belajar tentang metodologi yang digunakan dalam proyek pengembangan, serta tantangan yang sering muncul dalam mengelola tim dan memenuhi kebutuhan klien. Diskusi yang berlangsung sangat interaktif, memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban langsung dari para praktisi di bidang tersebut.
Kunjungan tidak berhenti di situ. Mereka juga mengunjungi AWS Jakarta, di mana mahasiswa diperkenalkan pada layanan cloud computing dan bagaimana teknologi ini dapat mengubah cara perusahaan beroperasi. Pengetahuan mengenai infrastruktur IT dan solusi berbasis cloud sangat relevan bagi mahasiswa Sistem Informasi Bisnis, dan memberikan mereka pemahaman tentang karir di masa depan di industri teknologi informasi.
Setiap kunjungan tidak hanya sekedar observasi, tetapi juga merupakan sarana belajar yang komprehensif. Mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga langsung dari para ahli, yang membantu mereka melihat penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari selama studi. Pengalaman ini diharapkan dapat mendorong mereka untuk lebih siap terjun ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Kunjungan GDGOC STTS di Jakarta menjadi momen penting dalam menjembatani hubungan dunia kampus dan industri. Dalam kegiatan ini, peran pembina GDGOC dan dosen pendamping sangat krusial. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengawas namun juga sebagai pemandu yang memberikan arahan kepada mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut.
Pembina GDGOC memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman yang relevan dan bermanfaat. Dalam hal ini, mereka memberikan wawasan yang mendalam tentang berbagai kualifikasi dan keterampilan yang dicari oleh industri saat ini. Melalui sesi diskusi interaktif, mahasiswa diajak berpartisipasi aktif, sehingga dapat menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan industri. Ini adalah kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami tuntutan yang ada di dunia kerja.
Selain itu, dosen pendamping juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Mereka berusaha memberikan pemaparan materi yang menekankan pada aspek-aspek praktis selain teori yang biasa dipelajari di ruang kelas. Dosen pendamping membantu menjembatani teori yang diajarkan selama perkuliahan dengan realitas industri yang sesungguhnya. Hal ini menciptakan suasana pembelajaran yang menyeluruh dan mendalam, di mana mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana konsep-konsep yang mereka pelajari diterapkan dalam lingkungan kerja nyata.
Kerjasama pembina GDGOC dan dosen-dosen pendamping ini menciptakan sinergi yang efektif untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia industri. Dengan bimbingan yang tepat, mahasiswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga, kegiatan ini tidak hanya menjadi kunjungan semata, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang siap terjun ke dunia profesional.
Dalam acara kunjungan GDGOC STTS di Jakarta, Ketua kunjungan, Jesselyn Christie Santoso, memberikan pandangannya tentang dampak positif acara tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk menjembatani dunia akademik dan industri. Jesselyn menjelaskan bahwa mahasiswa sering kali mengalami kesulitan dalam memahami penerapan teori yang diajarkan di kampus ketika dihadapkan dengan tantangan nyata di lapangan. Oleh karena itu, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana teori dan praktik saling terkait.
Sementara itu, Gracia Krisnanda, selaku lead GDGOC, juga menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan perusahaan untuk menciptakan peluang karier bagi para mahasiswa. Gracia meyakini bahwa kunjungan ini membuka pintu bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam tentang berbagai industri yang ada. Dengan melihat langsung dan berinteraksi dengan para profesional, mahasiswa dapat mengembangkan jaringan yang dapat bermanfaat bagi masa depan karier mereka.
Jesselyn dan Gracia berharap bahwa setelah kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mengaitkan ilmu yang mereka pelajari dengan kebutuhan industri. Hal ini akan mempersiapkan mereka dengan lebih baik, sehingga mereka dapat memasuki pasar kerja dengan kemampuan dan pemahaman yang memadai. Secara keseluruhan, kedua pemimpin ini percaya bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah maju dalam menghubungkan dunia kampus dengan industri, serta menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan. Sumber informasi: rmoljatim.id













