KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Pengendara yang biasa melintasi Jalan Lereng Cinere menuju Pondok Cabe, Pamulang, diimbau mempertimbangkan jalur alternatif selama pekerjaan drainase berlangsung. Imbauan ini ditujukan terutama kepada pengguna kendaraan yang memiliki jadwal perjalanan padat dan membutuhkan kepastian waktu tempuh, karena aktivitas proyek berpotensi menimbulkan perlambatan di sejumlah titik.
Pekerjaan tersebut berada di kawasan pertigaan South City hingga Jalan Lereng, Kota Depok, Jawa Barat. Proyek galian drainase dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan sistem pengelolaan air dan mengurangi risiko genangan di sekitar ruas jalan. Namun, keberadaan alat berat, material konstruksi, serta pekerja di sisi jalan dapat mempersempit ruang gerak kendaraan.
Jalan Lereng tetap dapat dilalui dan tidak ditutup sepenuhnya. Meski demikian, arus lalu lintas diperkirakan tidak selancar biasanya, khususnya ketika kendaraan melintas bergantian di dekat area galian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan antrean, peningkatan waktu perjalanan, dan perlambatan yang lebih terasa pada jam berangkat serta pulang kerja.
Pengguna jalan disarankan memeriksa kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan memilih rute lain apabila memungkinkan. Jalur alternatif dapat dipertimbangkan untuk menghindari titik pekerjaan, terutama bagi pengendara yang menuju Pondok Cabe dan wilayah Pamulang. Pengendara yang tetap melewati lokasi juga perlu mengurangi kecepatan, memperhatikan petunjuk petugas, serta menjaga jarak aman dari kendaraan lain dan area proyek.
Dengan memahami adanya pengerjaan drainase di ruas tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan merencanakan rute secara lebih baik. Langkah ini penting untuk membantu menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung keselamatan pengendara dan pekerja selama proses pembangunan berlangsung.
Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, menyampaikan keterangan mengenai pekerjaan drainase yang sedang berlangsung di Jalan Lereng Cinere. Menurut penjelasannya, pekerjaan fisik saluran air tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Keterangan itu disampaikan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sehari setelah pekerjaan dimulai.
Pengerjaan fisik saluran air secara resmi dimulai pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dengan demikian, kegiatan tersebut telah berjalan ketika informasi mengenai proyek disampaikan oleh Iptu Suharyoko. Penyebutan waktu mulai ini menjadi penanda awal pelaksanaan pekerjaan drainase di ruas Jalan Lereng Cinere.
Berdasarkan keterangan Kanit Lantas Polsek Cinere, proyek dijadwalkan berlangsung hingga 28 Desember 2026. Jadwal tersebut berarti pekerjaan direncanakan berjalan sampai penghujung Desember, sehingga rentang pelaksanaannya dimulai pada 2 Oktober dan berakhir pada 28 Desember 2026. Pernyataan itu memberikan gambaran waktu pelaksanaan secara jelas, tanpa mengubah jadwal yang telah disampaikan.
Dengan jadwal tersebut, pengerjaan drainase di Jalan Lereng Cinere berlangsung selama periode Oktober hingga Desember 2026. Batas akhir yang disebutkan adalah 28 Desember 2026, atau masih berada pada akhir Desember. Seluruh informasi mengenai pelaksanaan proyek dalam keterangan tersebut merujuk pada pekerjaan fisik saluran air yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Kota Depok, sebagaimana disampaikan Iptu Suharyoko pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pengaturan waktu kerja menjadi salah satu langkah utama untuk mengurangi dampak proyek drainase terhadap kelancaran lalu lintas di Jalan Lereng Cinere. Pekerjaan galian tidak dilakukan sepanjang hari, melainkan dipusatkan pada malam hari ketika volume kendaraan cenderung lebih rendah. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB. Dengan jadwal ini, proses pembongkaran permukaan jalan dan penggalian untuk pemasangan gorong-gorong dapat dikerjakan dengan lebih leluasa tanpa terlalu mengganggu aktivitas pengguna jalan pada jam sibuk.
Setelah bagian jalan yang diperlukan selesai digali dan gorong-gorong dipasang, area pekerjaan akan ditutup sementara menggunakan pelat besi baja. Penutup tersebut dipasang untuk menjaga keamanan sekaligus mengembalikan fungsi lajur agar dapat digunakan pada siang hari. Kendaraan tetap bisa melintas di atas bagian jalan yang telah ditutup pelat, sehingga arus lalu lintas dapat berjalan meskipun pekerjaan drainase masih berlangsung di titik-titik lainnya. Pengaturan ini juga memungkinkan petugas melanjutkan tahapan pekerjaan berikutnya pada malam hari secara bertahap.
Suharyoko menjelaskan bahwa pelat besi baja berfungsi sebagai akses sementara bagi kendaraan selama proyek berjalan. Pengguna jalan tidak perlu menghadapi lubang galian yang terbuka pada siang hari, karena setiap bagian yang telah dikerjakan ditutup sebelum lalu lintas kembali meningkat. Penerapan metode tersebut memastikan tidak ada penutupan jalan secara total selama pengerjaan drainase berlangsung hingga akhir Desember. Meski demikian, pengendara tetap diharapkan berhati-hati saat melewati area proyek, mematuhi rambu yang dipasang, dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi permukaan jalan.
Polsek Cinere mengingatkan pengguna jalan mengenai potensi gangguan lalu lintas selama pengerjaan drainase di Jalan Lereng Cinere berlangsung. Meskipun akses kendaraan tidak ditutup secara total, kondisi di lokasi proyek menyebabkan ruang gerak kendaraan menjadi terbatas. Pengendara tetap dapat melintas, tetapi perlu meningkatkan kewaspadaan karena arus kendaraan harus melewati bagian jalan yang lebih sempit dibandingkan kondisi normal. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan situasi lalu lintas selama kegiatan pembangunan masih berjalan.
Penyempitan badan jalan terjadi akibat tumpukan material proyek serta keberadaan alat berat di sekitar lokasi pengerjaan. Kedua hal tersebut mengurangi ruang yang dapat digunakan kendaraan, sehingga pergerakan arus lalu lintas berpotensi menjadi kurang lancar. Kepadatan bahkan dinilai dapat berkembang menjadi kemacetan parah apabila volume kendaraan meningkat. Kondisi ini membuat pengguna jalan perlu memperhatikan situasi sebelum melintas dan tidak mengabaikan peringatan petugas maupun informasi mengenai aktivitas proyek di ruas tersebut.
Polsek Cinere mengimbau pengendara untuk mempertimbangkan menghindari Jalan Lereng Cinere selama pekerjaan drainase berlangsung. Pengguna kendaraan disarankan menggunakan jalur alternatif agar tidak menambah beban arus pada ruas jalan yang mengalami penyempitan. Imbauan ini terutama penting bagi pengendara yang dapat menyesuaikan perjalanan, mengingat akses memang masih terbuka tetapi kondisi lapangan belum sepenuhnya mendukung kelancaran lalu lintas. Dengan memperhatikan peringatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan secara lebih hati-hati selama proyek berjalan hingga akhir Desember.







