JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 29 September 2026, PT Telkom Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalankan inisiatif dekarbonisasi untuk mencapai emisi nol, atau net zero emission (NZE). Langkah ini menjadi sangat relevan dalam konteks perubahan iklim global yang semakin mendesak dan tuntutan masyarakat untuk perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, Telkom berupaya mengurangi jejak karbonnya secara signifikan.
Salah satu fokus utama dari strategi dekarbonisasi Telkom adalah melalui pengembangan dan pengelolaan kawasan The Telkom Hub. Kawasan ini dirancang untuk menjadi contoh praktik berkelanjutan dalam sektor teknologi informasi dan komunikasi, dimana semua aktivitas operasional akan dimodernisasi untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Melalui penerapan teknologi efisien dan ramah lingkungan, Telkom berupaya mengurangi emisi pada cakupan 1 dan 2, yang mencakup jejak karbon langsung dari aktivitas operasional dan energi yang digunakan.
Upaya ini tidak hanya akan memberikan dampak positif terhadap emisi, tetapi juga menciptakan kesadaran dan pengertian yang lebih luas tentang pentingnya keberlanjutan di kalangan karyawan dan mitra bisnis. Secara keseluruhan, komitmen dekabonisasi PT Telkom Indonesia mencerminkan sebuah visi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Implementasi kebijakan dan program yang dirancang secara baik diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam menggerakkan industri lain untuk mengikuti jejak dalam upaya mencapai net zero emission. Dengan langkah-langkah nyata ini, Telkom tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi dan generasi mendatang.
Telkom Indonesia, dalam upayanya untuk mencapai status emisi nol, baru-baru ini mengadakan acara penyerahan sertifikat yang menjadi momen penting dalam perjalanan perusahaan menuju transisi energi yang lebih bersih. Salah satu langkah signifikan dalam proses ini adalah penyerahan Renewable Energy Certificate (REC) yang merupakan bukti bahwa perusahaan telah menggunakan energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan. Sertifikat ini menjadi simbol komitmen Telkom Indonesia terhadap pengurangan jejak karbon dan penggunaan energi yang ramah lingkungan.
Acara tersebut juga mencakup penyerahan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK), yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan memperoleh sertifikasi ini, Telkom Indonesia tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi yang ada, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah dan target global dalam menghadapi perubahan iklim.
Melalui perolehan RECs dan SPE GRK, Telkom Indonesia membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga memiliki visi yang jauh ke depan dalam menjaga keberlanjutan. Dalam era di mana kesadaran akan pentingnya energi bersih semakin meningkat, langkah-langkah seperti ini menjadi acuan bagi industri lainnya. Diharapkan penyerahan sertifikat ini akan mendorong lebih banyak inisiatif serupa dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan di seluruh sektor, mendukung upaya negara untuk mencapai target pengurangan emisi secara menyeluruh.
Telkom Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam upaya pengurangan emisi karbon melalui sejumlah inisiatif yang strategis. Salah satu pencapaian utama perusahaan adalah pembelian lebih dari 45 ribu unit Renewable Energy Certificates (REC) dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan kontribusi yang besar terhadap pengurangan emisi karbon di atmosfer. Dengan cara ini, Telkom berkomitmen untuk tidak hanya memenuhi regulasi lingkungan, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan energi di Indonesia.
Selain pembelian REC, Telkom juga berupaya meningkatkan efisiensi energi di berbagai fasilitasnya. Misalnya, penerapan 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di lingkungan gedung Telkom Landmark Tower menjadi salah satu program unggulan perusahaan. PJUTS menawarkan solusi yang ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan. Dengan memanfaatkan sinar matahari, unit-unit ini memastikan bahwa pencahayaan jalan tidak hanya efisien, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.
Keberhasilan upaya pengurangan emisi dan efisiensi energi ini bukan hanya sekadar inisiatif yang bersifat lokal, tetapi juga mencerminkan visi jangka panjang Telkom dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui implementasi teknologi hijau dan praktik berkelanjutan, diharapkan Telkom Indonesia dapat mencapai target emisi nol yang menyeluruh. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperluas penggunaan energi terbarukan dan berinvestasi dalam solusi energi bersih yang lebih inovatif di masa mendatang.
Dalam era transisi energi yang berkelanjutan, Telkom Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap keberhasilan dekarbonisasi dengan memanfaatkan teknologi modern. Salah satu solusi yang diadopsi adalah Building Management System (BMS). Teknologi ini dirancang untuk memantau dan mengelola berbagai sistem dalam gedung, termasuk pencahayaan, pemanasan, ventilasi, dan pendinginan. Melalui BMS, Telkom dapat mengoptimalkan konsumsi energi yang digunakan, sehingga berkontribusi pada efisiensi energi secara keseluruhan.
Implementasi BMS membantu Telkom dalam mengidentifikasi area di mana terdapat pemborosan energi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya. Dengan kemampuan analitik yang canggih, sistem ini dapat memberikan laporan real-time mengenai penggunaan energi, memungkinkan pengelola gedung untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung tujuan jangka panjang untuk mencapai emisi nol.
Lebih lanjut, penggunaan teknologi ini juga aspek penting dalam menjaga daya saing Telkom di pasar yang semakin menekankan pada keberlanjutan. Dengan mengadopsi sistem seperti BMS, perusahaan tidak hanya memenuhi regulasi lingkungan, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial dan komitmen terhadap kelestarian planet. Ini merupakan bagian dari strategi holistik yang diambil oleh Telkom untuk mendukung inisiatif dekarbonisasi, yang mencakup pengurangan emisi serta peningkatan efisiensi operasional.
Secara keseluruhan, teknologi BMS mewakili evolusi dalam cara Telkom Indonesia mengelola dan menggunakan energi. Dengan integrasi teknologi ini, perusahaan berusaha tidak hanya untuk menjadi lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, tetapi juga untuk berperan aktif dalam perjuangan global melawan perubahan iklim. Melalui pendekatan yang inovatif ini, Telkom berpotensi memimpin industri dalam upaya untuk mencapai emisi nol di masa depan.










