BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi US$6,9 Miliar

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi US$6,9 Miliar

Jakarta | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menempati posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia. Berdasarkan laporan Brand Finance Indonesia 100 2026, nilai merek BRI tercatat mencapai US,9 miliar. Pencapaian tersebut memperkuat reputasi BRI sebagai salah satu perusahaan dengan ekuitas merek terkuat di pasar nasional, sekaligus menunjukkan konsistensi kinerja dan kepercayaan publik terhadap perseroan.

Gelar itu berhasil dipertahankan selama empat tahun berturut-turut. Peringkat tersebut ditetapkan oleh Brand Finance, konsultan valuasi merek global yang secara berkala mengukur kekuatan dan nilai ekonomi berbagai merek di sejumlah negara. Penilaian dalam laporan ini mencerminkan kemampuan sebuah merek dalam membangun pengenalan, kepercayaan, relevansi, serta hubungan jangka panjang dengan para pemangku kepentingannya.

Posisi teratas BRI menjadi semakin berarti karena diraih ketika perekonomian global masih menghadapi berbagai dinamika. Perubahan suku bunga, ketidakpastian geopolitik, perkembangan teknologi, dan pergeseran perilaku konsumen turut memengaruhi lingkungan bisnis serta sektor keuangan. Dalam kondisi tersebut, perusahaan dituntut untuk mempertahankan daya saing, meningkatkan kualitas layanan, dan merespons kebutuhan nasabah secara lebih cepat.

Persaingan industri jasa keuangan di Indonesia juga semakin ketat seiring munculnya inovasi digital, pertumbuhan perusahaan teknologi finansial, dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan yang mudah diakses. Nilai merek sebesar US$6,9 miliar menunjukkan bahwa BRI mampu menjaga relevansinya di tengah perubahan tersebut. Capaian ini sekaligus menegaskan peran penting BRI dalam memperluas akses keuangan, mendukung pelaku usaha, dan memberikan layanan bagi berbagai lapisan masyarakat.

Posisi BRI sebagai merek paling bernilai di Indonesia ditopang oleh fondasi bisnis yang relatif tangguh dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Model perbankan ritel memungkinkan perseroan melayani nasabah dalam jumlah besar, dengan sumber pendapatan yang tersebar di berbagai wilayah dan segmen. Karakteristik ini membantu BRI menjaga relevansi ketika kondisi ekonomi berubah, karena aktivitas usaha masyarakat, kebutuhan transaksi, serta permintaan pembiayaan tetap berlangsung.

Salah satu kekuatan utama tersebut berasal dari besarnya kebutuhan pembiayaan pada segmen mikro. Pelaku usaha kecil dan ultra mikro membutuhkan akses modal untuk mempertahankan maupun mengembangkan kegiatan produktif, sementara layanan keuangan formal masih terus diperluas. Di luar pembiayaan mikro, kebutuhan terhadap kredit perumahan dan konsumer juga menyediakan ruang pertumbuhan yang berkelanjutan. Diversifikasi kebutuhan ini membuat kinerja bisnis perseroan tidak hanya bergantung pada satu jenis nasabah atau produk.

Luasnya jaringan layanan turut memperkuat kedekatan BRI dengan nasabah. Kehadiran kantor, unit layanan, agen, serta kanal digital membantu menjangkau masyarakat di wilayah perkotaan hingga daerah yang akses perbankannya masih terbatas. Kombinasi jaringan fisik dan teknologi digital memungkinkan layanan diberikan secara lebih mudah, cepat, dan efisien, sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.

Peran BRI dalam memperluas inklusi keuangan juga menjadi unsur penting dalam pembentukan nilai merek. Melalui pembiayaan usaha kecil, layanan tabungan, transaksi digital, dan pendampingan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani, perseroan berkontribusi menghubungkan lebih banyak orang dengan sistem keuangan formal. Dampak sosial dan ekonomi tersebut memperkuat kepercayaan publik terhadap merek.

Konteks industrinya pun mendukung. Laporan Brand Finance mencatat 100 merek paling bernilai di Indonesia memiliki nilai gabungan US$44,8 miliar. Dari jumlah itu, sektor perbankan menyumbang 45 persen, menunjukkan pentingnya industri ini dalam peta kekuatan merek nasional. Dengan ketahanan bisnis ritel, peluang pembiayaan yang luas, jaringan layanan yang ekstensif, dan kontribusi terhadap inklusi keuangan, BRI memiliki sejumlah faktor yang menopang posisinya di peringkat pertama.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai keberhasilan mempertahankan gelar sebagai merek paling bernilai di Indonesia merupakan pengakuan atas konsistensi perseroan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Dengan valuasi mencapai US$6,9 miliar, pencapaian tersebut tidak semata-mata mencerminkan kekuatan finansial, tetapi juga menunjukkan tingkat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap arah dan kinerja BRI.

Menurut Dhanny, posisi ini memiliki arti penting karena BRI mampu mempertahankannya selama empat tahun berturut-turut. “Mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi BRI. Hal ini menjadi pengakuan atas konsistensi kami dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, memberikan layanan berkualitas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dhanny dalam keterangan tertulis pada Minggu (11/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama dalam membentuk dan memperkuat merek BRI. Kepercayaan tersebut dibangun melalui pengalaman layanan yang konsisten, pengelolaan usaha yang bertanggung jawab, serta kemampuan perseroan memahami kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Bagi BRI, kualitas layanan tidak hanya berkaitan dengan kecepatan dan kemudahan transaksi, tetapi juga dengan kepastian, keamanan, dan relevansi solusi yang ditawarkan kepada nasabah.

Dhanny menambahkan, kekuatan merek perlu dibuktikan melalui kemampuan perusahaan memberikan nilai tambah secara berkelanjutan. Karena itu, penghargaan tersebut akan dipandang sebagai dorongan untuk terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kontribusi terhadap perekonomian nasional. Upaya tersebut mencakup pengembangan layanan yang semakin inklusif, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta dukungan terhadap pelaku usaha dan masyarakat agar dapat tumbuh bersama.

Dengan landasan kepercayaan nasabah dan fokus pada keberlanjutan, BRI berupaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan searah dengan penciptaan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Konsistensi inilah yang diharapkan dapat menjaga relevansi merek sekaligus memperkuat peran BRI dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia.

Selain mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia, BRI mencatat pencapaian penting dalam aspek keberlanjutan. Dalam laporan yang sama, BRI ditetapkan sebagai perusahaan dengan Sustainability Perceptions Value (SPV) tertinggi di Indonesia, dengan nilai mencapai US$328 juta. Indikator ini menunjukkan besarnya kontribusi persepsi publik terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan dalam membentuk nilai merek secara keseluruhan. Dengan demikian, reputasi BRI tidak hanya dibangun melalui kinerja finansial dan luasnya layanan, tetapi juga melalui kepercayaan pemangku kepentingan terhadap upaya perusahaan dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Pencapaian tersebut sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang BRI yang mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam berbagai kegiatan operasional. Penguatan pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama, termasuk penyaluran dana kepada sektor-sektor yang mendukung transisi ekonomi dan pengelolaan lingkungan. Pada saat yang sama, BRI terus memperluas pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan kapasitas. Perluasan inklusi keuangan juga menjadi bagian penting agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh layanan perbankan yang aman, mudah, dan relevan dengan kebutuhannya.

Dhanny menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap ketentuan atau pelaporan ESG. Menurutnya, keberlanjutan merupakan bagian dari strategi penciptaan nilai jangka panjang, ketika pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Perspektif ini menempatkan keberlanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, dan pembangunan hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan. Ke depan, inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, dan penerapan tata kelola yang baik akan tetap menjadi prioritas BRI. Konsistensi tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga relevansi merek dalam menghadapi perubahan ekonomi dan tuntutan pembangunan berkelanjutan.