Pencarian Tiga Hari di Sungai Tadukan Raga Berakhir dengan Duka

Pencarian Tiga Hari di Sungai Tadukan Raga Berakhir dengan Duka

Kabupaten Deli Serdang | Tim SAR gabungan menemukan dua remaja perempuan yang terseret arus Sungai Tadukan Raga, Kabupaten Deli Serdang, dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari. Kedua remaja itu sebelumnya dilaporkan terseret arus sungai, sehingga upaya pencarian dilakukan untuk menemukan mereka. Setelah berlangsung selama tiga hari, tim menemukan keduanya pada hari ketiga pencarian.

Peristiwa ini menjadi akhir dari upaya pencarian terhadap dua remaja yang terseret arus di Sungai Tadukan Raga. Informasi yang disampaikan menyebutkan bahwa keduanya ditemukan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dan dinyatakan meninggal dunia. Tidak ada keterangan lain dalam informasi tersebut mengenai waktu penemuan, identitas para remaja, maupun rincian lokasi mereka ditemukan. Karena itu, inti kabar yang dapat dipastikan adalah hasil pencarian dan berakhirnya operasi setelah tiga hari.

Pencarian selama tiga hari itu berakhir dengan ditemukannya kedua remaja, namun kabar tersebut sekaligus membawa duka bagi keluarga dan pihak-pihak yang menantikan hasilnya. Kejadian di Sungai Tadukan Raga, Deli Serdang, ini mencatat bahwa keduanya terseret arus dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari ketiga. Dengan penemuan tersebut, upaya untuk mencari kedua remaja tidak lagi berlanjut sebagai pencarian orang hilang. Peristiwa ini menyisakan kabar duka setelah tiga hari menunggu kepastian mengenai keberadaan mereka. Berdasarkan keterangan yang tersedia, tidak terdapat rincian tambahan yang dapat disampaikan mengenai keadaan sungai ataupun proses pencarian. Fokus informasi tetap pada temuan tim SAR gabungan, waktu penemuan, kondisi kedua korban, dan lamanya pencarian. Seluruh hal tersebut menegaskan bahwa pencarian tiga hari di Sungai Tadukan Raga berakhir pada Sabtu dengan ditemukannya dua remaja perempuan dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah pencarian berlangsung selama tiga hari, tim menemukan AF (17) sekitar pukul 03.30 WIB di aliran Sungai Tadukan Raga. Lokasi penemuan berada kurang lebih satu kilometer dari titik awal kejadian. Jarak tersebut menunjukkan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, meskipun pencarian harus mencakup aliran sungai di sekitarnya. Informasi mengenai waktu dan lokasi penemuan menjadi bagian penting dari urutan operasi pencarian, terutama karena petugas masih melanjutkan upaya untuk menemukan korban lainnya. Penemuan AF menandai perkembangan penting dalam pencarian, tetapi operasi belum berakhir pada saat itu.

Beberapa jam setelah AF ditemukan, tim kembali menemukan korban kedua, FE (15). FE ditemukan pada pukul 05.55 WIB dalam keadaan mengapung di tepi sungai. Lokasinya berada sekitar tujuh kilometer ke arah utara timur laut dari titik awal kejadian. Perbedaan jarak kedua lokasi penemuan memperlihatkan bahwa pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai, termasuk pada area yang cukup jauh dari titik awal. Urutan penemuan ini juga menjelaskan bahwa kedua korban tidak ditemukan pada waktu maupun lokasi yang sama. Rincian tersebut membantu menggambarkan cakupan pencarian tanpa mengabaikan waktu penemuan masing-masing korban.

Setelah ditemukan, kedua jenazah dievakuasi dari lokasi masing-masing. Proses evakuasi kemudian diikuti dengan penyerahan jenazah kepada keluarga. Dengan ditemukannya AF dan FE serta selesainya proses evakuasi dan penyerahan tersebut, pencarian yang berlangsung selama tiga hari berakhir. Kedua lokasi penemuan menjadi penutup operasi yang dilakukan di kawasan sungai, setelah tim menelusuri aliran dari sekitar titik kejadian hingga area yang lebih jauh. Informasi mengenai pukul, jarak, dan arah lokasi penemuan memberikan gambaran jelas mengenai hasil pencarian, sementara evakuasi dan penyerahan kepada keluarga menandai tahap akhir penanganan terhadap kedua korban. Peristiwa ini meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Rangkaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa pencarian berakhir setelah kedua korban ditemukan dan dibawa untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Peristiwa yang menimpa AF dan FE bermula pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, di Sungai Tadukan Raga. Kedua remaja itu sedang mandi di sungai bersama empat orang rekan. Pada awalnya, kegiatan tersebut berlangsung bersama-sama di sekitar lokasi. Namun, situasi berubah ketika AF dan FE berusaha menyeberangi sungai bersama seorang teman. Saat mereka berada di aliran air, arus sungai mendadak menjadi deras. Kondisi tersebut membuat ketiganya kesulitan untuk melanjutkan penyeberangan dan mencapai tepian dengan aman.

Dalam kejadian itu, seorang teman mereka berhasil mencapai tepi sungai. Sementara itu, AF dan FE terseret arus dan tidak terlihat lagi oleh rekan-rekannya. Perubahan arus yang tiba-tiba membuat upaya menyeberang menjadi berbahaya, terlebih ketika kedua korban berada di bagian sungai yang alirannya kuat. Rekan yang berhasil selamat dan orang-orang di sekitar lokasi kemudian menghadapi keadaan darurat tersebut. Hilangnya AF dan FE memicu kekhawatiran, sehingga pencarian segera dilakukan di sekitar sungai. Warga yang berada di lokasi berupaya menemukan kedua remaja itu, meski pencarian berlangsung pada malam hari dan kondisi di aliran sungai perlu diwaspadai.

Pada malam yang sama, warga melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut dilakukan setelah AF dan FE dilaporkan terseret arus, dengan harapan keduanya dapat segera ditemukan. Pencarian warga berlangsung sebelum laporan disampaikan kepada Kantor SAR Medan. Setelah upaya awal itu, kejadian kemudian diinformasikan kepada petugas SAR agar penanganan dan pencarian dapat ditindaklanjuti. Rangkaian peristiwa sejak kedua korban mandi bersama rekan-rekannya hingga laporan diterima menjadi awal operasi pencarian di Sungai Tadukan Raga. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana derasnya arus dapat berubah menjadi ancaman saat seseorang berada di sungai, terutama ketika mencoba menyeberang. Informasi awal mengenai waktu kejadian, kegiatan para remaja, dan usaha warga mencari korban menjadi bagian penting dalam memahami kronologi sebelum pencarian lebih lanjut dilakukan.

Pencarian terhadap kedua korban di Sungai Tadukan Raga dilakukan secara gabungan dan terkoordinasi. Tim SAR bersama unsur terkait membagi upaya pencarian melalui jalur perairan dan darat agar area yang diperiksa dapat dijangkau secara lebih menyeluruh. Di sungai, petugas menggunakan perahu karet untuk menyusuri aliran dan memeriksa sejumlah titik yang diperkirakan berkaitan dengan lokasi hilangnya korban. Pada saat yang sama, personel lainnya menyisir bantaran sungai, mengamati tepian, serta menelusuri area yang dapat diakses dari darat. Koordinasi antartim menjadi bagian penting dalam proses tersebut, terutama untuk menyampaikan informasi lapangan dan mengarahkan pencarian ke lokasi yang perlu ditindaklanjuti.

Upaya itu berlangsung selama tiga hari, dengan pencarian yang terus disesuaikan berdasarkan kondisi di lapangan. Pada Sabtu dini hari, seorang penambang pasir setempat memberikan petunjuk setelah melihat jasad di sekitar sungai. Informasi tersebut segera diteruskan kepada petugas dan menjadi dasar bagi tim untuk menindaklanjuti pencarian di titik yang dimaksud. Setelah melakukan pemeriksaan, tim menemukan kedua korban. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan banyak pihak, namun sekaligus membawa duka bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Petunjuk warga setempat menunjukkan pentingnya komunikasi masyarakat dan petugas, khususnya ketika ada informasi yang dapat membantu proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, sehingga orang tua diharapkan selalu mengawasi mereka dan tidak membiarkan anak bermain atau berada di dekat aliran sungai tanpa pendampingan. Masyarakat juga diminta memperhatikan kekuatan arus, perubahan kondisi air, serta kedalaman sungai sebelum beraktivitas.

Baca juga: Evolusi Pencarian Korban KM Virgo 8

15 kunjungan