Jakarta | Kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil listrik dan pengemudi ojek online terjadi di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman yang menampilkan insiden itu beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan kendaraan dan sepeda motor berada di tengah lalu lintas yang ramai sebelum tabrakan terjadi. Kejadian ini kemudian ramai diperbincangkan, terutama karena menyangkut keselamatan pengguna jalan di salah satu kawasan perkotaan yang padat.
Rekaman itu diunggah oleh akun Instagram @dashcam_owners_indonesia. Dalam video, sebuah mobil listrik berwarna putih tampak melaju di kendaraan lain di Jalan Panglima Polim. Lalu lintas di lokasi terlihat ramai, dengan sejumlah kendaraan bergerak di sekitar mobil tersebut. Rekaman yang beredar itu menjadi salah satu sumber perhatian masyarakat terhadap kejadian, sekaligus memperlihatkan situasi jalan sesaat sebelum mobil menabrak sepeda motor yang dikendarai pengemudi ojek online.
Tabrakan tersebut terjadi di tengah arus kendaraan yang tampak padat dalam video. Mobil listrik putih itu terlihat bergerak di pengguna jalan sebelum akhirnya mengenai sepeda motor. Cuplikan yang tersebar memperlihatkan rangkaian kejadian dari sudut pandang kamera dasbor, sehingga perhatian warganet tertuju pada gerak kendaraan dan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Meski demikian, rekaman media sosial tersebut hanya menampilkan bagian peristiwa yang terekam kamera dan tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh penyebab kecelakaan.
Insiden di Blok M ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan ketika berkendara di jalan dengan arus lalu lintas ramai. Pengendara mobil maupun sepeda motor perlu menjaga jarak, memperhatikan kendaraan di sekeliling, serta menyesuaikan laju dengan situasi jalan. Informasi awal mengenai kecelakaan ini diketahui dari video yang beredar, sementara kronologi lengkap dan faktor yang menyebabkan tabrakan perlu merujuk pada keterangan resmi atau penjelasan pihak terkait. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekamannya dibagikan luas di media sosial.
Kasi Laka Lantas Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa rangkaian tabrakan di Blok M bermula ketika sebuah mobil BYD bernomor polisi B 1220 KDP melaju di Jalan Panglima Polim. Kendaraan tersebut bergerak dari arah selatan menuju utara. Keterangan mengenai awal kejadian itu disampaikan Kharisma pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Menurut penjelasan tersebut, setibanya di depan Win Hotel, mobil BYD menabrak kendaraan yang berada di depannya, yaitu Honda Brio. Dengan demikian, benturan pertama dalam peristiwa yang dilaporkan terjadi mobil BYD dan Honda Brio. Keterangan itu menggambarkan urutan awal kejadian berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, tanpa merinci keadaan kendaraan maupun kondisi jalan secara lebih jauh.
Kharisma menyebut dugaan awal penyebab kecelakaan adalah pengemudi mobil BYD kurang berhati-hati dan kurang berkonsentrasi saat berkendara. Pernyataan itu merupakan dugaan awal, sehingga tidak dengan sendirinya menetapkan kesimpulan akhir mengenai penyebab insiden. Penjelasan yang disampaikan berfokus pada arah perjalanan mobil, lokasi saat tabrakan dengan Honda Brio terjadi, serta faktor yang sementara diduga berperan.
Informasi tersebut membantu menjelaskan titik mula rangkaian tabrakan di Blok M sebagaimana diterangkan oleh petugas. Mobil BYD sedang melaju ke arah utara di Jalan Panglima Polim ketika mencapai area depan Win Hotel, lalu bertabrakan dengan Honda Brio di depannya. Keterangan mengenai kurangnya kehati-hatian dan konsentrasi disampaikan sebagai penilaian awal kepolisian atas kejadian itu. Tidak ada rincian waktu kejadian lain yang disertakan dalam keterangan yang dirujuk pada bagian ini.
Uraian awal ini menempatkan tabrakan dengan Honda Brio sebagai peristiwa yang mendahului rangkaian kecelakaan berikutnya dalam insiden tersebut. Namun, keterangan yang disampaikan Kharisma di sini terbatas pada awal kejadian dan dugaan penyebabnya. Karena itu, penjelasan tersebut perlu dibaca sesuai batas informasinya: arah kendaraan, lokasi tabrakan pertama, kendaraan yang terlibat, dan dugaan awal mengenai cara pengemudi mengemudikan mobil. Tidak ada dasar dalam keterangan ini untuk menambahkan detail lain tentang urutan berikutnya.
Setelah menabrak Honda Brio, mobil listrik tersebut oleng ke arah kiri dan kembali terlibat dalam tabrakan. Kali ini, kendaraan itu menabrak sepeda motor yang dikendarai seorang pengemudi ojek online berinisial HS. Peristiwa tersebut membuat HS kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dari sepeda motornya. Dalam kejadian itu, HS kemudian terlindas mobil listrik yang sebelumnya telah menabrak kendaraan lain tersebut.
Kharisma menyebut HS mengalami patah tulang pada kaki kiri serta luka lecet. Cedera itu memerlukan penanganan medis, terutama karena korban mengalami patah tulang setelah terlibat dalam rangkaian kecelakaan tersebut. Informasi mengenai kondisi korban menjadi bagian penting dari penanganan kejadian, sementara kerusakan juga dilaporkan pada sepeda motor yang dikendarainya. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan kendaraan tersebut.
Setelah kejadian, HS dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan medis. Langkah tersebut dilakukan agar cedera yang dialaminya dapat diperiksa dan ditangani oleh tenaga kesehatan. Patah tulang di kaki kiri dan luka lecet menjadi kondisi yang disebutkan Kharisma terkait korban. Informasi mengenai rumah sakit tujuan juga menegaskan bahwa HS segera memperoleh pertolongan setelah kecelakaan di kawasan Blok M itu.
Insiden yang melibatkan pengemudi ojol tersebut terjadi setelah mobil listrik menabrak Honda Brio dan bergerak oleng ke kiri. Benturan dengan sepeda motor membuat HS terjatuh, lalu terlindas kendaraan itu. Selain menimbulkan cedera pada pengendara, tabrakan juga menyebabkan sepeda motornya mengalami kerusakan. Keterangan Kharisma mengenai kondisi HS dan evakuasinya menjadi gambaran dampak langsung rangkaian tabrakan tersebut, meski informasi rinci mengenai perawatan lanjutan maupun keadaan kendaraan belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.
Menurut keterangan Kharisma, setelah rangkaian tabrakan sebelumnya, mobil BYD Atto 1 yang dikemudikan S tidak langsung berhenti. Kendaraan itu masih melaju di jalan dan kemudian menabrak sebuah Wuling bernomor polisi B 1835 ERZ. Mobil Wuling tersebut diketahui sedang berhenti di sisi kiri jalan ketika tertabrak. Benturan itu menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan yang terjadi di kawasan Blok M.
Setelah mengenai Wuling, mobil BYD tersebut bergerak naik ke trotoar. Kendaraan itu lalu menabrak bollard atau pembatas trotoar hingga benda tersebut patah. Laju mobil yang masih berlanjut juga mengenai dua kendaraan lain yang sedang terparkir di area Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio bernomor polisi B 1247 WZK dan Toyota Navi bernomor polisi B 2447 TWB.
Kerusakan pada bollard dan kendaraan yang terparkir itu menambah dampak dari insiden tersebut. Urutan kejadian sebagaimana disampaikan Kharisma menunjukkan bahwa mobil masih bergerak setelah beberapa kali terlibat benturan, sebelum akhirnya berhenti. Keterangan ini menjadi salah satu informasi yang perlu dicocokkan dengan hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan pihak-pihak yang terkait.
Usai kejadian, S sempat diamankan oleh warga di sekitar lokasi. Warga kemudian menyerahkan pengemudi BYD Atto 1 itu kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk penanganan lebih lanjut. Penyerahan tersebut dilakukan agar polisi dapat memeriksa S serta mengumpulkan keterangan mengenai rangkaian kecelakaan dan kondisi pengemudi saat peristiwa berlangsung.
Hingga proses penanganan berjalan, penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi masih mendalami berbagai keterangan dan fakta terkait, termasuk bagaimana kendaraan terus melaju hingga naik ke trotoar dan menabrak sejumlah objek serta mobil yang terparkir. Pemeriksaan terhadap S juga masih berlangsung. Karena itu, penyebab maupun faktor yang berperan dalam kecelakaan belum dapat dipastikan sebelum penyelidikan dan pemeriksaan selesai.
Baca juga: Pelecehan Seksual oleh Pengemudi Ojol di Bekasi: Komunitas Angkat Suara | Penyelidikan Penganiayaan di Beji: Pelaku Bukan Pengemudi Taksi Online
10 kunjungan





