Tazza: Beelzebub’s Song hadir sebagai film Korea terbaru yang kembali membawa penonton ke dalam semesta Tazza, sebuah dunia yang lekat dengan intrik kriminal dan permainan perjudian. Film ini menempatkan aktivitas taruhan bukan sekadar sebagai latar, melainkan sebagai ruang tempat berbagai kepentingan bertemu. Di balik meja permainan, setiap keputusan dapat berkaitan dengan kepercayaan, kekuasaan, serta hubungan yang mudah berubah menjadi konflik.
Film ini juga menjadi debut Byun Yo-han dalam seri Tazza. Ia memerankan Jang Tae-young, tokoh yang berada di pusat kisah dan terlibat langsung dalam lingkungan perjudian kelas atas. Melalui karakter tersebut, cerita bergerak di ruang-ruang permainan yang mempertemukan para pemain dengan kemampuan, tujuan, dan rahasia masing-masing. Fokusnya berada pada poker profesional, sehingga ketegangan dibangun melalui persaingan di meja permainan dan konsekuensi dari setiap langkah yang diambil.
Dalam dunia tersebut, poker menjadi arena bagi ambisi yang saling berhadapan. Permainan tidak hanya memperlihatkan kemampuan membaca lawan dan mengambil risiko, tetapi juga membuka kemungkinan munculnya pengkhianatan di orang-orang yang sebelumnya saling percaya. Jang Tae-young harus menghadapi situasi ketika kepentingan pribadi dan hubungan dengan pihak lain mulai berbenturan. Konflik yang berkembang kemudian berkaitan dengan ambisi untuk mencapai tujuan, pengkhianatan yang mengubah arah perjalanan, serta keinginan untuk membalas dendam. Dengan latar perjudian kelas atas dan poker profesional, Tazza: Beelzebub’s Song memperkenalkan babak baru dalam seri tersebut melalui kisah Jang Tae-young dan pertarungannya di tengah jaringan permainan, kepentingan, serta konflik kriminal.
Jang Tae-young digambarkan sebagai pria cerdas yang mampu melihat nilai tersembunyi di balik sebuah peluang. Ia tidak sekadar memiliki keberanian untuk mengambil risiko, tetapi juga kemampuan alami dalam memutar modal agar terus berkembang. Bagi Tae-young, uang adalah alat yang dapat digerakkan melalui perhitungan, jaringan, dan keputusan yang tepat. Cara berpikir tersebut membuatnya cepat membaca potensi bisnis perjudian, terutama poker, yang menawarkan keuntungan besar sekaligus ruang bagi strategi dan kecerdikan.
Setelah menilai peluang itu, Jang Tae-young memutuskan untuk terjun lebih dalam ke industri poker. Ia memahami bahwa bisnis tersebut tidak hanya bergantung pada keberuntungan pemain, melainkan juga pada pengelolaan meja, perputaran uang, serta kemampuan membangun kepercayaan. Karena itu, ia mengajak sahabatnya, Park Tae-young, untuk mendirikan usaha bersama. Park, yang diperankan oleh Roh Jae-won, memiliki keahlian luar biasa ketika berada di meja poker. Instingnya tajam, ia mampu membaca gerak lawan, dan keputusan yang diambilnya sering kali menunjukkan kualitas seorang genius.
Namun, keunggulan Park Tae-young tidak serta-merta membuatnya percaya diri. Di hadapan Jang Tae-young yang dominan, visioner, dan selalu tampak selangkah lebih maju, Park terus merasa kalah bersaing. Ia seolah berada di bawah bayang-bayang sahabatnya sendiri, meskipun kemampuan poker yang dimilikinya sangat mengesankan. Perasaan tersebut perlahan memengaruhi cara Park memandang bisnis dan persahabatan mereka. Apa yang pada awalnya hanya merupakan kerja sama untuk meraih keuntungan berubah menjadi dorongan pribadi untuk membuktikan diri. Setiap kemenangan, kekalahan, dan keputusan Jang Tae-young semakin memperbesar obsesi Park Tae-young. Ia tidak lagi sekadar ingin menjalankan bisnis atau memenangkan permainan, tetapi juga ingin melampaui sosok yang selama ini dianggap lebih unggul darinya. Dari sinilah hubungan keduanya mulai dipenuhi ambisi, tekanan, dan ketegangan yang semakin sulit dikendalikan.
Hubungan Park Tae-young dan Jang Tae-young mengalami perubahan drastis ketika persahabatan yang selama ini menjadi dasar perjuangan mereka berubah menjadi sumber kehancuran. Park Tae-young secara mengejutkan mengkhianati rekannya dengan mengambil alih seluruh aset, jaringan, serta usaha yang dibangun bersama. Tindakan tersebut bukan sekadar perselisihan bisnis, melainkan serangan langsung terhadap kepercayaan yang telah mereka bangun melalui berbagai permainan poker dan kesepakatan berisiko. Jang Tae-young kehilangan kendali atas bisnisnya, sumber pendapatan, dan posisi yang sebelumnya membuatnya disegani. Dalam waktu singkat, ia harus menghadapi kehancuran total sekaligus mencari cara untuk memahami alasan di balik pengkhianatan tersebut.
Perebutan aset itu memperlebar jarak di kedua tokoh utama. Park Tae-young kini berdiri sebagai pihak yang menguasai modal dan operasional bisnis, sedangkan Jang Tae-young dipaksa memulai kembali dari titik terendah. Konflik mereka tidak lagi hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga harga diri, ambisi, dan dendam pribadi. Setiap langkah yang diambil keduanya berpotensi memengaruhi banyak pihak, terutama karena usaha poker tersebut terhubung dengan kepentingan yang lebih besar. Persaingan menjadi semakin tajam ketika Jang Tae-young berusaha merebut kembali apa yang telah dirampas darinya, sementara Park Tae-young berupaya mempertahankan kekuasaan yang diperolehnya.
Situasi tersebut semakin rumit dengan kemunculan Kaneko, yang diperankan Ayaka Miyoshi. Ia merupakan direktur umum sebuah perusahaan yang mendapat dukungan dari jaringan yakuza asal Jepang. Kaneko tertarik memasuki bisnis poker karena melihat potensi keuntungan besar yang sebelumnya dikelola oleh Jang Tae-young dan Park Tae-young. Kehadirannya membawa modal, pengaruh, serta kepentingan baru ke dalam konflik yang sudah berlangsung. Di satu sisi, ia dapat menjadi mitra strategis bagi pihak yang mampu memenuhi kepentingannya. Di sisi lain, keterlibatannya berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan dan memperbesar tekanan terhadap kedua sahabat yang telah menjadi lawan tersebut. Kaneko membuat perebutan bisnis poker berkembang menjadi pertarungan yang melibatkan jaringan kriminal, strategi perusahaan, dan kepentingan pribadi.
Setelah dikhianati oleh sahabatnya sendiri, Jang Tae-young harus menata kembali hidup yang telah runtuh. Pengkhianatan tersebut tidak hanya merenggut kepercayaan, tetapi juga mengguncang posisi dan ambisinya dalam dunia perjudian. Di tengah tekanan, Tae-young berusaha bangkit dengan mengandalkan kemampuan membaca lawan, keberanian mengambil risiko, serta tekad untuk menuntaskan urusan lama. Perjalanannya tidak berlangsung mudah karena setiap langkah membawa ancaman baru dan memaksanya menghadapi konsekuensi dari keputusan masa lalu.
Upaya itu kembali mempertemukannya dengan Park Tae-young dalam ajang perjudian internasional yang melibatkan pemain-pemain berpengaruh dari berbagai penjuru dunia. Kompetisi berskala global tersebut menjadi arena bagi kedua tokoh untuk menguji kecerdikan, strategi, dan batas ketahanan mental masing-masing. Permainan yang mereka jalani bukan sekadar perebutan uang, melainkan pertaruhan atas kekuasaan, nasib, serta harga diri. Di balik setiap kartu dan keputusan, tersimpan agenda pembalasan dendam yang membuat ketegangan semakin meningkat. Tae-young harus menentukan apakah kemenangan layak dikejar dengan mengorbankan segalanya, sementara Park Tae-young berusaha mempertahankan kendali atas permainan dan masa depannya.
Tazza: Beelzebub’s Song diadaptasi dari komik berjudul sama karya Kim Se-young dengan ilustrasi Huh Young-man, yang pertama kali dipublikasikan pada dekade 2000-an. Komik ini merupakan seri keempat dalam waralaba Tazza, yang dikenal karena kisah perjudian, persaingan, dan karakter-karakter dengan kepentingan yang saling bertabrakan. Versi filmnya disutradarai oleh Choi Kook-hee, yang sebelumnya mengarahkan No Way Out: The Roulette, Life Is Beautiful, dan Split. Dengan latar kompetisi lintas negara serta konflik personal yang kuat, film ini menghadirkan perpaduan drama kriminal dan permainan berisiko tinggi. Tazza: Beelzebub’s Song tayang di bioskop Indonesia pada 30 September.





