Van der Sar Sampaikan Selamat kepada Maarten Paes Setelah Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Van der Sar Sampaikan Selamat kepada Maarten Paes Setelah Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Jakarta | Edwin van der Sar mengaku telah menelepon Maarten Paes untuk menyampaikan ucapan selamat setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Panggilan tersebut menjadi bentuk apresiasi pribadi dari mantan penjaga gawang Belanda itu kepada Paes, yang turut menjadi bagian dari perjalanan skuad Garuda dalam meraih gelar.

Van der Sar menyampaikan bahwa dirinya merasa senang dapat berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia. Dukungan tersebut menunjukkan hubungan positif yang terbangun melalui kiprah Maarten Paes, sekaligus mencerminkan perhatian Van der Sar terhadap kemajuan sepak bola nasional di tingkat internasional.

Keberhasilan Indonesia dipastikan setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada 5 Oktober. Hasil itu mengantarkan Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan memberikan pencapaian penting bagi sepak bola nasional. Seusai keberhasilan tersebut, ucapan selamat dari Van der Sar menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap prestasi yang diraih tim.

Percakapan Van der Sar dan Paes juga memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang pemain dapat membawa dampak lebih luas. Bagi Paes, apresiasi dari sosok berpengalaman dalam sepak bola dunia menjadi dukungan tersendiri. Sementara bagi Van der Sar, kesempatan untuk ikut mendukung perkembangan sepak bola Indonesia merupakan hal yang membanggakan. Momen ini menegaskan nilai hubungan profesional, dukungan lintas negara, dan keyakinan bahwa prestasi di lapangan dapat mendorong perkembangan sepak bola secara berkelanjutan.

Edwin van der Sar menyampaikan apresiasi kepada seluruh penggemar sepak bola Indonesia setelah tim nasional Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ucapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para pemain, pelatih, dan ofisial yang terlibat langsung dalam perjalanan turnamen, tetapi juga kepada masyarakat yang memberikan dukungan tanpa henti dari berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim nasional selalu memiliki hubungan erat dengan energi, harapan, dan kesetiaan para pendukungnya.

Van der Sar menilai antusiasme suporter Indonesia menunjukkan betapa kuatnya posisi sepak bola dalam kehidupan masyarakat. Perayaan atas gelar tersebut, termasuk dukungan kepada Maarten Paes, dipandang sebagai bentuk kebanggaan nasional yang menyatukan berbagai kelompok. Ia turut menyampaikan selamat kepada para penggemar yang telah menjadi bagian penting dari pencapaian bersejarah tersebut. Apresiasi itu mencerminkan penghormatan terhadap atmosfer sepak bola Indonesia yang dikenal semarak dan penuh keterlibatan emosional.

Dalam pernyataannya, Van der Sar juga menyinggung adanya kesamaan Indonesia dan Belanda dalam hal kecintaan terhadap tradisi serta warisan budaya. Kedua negara, menurut pandangan tersebut, sama-sama memiliki perhatian terhadap nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kesamaan ini dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat, termasuk melalui olahraga dan pengalaman para pemain yang berkiprah di lingkungan sepak bola kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan oleh Van der Sar, tokoh sepak bola Belanda yang pernah menjabat sebagai CEO Ajax Amsterdam pada 2016 hingga 2023. Pengalaman panjangnya sebagai pemain dan pengelola klub membuat pandangannya memiliki konteks luas mengenai hubungan prestasi olahraga, identitas, dan dukungan publik. Meski demikian, inti pesannya tetap sederhana, yakni memberikan penghormatan kepada seluruh penggemar sepak bola Indonesia atas keberhasilan tim nasional meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

Edwin van der Sar turut menyoroti situasi Maarten Paes di Ajax setelah kiper tersebut membantu Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Menurut Van der Sar, Paes masih menghadapi persaingan yang cukup ketat untuk memperoleh tempat sebagai penjaga gawang utama klub asal Amsterdam tersebut. Pada musim ini, Paes disebut lebih sering berada di bangku cadangan karena belum menjadi pilihan reguler di bawah mistar.

Persaingan itu menjadi semakin sulit karena Paes harus berhadapan dengan Marc-Andre ter Stegen, kiper asal Jerman yang juga memperjuangkan posisi utama di Ajax. Van der Sar menilai ter Stegen sebagai penjaga gawang yang sangat bagus. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa persaingan di keduanya bukan sekadar perebutan tempat biasa, melainkan kompetisi dengan pemain yang memiliki kualitas dan pengalaman tinggi.

Dalam pandangan Van der Sar, kondisi tersebut membuat kesempatan Paes untuk tampil secara konsisten menjadi lebih terbatas. Rotasi maupun keputusan pelatih mengenai susunan pemain dapat memengaruhi jumlah penampilannya sepanjang musim. Karena ter Stegen dinilai memiliki kemampuan yang sangat baik, Paes perlu bersaing secara langsung untuk meyakinkan tim pelatih bahwa dirinya layak mendapat kepercayaan sebagai kiper utama.

Meski demikian, Van der Sar tetap memberikan penilaian positif terhadap keberadaan Paes di Ajax. Menurutnya, bergabung dengan klub tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan Paes sebagai penjaga gawang. Situasi persaingan dengan ter Stegen juga menjadi gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Paes di lingkungan klub. Van der Sar menyampaikan pandangannya itu sambil tetap mengakui kualitas Paes dan posisi kompetitif yang harus dijalani sang kiper di Ajax pada musim ini.

Keberadaan Edwin van der Sar di Jakarta menambah warna tersendiri dalam rangkaian kabar mengenai sepak bola Indonesia. Mantan kiper Manchester United dan tim nasional Belanda itu datang untuk mengikuti pertandingan ekshibisi Manchester United Legend melawan Arsenal Legend di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu malam, 10 Oktober. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan hubungan yang cukup dekat legenda sepak bola tersebut dan Indonesia, negara yang beberapa kali ia kunjungi.

Van der Sar mengakui bahwa dirinya selalu senang berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang luar biasa, baik karena masyarakatnya maupun karena antusiasme besar terhadap sepak bola. Pernyataan itu mencerminkan kesan positif yang ia miliki setiap kali berada di Tanah Air. Ia juga menyebut pernah beberapa kali berlibur ke Bali, sehingga kunjungannya ke Indonesia bukan hanya berkaitan dengan agenda olahraga, tetapi turut diwarnai pengalaman pribadi yang menyenangkan.

Riwayat kedatangan Van der Sar di Indonesia telah berlangsung sejak 2014. Ketika itu, ia hadir bersama Ajax Amsterdam dalam agenda menghadapi Persib Bandung. Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen yang memperkenalkan lebih dekat sosoknya kepada pencinta sepak bola Indonesia, khususnya para pendukung klub dan penggemar sepak bola Eropa. Ia kemudian kembali datang beberapa bulan sebelumnya dalam momen Piala Dunia 2026, sebelum hadir lagi di Jakarta untuk pertandingan ekshibisi antarmantan pemain Manchester United dan Arsenal.

Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tempat tersendiri bagi Van der Sar. Antusiasme publik, pengalaman bersama klub besar, serta kenangan berlibur di Bali menjadi bagian dari hubungan yang terus terbangun. Karena itu, kedatangannya di Jakarta tidak sekadar menghadirkan legenda sepak bola dunia, tetapi juga memperkuat kesan positif tentang Indonesia sebagai negara yang mampu menyambut tokoh-tokoh besar olahraga dengan hangat.

Baca juga: Timnas Indonesia: Persiapan Menyongsong FIFA ASEAN Cup 2026 | Dua Pendaki Tersesat di Hutan Gunung Agung Ditemukan Selamat | Mengatasi Krisis Bunuh Diri: Kisah Inspiratif dari Mereka yang Selamat