Kabupaten Pasuruan | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta doa dari para kiai dan pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, atau Dalwa, bagi Presiden Prabowo Subianto. Permohonan tersebut disampaikan agar kepala negara diberi kekuatan dalam menjalankan tugas serta menghadapi beragam persoalan yang dihadapi bangsa. Gibran menyampaikan harapan itu ketika bersilaturahmi dengan keluarga besar pesantren di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu para kiai sepuh, ibu nyai, serta jajaran pengasuh yang hadir dalam pertemuan. Dalam suasana silaturahmi, ia menitipkan permohonan doa sebagai bentuk ikhtiar dan dukungan moral bagi Presiden dalam memimpin negara.
Pesan yang disampaikan Gibran menempatkan doa para ulama sebagai bagian penting dari ikhtiar menghadapi tantangan pemerintahan. Ia berharap Prabowo memperoleh kekuatan untuk menjalankan tanggung jawabnya di tengah berbagai persoalan nasional. Permintaan itu secara khusus ditujukan kepada para tokoh agama yang hadir, termasuk para pengasuh pesantren dan kiai sepuh. Dengan demikian, inti kunjungan tersebut bukan hanya pertemuan pejabat negara dan lingkungan pesantren, tetapi juga penyampaian harapan agar kepemimpinan nasional mendapat doa dan dukungan. Gibran tidak merinci persoalan tertentu dalam permohonan itu; yang ditekankan adalah perlunya kekuatan bagi Presiden untuk menghadapi beragam urusan bangsa.
Silaturahmi di Dalwa mempertemukan Wakil Presiden dengan unsur penting komunitas pesantren, yakni para kiai, ibu nyai, dan jajaran pengasuh. Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan permohonannya secara langsung kepada mereka. Harapan agar Prabowo diberi kekuatan menjadi pokok pesan yang dibawa dalam kunjungan itu. Doa yang diminta mencerminkan penghormatan terhadap peran para tokoh agama serta tradisi meminta nasihat dan doa dalam pertemuan dengan ulama. Bagi pesantren, kunjungan ini menjadi ruang silaturahmi dengan pimpinan negara; bagi Gibran, pertemuan tersebut menjadi kesempatan menyampaikan dukungan moral untuk Presiden. Permohonan itu sekaligus menggarisbawahi bahwa berbagai persoalan bangsa memerlukan keteguhan dalam kepemimpinan dan dukungan dari masyarakat.
Kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Dalwa menjadi konteks dari pertemuannya dengan pimpinan pesantren tersebut. Dalam kunjungan itu, Gibran disambut oleh Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun, pimpinan Ponpes Dalwa, bersama jajaran pengasuh pesantren. Penyebutan pihak yang menyambut ini menegaskan bahwa pertemuan berlangsung dengan keterlibatan pimpinan dan para pengasuh lembaga pendidikan Islam tersebut.
Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun hadir dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Ponpes Dalwa. Ia bersama jajaran pengasuh pesantren menyambut kedatangan wakil presiden. Dengan demikian, pihak pesantren yang disebut dalam konteks kedatangan Gibran mencakup pimpinan lembaga dan para pengasuhnya. Informasi ini memberikan gambaran dasar mengenai siapa yang menerima kunjungan, tanpa merinci kegiatan lain yang mungkin berlangsung.
Kunjungan Gibran ke Ponpes Dalwa juga menjadi latar pemberitaan mengenai permintaannya agar para pengasuh mendoakan Presiden Prabowo. Hubungan kedatangan wakil presiden dan pesantren disampaikan melalui kehadiran Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun serta jajaran pengasuh dalam penyambutan. Fokus pada konteks tersebut membantu pembaca memahami pihak-pihak yang terlibat, sekaligus menjaga uraian tetap terbatas pada keterangan yang tersedia.
Ponpes Dalwa dalam peristiwa ini menjadi tempat kunjungan, sementara Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun disebut sebagai pimpinan yang menyambut Gibran bersama jajaran pengasuh. Kedatangan wakil presiden dan sambutan dari unsur pimpinan pesantren menjadi informasi pokok untuk mengawali pemahaman atas pertemuan tersebut. Uraian ini tidak menambahkan keterangan mengenai agenda, rangkaian acara, atau suasana penyambutan, sehingga konteksnya tetap sesuai dengan informasi yang disampaikan.
Dengan demikian, gambaran mengenai kedatangan Gibran dapat dijelaskan secara ringkas: Wakil Presiden tiba di Ponpes Dalwa dan disambut oleh pimpinan pesantren, Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun, bersama jajaran pengasuh. Nama dan jabatan tersebut menjadi unsur utama dalam konteks kunjungan, sebelum pembahasan beralih pada permintaan doa bagi Presiden Prabowo yang menjadi pokok perhatian dalam pemberitaan.
Dalam pertemuan di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Ponpes Dalwa), Gibran Rakabuming Raka menyampaikan harapan agar pemerintah dan masyarakat Indonesia senantiasa memperoleh kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan permohonannya kepada pengasuh pesantren untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, permintaan doa itu tidak hanya ditujukan bagi kepala negara, tetapi juga disertai harapan yang lebih luas bagi seluruh unsur di Tanah Air.
Gibran berharap doa dari para pengasuh dan lingkungan pesantren dapat mengiringi upaya Presiden dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah diberi kekuatan untuk melaksanakan tanggung jawab dan menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul. Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia diharapkan tetap memperoleh kekuatan dalam menjalani kehidupan dan menghadapi tantangan masing-masing. Harapan tersebut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam suasana pertemuan di Ponpes Dalwa.
Penyampaian harapan itu menempatkan doa sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap pemimpin serta masyarakat. Gibran meminta doa untuk Presiden Prabowo, sekaligus berharap agar pemerintah dan warga Indonesia senantiasa diberi kekuatan. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan harapan itu kepada pengasuh Ponpes Dalwa tanpa memperluasnya menjadi penilaian mengenai keadaan bangsa. Pokok pesannya tetap pada permohonan doa dan dukungan, agar semua pihak dapat menjalani tanggung jawab serta menghadapi tantangan dengan kekuatan. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Gibran untuk menyampaikan harapan tersebut secara langsung di lingkungan pesantren, dengan perhatian yang mencakup Presiden, pemerintah, dan masyarakat Indonesia.Dalam pertemuan dengan para pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi atas dukungan mereka terhadap penyelenggaraan pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotika bagi para santri. Dukungan tersebut dinilai penting agar pengenalan teknologi dapat menjangkau lingkungan pendidikan pesantren. Gibran juga meminta doa dari para pengasuh untuk Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana menjadi bagian dari pertemuan tersebut.
Pelatihan AI dan robotika menjadi perhatian karena kedua bidang itu berkaitan dengan perkembangan teknologi yang semakin luas digunakan. Apresiasi Gibran menyoroti peran para pengasuh dalam mendukung kesempatan belajar bagi santri, terutama ketika materi teknologi diperkenalkan di lingkungan pesantren. Dalam konteks ini, dukungan para pengasuh memungkinkan kegiatan pelatihan berlangsung dengan melibatkan komunitas pendidikan setempat. Namun, rincian mengenai pelaksanaan, materi, maupun bentuk dukungan yang diberikan tidak dijelaskan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia.
Pengenalan AI dan robotika dapat menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan santri mengenai teknologi. Meski demikian, informasi tentang program ini belum memuat keterangan mengenai jumlah peserta, pihak penyelenggara, waktu kegiatan, atau susunan materi. Karena itu, penjelasan mengenai pelatihan perlu dibatasi pada hal yang telah disampaikan, yaitu adanya apresiasi Gibran terhadap dukungan pengasuh pesantren. Pernyataan tersebut menempatkan kerja sama dengan lingkungan pesantren sebagai unsur yang mendapat perhatian dalam pengembangan kegiatan pembelajaran teknologi.
Bagi pesantren, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini menunjukkan adanya ruang untuk memperkenalkan bidang teknologi kepada para santri, tanpa mengesampingkan peran pendidikan yang telah berjalan. Apresiasi yang disampaikan Gibran sekaligus mengakui dukungan para pengasuh terhadap pelatihan AI dan robotika. Pertemuan itu juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan permohonan doa bagi Presiden Prabowo. Tidak terdapat informasi lebih jauh mengenai respons para pengasuh ataupun tindak lanjut setelah pertemuan, sehingga hal tersebut tidak dapat dipastikan. Uraian yang tersedia menegaskan dua pokok: penghargaan atas dukungan pelatihan dan permintaan doa bagi kepala negara.
10 kunjungan





