Jejak Penguatan Karakter, Layanan, dan Kolaborasi UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung | Perkembangan terbaru UIN Raden Intan Lampung menunjukkan perhatian kampus terhadap penguatan karakter melalui kegiatan kemahasiswaan. Pesan tersebut mengemuka dalam penutupan KMD 2026, ketika rektor meminta para pembina pramuka untuk menjadi teladan yang berkarakter. Permintaan ini menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh para pembina dalam menjalankan peran pendidikan dan pendampingan.

Teladan yang berkarakter menjadi unsur penting dalam membentuk lingkungan kemahasiswaan yang mampu menumbuhkan sikap positif. Para pembina pramuka diharapkan menghadirkan nilai-nilai tersebut melalui perilaku, tanggung jawab, dan komitmen yang konsisten. Dengan demikian, kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat karakter, sekaligus mendukung proses pembentukan pribadi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebajikan dan tanggung jawab sosial.

Penguatan peran mahasiswa juga terlihat melalui pelatihan mahasiswa KKN sebagai pendamping proses produk halal atau PPH. Melalui pembekalan ini, kampus mendorong agar produk yang dihasilkan masyarakat dapat diarahkan menuju sertifikasi halal. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjalankan peran pendamping PPH dengan pemahaman yang diperlukan dalam mendukung proses tersebut. Langkah ini memperluas kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat, sekaligus memperlihatkan keterkaitan pendidikan, pelayanan, dan kebutuhan publik.

Kedua perkembangan tersebut memperlihatkan upaya UIN Raden Intan Lampung dalam membangun karakter dan kompetensi mahasiswa melalui peran yang nyata. Keteladanan pembina pramuka dan kesiapan mahasiswa KKN sebagai pendamping proses produk halal menjadi bagian dari penguatan kapasitas sivitas akademika. Kampus tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga mendorong tanggung jawab, integritas, dan kebermanfaatan dalam kehidupan masyarakat.

Upaya UIN Raden Intan Lampung dalam memperluas akses pendidikan tinggi tercermin melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Dalam salah satu catatan pemberitaan, sebanyak 2.927 siswa diterima melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Jalur tersebut memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dengan rekam prestasi yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Data penerimaan ini merupakan bagian dari agenda seleksi pada waktu tertentu dan tidak secara otomatis menunjukkan jumlah keseluruhan mahasiswa baru dalam tahun yang sama.

Pada catatan pemberitaan lain, UIN Raden Intan Lampung disebut menyiapkan kuota 6.000 calon mahasiswa baru pada 2023. Informasi tersebut memperlihatkan kapasitas yang dipersiapkan kampus untuk menampung minat masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan akses terhadap program pendidikan yang tersedia. Kampus juga memiliki agenda pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2023/2024. Karena disampaikan dalam konteks waktu dan agenda yang berbeda, informasi mengenai kuota, pendaftaran, dan penerimaan melalui SPAN-PTKIN perlu dipahami sebagai catatan terpisah, bukan sebagai satu peristiwa yang berlangsung bersamaan.

Dukungan terhadap perjalanan akademik mahasiswa juga tampak dalam kegiatan pengenalan kehidupan kampus. Sebanyak 4.926 mahasiswa tercatat mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), sebuah kegiatan yang membantu mahasiswa memahami lingkungan akademik, tata kelola pembelajaran, serta kehidupan kemahasiswaan. Pada waktu yang berbeda, UPT Pusat Pengembangan Bahasa pernah menyelenggarakan tes TOEFL gratis bagi mahasiswa. Layanan ini memperkuat dukungan pengembangan kompetensi bahasa, terutama untuk kebutuhan akademik dan kesiapan menghadapi peluang lanjutan. Rangkaian catatan tersebut menunjukkan perhatian kampus pada akses masuk sekaligus pendampingan setelah mahasiswa berada di dalam lingkungan perguruan tinggi.

Penguatan jejaring kelembagaan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan UIN Raden Intan Lampung. Jejaring tersebut dibangun melalui hubungan dengan mitra di tingkat internasional dan nasional. Setiap agenda menunjukkan bentuk keterlibatan yang berbeda, sehingga perlu dipahami sebagai rangkaian upaya yang saling melengkapi, bukan sebagai satu kegiatan yang sama.

Pada tingkat internasional, UIN Raden Intan Lampung menjalin kerja sama dengan Universiti Geomatika Malaysia. Kerja sama ini mencerminkan keterhubungan kampus dengan lembaga pendidikan tinggi di luar negeri. Kehadiran mitra tersebut memperlihatkan upaya universitas untuk membangun relasi kelembagaan yang melampaui batas nasional. Informasi yang tersedia menempatkan hubungan ini sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional kampus.

Selain itu, UIN Raden Intan Lampung juga memiliki kemitraan dengan Da Lat University Vietnam. Kemitraan tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional. Agenda ini perlu dibedakan dari kerja sama dengan Universiti Geomatika Malaysia karena masing-masing merupakan hubungan kelembagaan dengan mitra yang berbeda. Kedua relasi itu sama-sama memperkuat posisi kampus dalam membangun jaringan internasional, tanpa perlu menyamakan bentuk atau cakupan kegiatannya.

Di tingkat nasional, UIN Raden Intan Lampung tercatat menjadi tuan rumah simposium nasional AAFI. Penyelenggaraan ini menunjukkan keterlibatan kampus dalam agenda akademik berskala nasional dan menempatkannya sebagai ruang pertemuan dalam kegiatan tersebut. Agenda nasional lainnya adalah konferensi internasional pertama yang digelar melalui program pascasarjana dengan tema “mewujudkan keluarga sakinah”. Konferensi ini merupakan kegiatan tersendiri dan tidak sama dengan simposium nasional AAFI. Dengan demikian, pengembangan kampus tercermin melalui jejaring dengan mitra internasional, penyelenggaraan simposium nasional, serta pelaksanaan konferensi internasional oleh program pascasarjana.

Sejumlah capaian kelembagaan memperlihatkan penguatan tata kelola dan layanan di UIN Raden Intan Lampung. Pada 2023, UIN RIL memperoleh penghargaan sebagai pengelola dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbaik. Penghargaan tersebut tercatat sebagai salah satu capaian dalam pengelolaan program dan sumber daya institusi. Selain itu, kampus meresmikan UIN Mart sebagai bagian dari pengembangan layanan dan fasilitas pendukung bagi lingkungan perguruan tinggi.

Penguatan layanan juga ditandai dengan peluncuran aplikasi survei kepuasan layanan institusi. Aplikasi ini menjadi sarana untuk menghimpun penilaian dan tanggapan pengguna layanan di lingkungan kampus. Kehadirannya melengkapi upaya institusi dalam memperoleh masukan yang lebih terukur mengenai penyelenggaraan layanan, sekaligus mencatat perhatian UIN RIL terhadap peningkatan kualitas pelayanan akademik dan nonakademik.

Dalam bidang akademik, UIN RIL mengukuhkan lima guru besar. Kampus tersebut juga mencatat doktor ke-289 serta mewisuda 1.000 mahasiswa. Salah satu catatan penting dalam rangkaian capaian akademik itu adalah kelulusan wisudawan doktor nonmuslim pertama. Berdasarkan sumber, peristiwa tersebut membuat kampus disebut sebagai kampus Islam yang inklusif. Pernyataan itu dicatat sesuai konteksnya, tanpa memperluas makna di luar informasi yang tersedia.

Berbagai pencapaian tersebut berjalan beriringan dengan harapan agar para alumni memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa. Wisuda tidak hanya menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan, tetapi juga momentum untuk menghubungkan kompetensi lulusan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan capaian kelembagaan, penguatan layanan, pertumbuhan kapasitas akademik, serta penyelenggaraan pendidikan yang tercermin melalui kelulusan doktor dan ribuan sarjana, UIN Raden Intan Lampung terus mencatat perjalanan institusinya melalui kerja pengelolaan, pelayanan, dan kontribusi lulusan.

6 kunjungan