MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Penyerangan antarkelompok geng motor terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 4 Oktober, dan menimbulkan dua korban. Muh. Akmal Makmur, 24 tahun, meninggal dunia setelah diduga menjadi sasaran penganiayaan dalam bentrokan tersebut. Sementara itu, Muh. Farel SM, 16 tahun, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad membenarkan adanya dua korban dalam insiden itu. Ia menyebutkan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya terluka. Keterangan tersebut menjadi dasar awal penanganan aparat terhadap peristiwa yang berlangsung pada dini hari dan diduga melibatkan sejumlah kelompok pengendara sepeda motor.
Akmal ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 03.35 Wita di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Lokasi penemuan korban berada di salah satu jalur utama Kota Makassar yang tetap menjadi perhatian petugas setelah kejadian. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal untuk mengumpulkan keterangan serta menelusuri rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.
Adapun Farel mengalami sejumlah luka robek, terutama pada bagian kepala dan punggung. Setelah mendapatkan pertolongan, remaja tersebut dibawa ke RS Dr. Tadjuddin Chalid untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Kondisinya dilaporkan membutuhkan penanganan intensif akibat dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam. Penyidik masih mendalami penyebab bentrokan, identitas pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya kaitan penyerangan dan keberadaan dua kendaraan yang terbakar dalam kejadian tersebut.
Rangkaian kejadian tersebut bermula sekitar pukul 02.00 Wita ketika kelompok korban berkumpul di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya. Pada waktu itu, kelompok lain yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor datang ke lokasi. Kelompok tersebut disebut membawa sejumlah senjata tajam, di antaranya parang dan anak busur.
Kedatangan kelompok itu kemudian memicu perlawanan dari kelompok korban. Mereka melakukan pengejaran terhadap kelompok yang datang tersebut ke arah Kabupaten Maros. Kejar-kejaran berlanjut hingga mencapai Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepat di depan sebuah minimarket.
Di lokasi tersebut, sepeda motor yang ditumpangi Arif, Nizar, dan Akmal bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga dan Farel. Kecelakaan itu membuat kedua kendaraan berhenti dan para pengendara berada dalam kondisi pascakecelakaan.
Kelompok yang diduga datang dari arah Maros kemudian berbalik setelah melihat kecelakaan tersebut. Mereka diduga mendatangi para korban dan melakukan penyerangan menggunakan parang serta busur. Akmal dan Farel, yang masih berada dalam kondisi pascakecelakaan, tidak sempat menyelamatkan diri dari serangan itu.
Keduanya kemudian menjadi sasaran penganiayaan secara bersama-sama. Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Farel mengalami luka berat. Peristiwa tersebut berlangsung setelah pengejaran antarkelompok yang sebelumnya dimulai dari Jalan Dg Ramang dan berlanjut hingga kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19.
Polisi menyampaikan bahwa Farel masih menjalani perawatan intensif setelah ditemukan dalam kondisi terluka akibat bentrokan antarkelompok geng motor di Makassar. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, terdapat luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga disebabkan oleh tebasan senjata tajam jenis parang. Pernyataan tersebut masih berupa dugaan berdasarkan pemeriksaan awal dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban terluka.
Selain luka robek di bagian belakang kepala, anak panah busur dilaporkan masih tertancap pada bagian kepala Farel. Polisi juga menyebut adanya luka pada bagian punggung. Kondisi tersebut membuat Farel harus mendapatkan penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid. Perawatan dilakukan untuk menangani luka-luka yang dialaminya sekaligus memantau kondisi korban setelah insiden. Informasi mengenai perkembangan kesehatan Farel tetap menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan penyidik.
Sementara itu, Akmal yang meninggal dalam kejadian tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Proses evakuasi dilaporkan berlangsung sekitar pukul 05.08 Wita. Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan forensik, termasuk visum et repertum dan autopsi. Pemeriksaan itu diperlukan untuk mendokumentasikan kondisi jenazah serta membantu penyidik memastikan penyebab dan mekanisme kematian berdasarkan bukti medis.
Penanganan terhadap Farel dan pemeriksaan terhadap jenazah Akmal menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian. Hasil pemeriksaan medis dan forensik nantinya diharapkan dapat melengkapi informasi mengenai jenis luka, kemungkinan penyebabnya, serta hubungan temuan tersebut dengan bentrokan yang terjadi. Polisi masih mendalami keterangan saksi, bukti di lokasi, dan rangkaian peristiwa sebelum menyampaikan kesimpulan yang lebih menyeluruh.
Hampir bersamaan dengan penyerangan yang menewaskan Akmal, aksi lain yang melibatkan kelompok yang diduga geng motor terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru, Makassar. Peristiwa ini berlangsung di lokasi berbeda dan tidak dapat dicampurkan dengan tempat penyerangan yang menyebabkan korban jiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, sekitar pukul 05.00 Wita, kurang lebih 20 sepeda motor yang diduga berasal dari kelompok geng motor melintas dari arah timur. Ketika berada di kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonn er, Kelurahan Barabaraya Selatan, Kecamatan Makassar, rombongan itu diduga dihadang sekelompok pemuda.
Warga menyebut para pemuda kemudian menyerang dengan menggunakan petasan dan busur. Serangan tersebut diduga membuat sejumlah pengendara terjatuh. Dalam situasi itu, beberapa pengendara meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi dan melarikan diri dari kawasan tersebut.
Dua sepeda motor yang tertinggal kemudian dibakar. Kobaran api menghanguskan kendaraan tersebut sebelum akhirnya bangkainya dievakuasi oleh petugas. Sekitar pukul 06.20 Wita, kedua kendaraan dibawa ke Mapolsek Makassar untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk identitas pihak yang menyerang rombongan pengendara, pihak yang membakar kendaraan, serta hubungan insiden ini dengan bentrokan kelompok yang terjadi pada waktu berdekatan. Aparat juga masih menyelidiki pelaku penyerangan yang menyebabkan Akmal meninggal dunia. Penanganan dilakukan secara terpisah untuk memastikan setiap lokasi, korban, dan peristiwa dapat dijelaskan berdasarkan bukti serta keterangan saksi.






