Jakarta – Resmi Indonesia menutup 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 dengan pencapaian sempurna. Selain sukses menyelenggarakan kejuaraan berstatus World Taekwondo (WT) G2, Merah Putih juga memastikan diri sebagai juara umum setelah mengoleksi 5 emas, 4 perak, dan 17 perunggu.
Hasil tersebut mengantarkan Indonesia unggul atas Filipina di posisi kedua dengan 4 emas, 2 perak, 8 perunggu. Sementara Australia berada di ranking ketiga dengan 4 emas, 1 perak, 3 perunggu.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon bangga dengan capaian Merah Putih, yang mampu mengawinkan prestasi dengan kesuksesan penyelenggaraan.
“Juara umum adalah hasil, legacy adalah tujuan. Asian Taekwondo Indonesia Open Championships membuktikan kita mampu menjadi tuan rumah berstandar dunia sekaligus membangun fondasi prestasi menuju Olimpiade. Melalui kejuaraan ini, atlet-atlet Indonesia mendapatkan jam terbang dan kami percaya, prestasi besar tidak dibangun dalam satu malam, tetapi melalui sistem yang kuat dan pembinaan yang konsisten,” kata Richard.
Penyelenggaraan Indonesia Open menjadi momentum taekwondo Indonesia. Setelah hampir dua dekade, Indonesia kembali menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo internasional yang diikuti 531 atlet dari 36 negara.
“Kami berterima kasih atas dukungan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto atas dukungan yang diberikan terhadap pembinaan prestasi olahraga Indonesia, khususnya taekwondo. Indonesia Open menjadi tonggak kebangkitan prestasi taekwondo. Apresiasi juga saya sampaikan kepada atlet, pelatih, official, pengprov, panitia, sponsor, dan para pihak yang telah menyukseskan kejuaraan ini,” tambah Richard.
Pada hari terakhir terakhir, Indonesia mendulang tiga perunggu, yang didapat taekwondoin Diyah Maulida Putri Aliandi dan Olivia Intan Widi Prabawani yang turun di kelas kyorugi (tarung) 73kg putri. Satu lainnya diraih Irly Ramadhan di kelas 54kg putra.
Diyah (17 tahun) bangga bisa naik podium pada debut pertamanya di turnamen internasional. Dara 17 tahun binaan POPDA Jawa Barat ini tidak menyangka bisa masuk semifinal dan membawa nama Merah Putih.
“Rasanya sungguh luar biasa bisa meraih medali perunggu di Asian Taekwondo. Tidak nyangka banget. Event G2 seperti ini bagus sekali, dari sini saya bisa mendapatkan pengalaman dan tahu bahwa kami, atlet daerah, mampu bersaing dengan atlet-atlet luar negeri,” kata Dyah yang bercita-cita bisa masuk dalam skuat pelatnas.
Sebagai informasi, 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, yang menjadi salah satu ajang pengumpulan poin ranking dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. (*)












