Jakarta | Arema FC mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos pada Jumat, 23 Oktober. Keputusan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa tugas Santos bersama klub berjuluk Singo Edan itu. Pengumuman disampaikan setelah Arema menelan kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta dalam pertandingan Super League. Hasil tersebut terjadi pada matchday keenam kompetisi musim ini. Dengan demikian, keputusan mengakhiri kerja sama diumumkan setelah laga yang berakhir dengan kekalahan besar bagi Arema. Peristiwa ini menjadi perubahan penting bagi tim, karena posisi pelatih kepala di Arema tidak lagi dipegang Santos setelah pertandingan tersebut. Hubungan kerja sama klub dan pelatih pun resmi berakhir pada Jumat itu.
Kekalahan 1-5 dari Persija menjadi konteks langsung pengumuman Arema mengenai berakhirnya kerja sama dengan Santos. Skor tersebut menandai hasil pertandingan yang tidak berpihak kepada Arema pada pekan keenam Super League. Dalam keterangan mengenai keputusan ini, hal yang dapat dipastikan adalah urutan waktunya: Arema lebih dahulu menghadapi Persija, kemudian klub mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih kepala. Tidak ada rincian pertandingan lain yang diperlukan untuk memahami pokok kabar tersebut. Fokusnya berada pada hasil akhir laga dan perubahan kepelatihan yang diumumkan sesudahnya. Bagi Arema, kekalahan itu juga diikuti perubahan posisi di klasemen, sehingga hasil pertandingan memiliki konsekuensi bagi catatan kompetitif tim pada fase awal kompetisi tersebut.
Setelah hasil melawan Persija, posisi Arema turun ke peringkat ke-12 klasemen Super League. Penurunan tersebut menjadi salah satu dampak yang tercatat setelah kekalahan pada matchday keenam. Dengan posisi itu, Arema berada di urutan ke-12 dalam klasemen setelah melalui enam pertandingan. Informasi mengenai peringkat memberikan gambaran tambahan mengenai keadaan tim pada saat pengumuman keputusan terhadap Santos disampaikan. Berakhirnya kerja sama dan turunnya posisi klasemen merupakan dua perkembangan yang berkaitan dengan periode yang sama, tetapi keduanya tetap merupakan fakta berbeda: satu menyangkut keputusan klub tentang pelatih kepala, sedangkan yang lain menunjukkan posisi Arema di kompetisi. Pengumuman pada Jumat, 23 Oktober, dengan demikian hadir setelah kekalahan 1-5, ketika Arema berada di peringkat ke-12. Catatan tersebut merangkum inti kabar tanpa menambahkan detail laga yang tidak tersedia.
Manajemen Arema menyampaikan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos diambil setelah klub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tim. Evaluasi tersebut mencakup rentetan hasil negatif yang dicatat Arema dalam kompetisi musim 2026/2027. Keterangan itu menjadi dasar resmi yang disampaikan klub mengenai perubahan kerja sama dengan pelatih asal Brasil tersebut. Dengan demikian, alasan yang dikemukakan manajemen berfokus pada penilaian atas hasil dan perjalanan tim sejauh ini. Klub tidak merinci faktor lain di luar evaluasi tersebut dalam keterangan yang menjadi dasar keputusan. Pernyataan manajemen menempatkan rangkaian hasil pertandingan sebagai konteks utama, tanpa menjelaskan lebih jauh pertimbangan internal yang mungkin menyertai proses evaluasi itu.
Menurut keterangan klub, hasil-hasil negatif yang berulang menjadi bahan penilaian menyeluruh sebelum keputusan diumumkan. Langkah tersebut, sebagaimana dijelaskan manajemen, diambil demi menyelamatkan arah perjalanan Arema di kompetisi musim 2026/2027. Penyampaian ini menunjukkan tujuan yang dinyatakan klub adalah menjaga perjalanan tim dalam kompetisi, setelah melihat hasil yang belum sesuai harapan. Manajemen tidak memberikan penafsiran tambahan mengenai maksud dari upaya menyelamatkan arah tersebut. Karena itu, alasan keputusan dapat dipahami sesuai batas keterangan resmi: evaluasi atas rentetan hasil negatif dan kepentingan menjaga arah perjalanan Arema musim ini. Tidak ada dasar dalam keterangan itu untuk mengaitkannya dengan alasan lain yang tidak disebutkan oleh klub.
Pengumuman pengakhiran kerja sama muncul setelah kekalahan telak Arema dari Persija, namun klub menyebut evaluasi menyeluruh atas rentetan hasil negatif sebagai alasan keputusan. Keterangan tersebut tidak menyatakan bahwa satu pertandingan saja menjadi penentu, dan tidak merinci bobot setiap hasil dalam proses penilaian. Dengan tetap berpegang pada pernyataan manajemen, keputusan ini merupakan langkah yang diambil setelah meninjau kondisi tim dan demi menyelamatkan arah perjalanan Arema di kompetisi 2026/2027. Informasi mengenai pertimbangan lain, proses internal, atau rencana berikutnya tidak perlu ditambahkan tanpa keterangan klub. Penjelasan resmi yang tersedia terbatas pada evaluasi hasil tim dan tujuan menjaga arah perjalanan Arema pada musim kompetisi tersebut, sehingga pembaca dapat membedakan pernyataan klub dari dugaan atau tafsiran yang tidak dikonfirmasi.Marcos Santos mulai menangani Arema pada awal musim 2025/2026. Penunjukan itu menandai dimulainya masa kepelatihannya bersama klub tersebut untuk kompetisi musim itu. Sejak awal, perannya adalah memimpin tim dalam rangkaian pertandingan Super League. Catatan tersebut menjadi titik awal untuk memahami konteks keputusan Arema mengakhiri kerja sama dengannya setelah kekalahan telak dari Persija. Periode yang dibahas di sini terbatas pada musim 2025/2026 dan tugasnya sebagai pelatih Arema, tanpa memperluas pembahasan ke riwayat karier sebelum atau sesudah berada di klub. Selama musim berjalan, tanggung jawab Marcos mencakup memimpin Arema di kompetisi liga. Secara keseluruhan, ia memimpin tim dalam 34 pertandingan Super League pada musim tersebut. Jumlah pertandingan ini menggambarkan cakupan masa tugasnya bersama Arema sebelum kerja sama berakhir.
Dalam rentang 34 pertandingan itu, Arema menjalani kompetisi Super League sepanjang musim 2025/2026. Hasil akhir tim di klasemen adalah posisi kesembilan. Posisi tersebut menjadi bagian penting dari catatan musim yang berlangsung di bawah kepemimpinan Marcos, sekaligus memberikan konteks mengenai capaian Arema sebelum berpisah dengan sang pelatih. Informasi mengenai jumlah pertandingan dan posisi akhir dapat dibaca sebagai ringkasan masa kepelatihannya di klub pada kompetisi tersebut. Catatan ini tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik setiap hasil pertandingan, tetapi menunjukkan rentang tugas dan hasil akhir yang tercatat untuk musim itu. Keputusan mengakhiri kerja sama kemudian terjadi setelah Arema mengalami kekalahan telak dari Persija, sebagaimana menjadi latar pemberitaan mengenai perpisahan tersebut.
Dengan demikian, rekam masa kepelatihan Marcos di Arema pada musim 2025/2026 mencakup awal tugas pada permulaan musim, keterlibatan sebagai pemimpin tim dalam 34 laga Super League, serta posisi kesembilan yang diraih Arema pada akhir kompetisi. Urutan informasi tersebut menempatkan keputusan klub dalam konteks masa kerja yang berlangsung sepanjang musim, tanpa menambahkan rincian lain yang tidak tercantum dalam catatan ini. Setelah kekalahan telak dari Persija, Arema mengakhiri kerja sama dengan Marcos. Peristiwa itu menutup periode tugasnya bersama klub pada musim tersebut. Gambaran ini merangkum masa kepelatihan Marcos di Arema berdasarkan kompetisi, jumlah pertandingan yang dipimpin, dan posisi akhir tim.
Dalam enam pertandingan awal musim ini, Arema mencatat satu kemenangan, dua kekalahan, dan tiga hasil imbang. Rangkaian hasil tersebut menggambarkan perjalanan yang belum konsisten: tim mampu meraih kemenangan, tetapi juga belum selalu mengamankan poin penuh atau menghindari kekalahan. Dari enam laga yang telah dijalani, kemenangan yang tercantum dalam sumber adalah saat Arema menundukkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0. Hasil itu menjadi satu-satunya kemenangan yang disebutkan untuk periode tersebut, sementara catatan lima pertandingan lainnya terbagi hasil imbang dan kekalahan.
Rincian rekor itu menunjukkan bahwa tiga laga berakhir tanpa pemenang, sedangkan dua pertandingan berujung kekalahan. Dengan demikian, hasil imbang menjadi jenis hasil terbanyak dalam enam pertandingan awal Arema.
Baca juga: Persija Jakarta Memulai Musim dengan Catatan Sempurna | Dukungan Penuh Persija untuk Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026 | Kerja Sama Strategis Bank BJB dan MNC Finance
10 kunjungan





