Bogor | Tiga wisatawan perempuan asal Bogor tertabrak mobil pikap Mitsubishi L300 saat hendak menyeberang di Jalan Dieng–Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi tepat di depan Masjid Baitur Rahman, Dusun Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Insiden tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Sebelum kecelakaan, ketiga wisatawan itu baru turun dari mikrobus yang membawa rombongan mereka. Mereka kemudian hendak menyeberangi jalan. Pada saat bersamaan, sebuah pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi R-8967-FM melaju dari arah Dieng Wetan menuju Kabupaten Wonosobo. Kendaraan itu menabrak ketiganya ketika berada di area jalan tersebut.
Rekaman CCTV menjadi dokumentasi visual atas kejadian di depan masjid. Lokasi kecelakaan berada di ruas yang menghubungkan kawasan Dieng dengan Wonosobo, sementara waktu kejadian berlangsung pada malam hari. Informasi yang disampaikan mengenai insiden ini mencakup asal para korban, kendaraan yang terlibat, arah perjalanan pikap, serta kondisi para wisatawan sebelum tabrakan terjadi.
Peristiwa tersebut menimpa tiga orang dalam satu rombongan wisata asal Bogor yang baru saja turun dari mikrobus. Mereka belum lama berada di tepi jalan ketika berupaya menyeberang. Pikap yang datang dari arah Dieng Wetan kemudian terlibat tabrakan dengan para wisatawan di depan Masjid Baitur Rahman. Jalan Dieng–Wonosobo menjadi titik terjadinya kecelakaan itu, pada malam Minggu sekitar pukul setengah sebelas.
Rangkaian kejadian yang terekam tersebut memperlihatkan konteks penting kecelakaan: para wisatawan sedang berpindah dari kendaraan rombongan dan hendak menyeberang, sementara pikap melintas di jalur yang sama. Korban berasal dari Bogor, dan kendaraan yang menabrak mereka adalah Mitsubishi L300 dengan pelat R-8967-FM. Insiden berlangsung di Dusun Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, pada 25 Oktober 2026.
Sainih, wisatawan berusia 71 tahun asal Bogor, menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan pikap di kawasan Dieng. Ia mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Informasi tersebut menjadi kabar duka bagi keluarga dan rombongan wisatawan yang berada di lokasi kejadian. Penanganan segera dilakukan setelah para korban mengalami kecelakaan, termasuk upaya membawa mereka untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dua korban lainnya, Nuryanah, 51 tahun, dan Dedeh, 64 tahun, mengalami luka dalam insiden tersebut. Keduanya kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Rujukan itu dilakukan agar kondisi mereka dapat diperiksa dan ditangani oleh tenaga medis di rumah sakit. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa keduanya mengalami luka, tetapi tidak merinci jenis maupun tingkat keparahannya.
Setelah Sainih dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, jenazahnya diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga kemudian membawa jenazah ke rumah duka di Bogor, Jawa Barat. Penyerahan tersebut memungkinkan keluarga mengurus pemulangan dan pemakaman sesuai kebutuhan mereka. Sementara itu, Nuryanah dan Dedeh menjalani penanganan di rumah sakit setelah dirujuk dari lokasi kejadian.
Kondisi para korban menjadi bagian penting dari informasi mengenai kecelakaan pikap yang melibatkan wisatawan di Dieng. Sainih meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit, sedangkan dua korban lain memperoleh perawatan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Keterangan yang ada belum memberikan rincian tambahan mengenai perkembangan kondisi Nuryanah dan Dedeh setelah dirujuk. Karena itu, informasi mengenai perawatan mereka perlu disampaikan secara terbatas pada fakta yang telah tersedia, tanpa menyimpulkan kondisi medis yang belum diumumkan.
Peristiwa ini membawa dampak langsung bagi para korban dan keluarga, khususnya keluarga Sainih yang harus menerima kabar duka serta membawa jenazah ke Bogor. Dua korban yang terluka masih mendapatkan penanganan medis di Wonosobo. Rincian tersebut menggambarkan akibat kecelakaan bagi tiga orang yang disebutkan, tanpa menambahkan keterangan mengenai penyebab kejadian atau kondisi lain yang belum dipastikan.
Keterangan awal kepolisian menyebut kecelakaan pikap di kawasan Dieng diduga terjadi karena pengemudi kurang berkonsentrasi. Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Ipda Rizqi Nursyeha, menyampaikan dugaan tersebut berdasarkan pemeriksaan awal terhadap peristiwa. Menurutnya, kondisi pengemudi diduga membuat kecelakaan tidak terhindarkan. Namun, keterangan itu belum merupakan kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian.
Pengemudi pikap diketahui bernama Achmad Iqbal Arrsyid, berusia 19 tahun, dan merupakan warga Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Informasi identitas tersebut disampaikan dalam keterangan awal kepolisian. Saat kecelakaan terjadi, kendaraan yang dikemudikannya tidak membawa muatan. Kondisi pikap tanpa muatan itu menjadi salah satu keterangan yang tercatat, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan bagaimana kecelakaan berlangsung.
Polisi masih perlu mendalami peristiwa untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang berperan. Karena itu, dugaan kurang konsentrasi sebaiknya dipahami sebagai penjelasan sementara dari hasil pemeriksaan awal, bukan sebagai penetapan bahwa faktor tersebut menjadi satu-satunya penyebab. Penyelidikan lebih lanjut dapat membantu menguji keterangan yang telah diperoleh serta melengkapi informasi mengenai kondisi kendaraan dan situasi di lokasi. Hingga ada hasil pemeriksaan yang lebih menyeluruh, penyebab kecelakaan belum dapat dinyatakan secara final.
Dalam peristiwa tersebut, satu wisatawan asal Bogor dilaporkan meninggal dunia. Informasi mengenai korban dan dugaan awal penyebab kecelakaan disampaikan secara terpisah dari penetapan akhir hasil penyelidikan. Kepolisian diharapkan dapat memberikan pembaruan apabila pemeriksaan menemukan fakta tambahan. Dengan demikian, masyarakat dapat membedakan informasi sementara yang disampaikan petugas pada tahap awal dengan kesimpulan resmi setelah seluruh keterangan dan bukti yang diperlukan ditelaah. Penyampaian yang berhati-hati penting agar dugaan awal tidak dianggap sebagai kepastian sebelum proses pemeriksaan selesai.
Proses penyidikan kecelakaan pikap di Dieng yang menewaskan seorang wisatawan asal Bogor masih berlangsung. Polisi mengamankan pengemudi kendaraan tersebut untuk menjalani pemeriksaan di Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Wonosobo. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengumpulkan keterangan dan menelusuri rangkaian peristiwa sebelum kendaraan mengalami kecelakaan.
Selain meminta keterangan pengemudi, petugas masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang berhubungan dengan insiden tersebut. Salah satu aspek yang disebut sedang diperiksa adalah dugaan pengaruh alkohol atau zat terlarang. Namun, hasil tes terkait hal itu belum disampaikan kepada publik. Karena itu, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan tidak dapat diperlakukan sebagai penyebab kecelakaan.
Polisi juga mengamankan pikap yang terlibat sebagai bagian dari pemeriksaan kendaraan. Berdasarkan informasi yang disampaikan, bagian bumper depan kendaraan mengalami kerusakan. Petugas turut menyita lampu sein kanan untuk dijadikan barang bukti. Kendaraan dan komponen tersebut dibawa dalam rangka penyidikan di Unit Lakalantas Mendolo, sehingga dapat diperiksa lebih lanjut sesuai kebutuhan penyelidikan.
Pemeriksaan terhadap pengemudi, kondisi kendaraan, serta barang bukti dimaksudkan untuk membantu penyidik menyusun gambaran kejadian secara menyeluruh. Keterangan yang terkumpul dan hasil pemeriksaan teknis nantinya dapat menjadi bahan untuk menilai faktor-faktor yang mungkin berperan. Meski demikian, sampai informasi yang tersedia saat ini, polisi belum mengumumkan hasil tes maupun analisis yang menetapkan penyebab insiden.
Dengan demikian, penyebab pasti kecelakaan pikap di Dieng masih dalam pemeriksaan. Dugaan mengenai kondisi pengemudi maupun temuan pada kendaraan perlu menunggu hasil penyidikan, bukan dianggap sebagai kesimpulan. Polisi masih mengumpulkan dan mencocokkan bukti serta keterangan melalui unit yang menangani perkara. Perkembangan resmi berikutnya diharapkan dapat menjelaskan hasil pemeriksaan dan faktor yang akhirnya dinilai berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Baca juga: Kecelakaan Tragis di Sukabumi: Satu Pelajar Tewas, Lainnya Terluka | Sopir Truk Terjebak Pasca Kecelakaan di Jalan Raya Bogor | Kecelakaan Tragis di Perlintasan Kereta: Sopir Angkutan Ayam Tewas
25 kunjungan





