Jakarta | Nadeo Argawinata menceritakan pengalamannya berlatih bersama Maarten Paes dan Emil Audero saat ketiganya dipanggil untuk memperkuat tim nasional Indonesia pada turnamen terakhir. Kiper tersebut menyebut kesempatan berada dalam satu lingkungan latihan dengan dua penjaga gawang itu menjadi pengalaman yang berharga. Ia menyampaikan cerita tersebut ketika ditemui di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10). Ketiganya sama-sama memiliki peran di posisi penjaga gawang, sehingga sesi bersama di tim nasional memberi ruang untuk saling mengenal sekaligus mengamati kebiasaan dan pendekatan masing-masing selama menjalani latihan.
Bagi Nadeo, kebersamaan itu tidak hanya berkaitan dengan persaingan untuk mendapatkan kesempatan bermain. Kehadiran Paes dan Audero juga membuka peluang untuk bertukar pengalaman serta menyerap hal-hal baru dari rekan setim. Setiap kiper membawa latar belakang dan perjalanan karier yang berbeda, termasuk pengalaman menghadapi situasi pertandingan di level yang beragam. Interaksi dalam latihan dapat menjadi sumber pembelajaran, baik melalui komunikasi langsung maupun dengan memperhatikan cara mereka menjalankan instruksi dan menjaga kesiapan. Dalam suasana tim nasional, proses tersebut berlangsung bersamaan dengan tuntutan untuk berlatih secara profesional dan mendukung kebutuhan tim.
Nadeo sendiri telah memiliki pengalaman membela Indonesia dan memahami bahwa persiapan seorang penjaga gawang mencakup banyak aspek. Selain mengasah teknik, kiper perlu membangun koordinasi dengan pemain lain, memahami rencana permainan, serta menjaga konsentrasi. Berlatih bersama Paes dan Audero memberinya kesempatan melihat bagaimana rekan-rekannya mempersiapkan diri dalam konteks yang sama. Pengalaman seperti itu juga memperkuat suasana saling mendukung di para pemain, meskipun mereka menempati posisi yang sama. Pemanggilan ketiganya pada turnamen terakhir menunjukkan adanya beberapa pilihan kiper bagi tim pelatih. Bagi Nadeo, pengalaman berlatih bersama dua rekannya menjadi bagian dari perjalanan di tim nasional, sekaligus kesempatan untuk terus berkembang. Ia dapat membawa pelajaran dari kebersamaan tersebut ke sesi latihan berikutnya dan menjaga kesiapan saat kembali dipercaya membela Indonesia. Cerita itu menggambarkan bahwa persaingan dan pembelajaran dapat berjalan berdampingan ketika para pemain berkumpul untuk memperkuat tim nasional.
Nadeo mengaku memperoleh banyak pelajaran positif dari keberadaan Emil Audero dan Maarten Paes di Timnas Indonesia. Bagi dirinya, kesempatan berada dalam satu lingkungan dengan dua kiper yang memiliki pengalaman bermain di liga-liga top Eropa merupakan hal yang berharga. Ia memandang pengalaman tersebut sebagai ruang untuk belajar, sekaligus kesempatan melihat lebih dekat perjalanan dan wawasan yang dibawa rekan-rekannya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Nadeo menyambut kehadiran Audero dan Paes dengan sikap terbuka. Ia tidak hanya melihat mereka sebagai sesama pemain, tetapi juga sebagai sosok yang dapat memberi perspektif baru melalui pengalaman masing-masing.
Makna dari ucapan Nadeo bukan semata-mata soal membandingkan kemampuan atau perjalanan karier. Ia menekankan nilai positif dari kesempatan belajar bersama. Pengalaman Audero dan Paes di kompetisi Eropa menjadi bagian dari latar belakang yang dapat dipetik manfaatnya, tanpa harus dijabarkan ke dalam hal-hal teknis yang tidak disampaikan. Dengan demikian, pernyataan Nadeo lebih mencerminkan penghargaan terhadap pengalaman kedua rekannya dan kesediaan untuk menyerap pelajaran dari mereka. Sikap tersebut juga menggambarkan pentingnya saling berbagi di dalam tim nasional, ketika setiap pemain membawa pengalaman dan sudut pandang yang berbeda.
Bagi Nadeo, belajar dari Audero dan Paes dapat dimaknai sebagai proses yang berlangsung melalui kebersamaan di Timnas. Kesempatan itu memberinya nilai tambah, karena ia dapat mengenal pengalaman kedua kiper tersebut dalam konteks sebagai rekan satu tim. Ia menyampaikan hal itu secara positif, tanpa menguraikan rincian khusus tentang liga, teknik, maupun materi latihan. Fokusnya adalah bahwa pengalaman Audero dan Paes membuka peluang bagi dirinya untuk mengambil pelajaran. Hal ini menegaskan bahwa perkembangan seorang pemain tidak hanya berasal dari upaya pribadi, tetapi juga dapat diperkaya oleh interaksi dengan rekan yang memiliki pengalaman berbeda. Dalam pandangan Nadeo, kebersamaan itu menjadi kesempatan yang patut dimanfaatkan untuk saling belajar dan mendukung suasana positif di tim nasional.
Proses saling belajar di lingkungan tim nasional tidak hanya berlangsung satu arah. Nadeo Argawinata menilai kehadiran Emil Audero dan Maarten Paes membuka kesempatan bagi para pemain untuk bertukar pengalaman, baik mengenai sepak bola maupun kehidupan di Indonesia. Keduanya memiliki latar belakang dan perjalanan karier yang berbeda, sehingga percakapan bersama rekan setim dapat memberi wawasan baru bagi semua pihak. Nadeo pun tidak sekadar menerima cerita dari Audero dan Paes. Sebagai pemain yang telah lama merasakan kompetisi domestik, ia juga bisa berbagi pengetahuan tentang kondisi sepak bola Tanah Air, termasuk suasana liga dan keseharian para pemain.
Menurut Nadeo, Audero dan Paes menunjukkan ketertarikan untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Rasa ingin tahu itu bukan hanya berkaitan dengan lingkungan tim nasional, tetapi juga mencakup kehidupan masyarakat dan perkembangan kompetisi sepak bola di dalam negeri. Mereka ingin memahami seperti apa liga Indonesia, bagaimana atmosfer pertandingan, serta tantangan yang dihadapi pemain ketika berkarier di sana. Bagi Nadeo, pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian wajar dari proses membangun kedekatan. Ia dapat menjelaskan gambaran berdasarkan pengalamannya sendiri, tanpa menganggap bahwa pengalamannya mewakili setiap klub atau seluruh kondisi kompetisi. Percakapan sederhana seperti ini sekaligus membantu para pemain saling memahami.
Nadeo juga menyampaikan gurauan kepada awak media saat membicarakan minat kedua rekannya terhadap sepak bola Indonesia. Ia berseloroh bahwa Audero dan Paes mungkin saja ingin bermain di Super League. Candaan itu disampaikan dalam suasana santai, sebagai respons terhadap ketertarikan mereka untuk mengetahui liga di Tanah Air, bukan sebagai kabar mengenai rencana karier atau keputusan untuk bergabung dengan klub tertentu. Tidak ada kepastian bahwa keduanya akan bermain di kompetisi tersebut; ucapan Nadeo semata menunjukkan keakraban di para pemain. Di balik gurauan itu, pertukaran cerita tetap menjadi hal utama. Nadeo berbagi perspektif sebagai pemain lokal, sementara Audero dan Paes membawa pengalaman dari perjalanan mereka sendiri. Interaksi tersebut memperkaya kebersamaan di tim dan memperlihatkan bahwa proses belajar dapat berjalan dua arah, melalui rasa ingin tahu, percakapan, serta pengalaman yang saling dibagikan.Di bawah asuhan John Herdman, Nadeo Argawinata berada dalam urutan ketiga penjaga gawang Timnas Indonesia, setelah Emil Audero dan Maarten Paes. Posisi tersebut menempatkannya dalam lingkungan latihan dengan persaingan dan standar yang tinggi. Meski bukan pilihan utama, kehadiran Nadeo tetap menjadi bagian penting dari kelompok kiper yang dipersiapkan tim nasional. Ia dapat belajar langsung dari pengalaman serta pendekatan rekan-rekannya, sekaligus menjaga kesiapan untuk mengambil peran ketika dibutuhkan.
Pengalaman berlatih bersama tim nasional disebut turut meningkatkan kualitas Nadeo. Sesi latihan di level tersebut memberinya kesempatan mengasah kemampuan teknis, membaca permainan, dan membangun komunikasi dengan pemain bertahan. Persaingan dengan Audero dan Paes juga menjadi dorongan untuk terus berkembang. Bagi seorang penjaga gawang, proses belajar seperti ini tidak hanya berlangsung saat bertanding, tetapi juga melalui latihan rutin, evaluasi, dan pertukaran pengalaman di dalam skuad. Bekal itu kemudian dapat diterapkan ketika ia kembali memperkuat klub.
Bersama Persija yang ditangani Shin Tae-yong, Nadeo mendapat peran sebagai kiper utama dan menunjukkan catatan awal yang solid. Dalam empat pertandingan, ia baru satu kali kebobolan, yakni saat menghadapi Persib Bandung pada matchday kedua Super League.
Baca juga: Warga Sawangan Gelar Doa Bersama untuk Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang | Jadwal Resmi Hari Libur dan Cuti Bersama 2027 | Gerak Cepat Babinsa Bersama Tim Karhutla Padamkan Api






