SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kemunculan kembali buaya muara di sekitar Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, menghebohkan warga pada Rabu malam, 7 Oktober 2026. Seekor buaya berukuran sekitar tiga meter dengan berat kurang lebih 70 kilogram diketahui masuk ke jaring ikan milik warga di kawasan muara Sungai Cimandiri, Kampung Cibubuway, Desa Cibuntu. Peristiwa itu terjadi ketika warga sedang menjalankan aktivitas penangkapan ikan seperti biasa.
Buaya tersebut diduga berada di sekitar perairan muara sebelum akhirnya tersangkut dalam jaring yang dipasang warga. Temuan itu sontak menimbulkan kepanikan, mengingat ukuran satwa yang cukup besar dan lokasinya berada tidak jauh dari area yang biasa digunakan masyarakat. Warga kemudian berusaha menjaga jarak sambil memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.
Kemunculan buaya di kawasan tersebut kembali mengingatkan warga mengenai potensi keberadaan satwa liar di sepanjang aliran dan muara Sungai Cimandiri. Perubahan kondisi air, ketersediaan makanan, maupun aktivitas di sekitar habitatnya dapat mendorong buaya mendekati wilayah yang lebih sering didatangi manusia. Karena itu, warga diminta tidak mengambil tindakan sendiri atau berupaya menangkap satwa tersebut tanpa peralatan dan penanganan yang memadai.
Dalam situasi panik, warga segera melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi. Laporan tersebut disampaikan agar petugas dapat melakukan penanganan secara aman, baik bagi masyarakat maupun buaya yang terjerat. Warga di sekitar muara juga diimbau untuk sementara menjauhi lokasi, tidak mendekati jaring, serta tidak mengerumuni buaya atau mengambil gambar dari jarak dekat. Langkah cepat dan pelaporan kepada pihak berwenang diperlukan untuk mencegah risiko serangan maupun tindakan yang dapat melukai satwa.
Setelah menerima laporan mengenai kemunculan buaya muara di kawasan Cimandiri, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi segera bergerak menuju lokasi. Laporan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penanganan secara langsung, terutama karena keberadaan reptil itu dapat menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang beraktivitas di sekitar area tersebut.
Tim penyelamat kemudian mendatangi lokasi dan melakukan upaya evakuasi terhadap buaya yang dilaporkan muncul. Proses penanganan berlangsung dengan memperhatikan keselamatan, hingga reptil tersebut berhasil dievakuasi dengan aman. Keberhasilan itu membuat situasi di sekitar lokasi dapat kembali ditangani oleh petugas.
Tatang Sutarman, Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, membenarkan adanya penanganan tersebut. Saat dikonfirmasi pada Jumat, 9 Oktober 2026, Tatang menyatakan bahwa tim langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
Penanganan cepat ini juga menunjukkan pentingnya penyampaian informasi apabila warga kembali melihat buaya di sekitar Cimandiri. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengambil tindakan sendiri terhadap reptil tersebut. Laporan kepada pihak berwenang dapat membantu petugas melakukan penanganan secara aman, baik bagi warga maupun bagi hewan yang ditemukan.
Keberhasilan petugas mengevakuasi seekor buaya dari kawasan muara Sungai Cimandiri belum sepenuhnya mengakhiri kekhawatiran warga. Penangkapan tersebut memang mengurangi ancaman langsung terhadap masyarakat, tetapi kondisi di sekitar lokasi masih memerlukan perhatian. Aktivitas buaya di wilayah muara dapat berlangsung secara tersembunyi, terutama ketika permukaan air keruh, arus berubah, atau jarak pandang berkurang. Karena itu, warga diminta tetap berhati-hati saat beraktivitas di tepi sungai, termasuk ketika mencari ikan, mencuci, menyeberang, maupun berada di sekitar saluran yang terhubung dengan muara.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, buaya yang terlihat di kawasan tersebut diduga berjumlah lebih dari satu ekor. Pada malam kejadian, bahkan muncul laporan mengenai dua buaya yang berada di sekitar lokasi. Informasi itu belum dapat dipastikan sepenuhnya, karena pengamatan berlangsung dalam kondisi gelap dan jarak yang mungkin cukup jauh. Namun, laporan warga tetap menjadi bahan penting bagi petugas untuk menentukan langkah pengamanan serta pemantauan lanjutan di kawasan muara.
Tatang menjelaskan bahwa buaya yang terjerat jaring dan kemudian berhasil ditangkap baru satu ekor. Dengan demikian, terdapat perkiraan bahwa buaya lain mungkin masih bebas berkeliaran di sekitar perairan tersebut. Perkiraan ini bukan merupakan kepastian mengenai keberadaan buaya kedua, melainkan alasan untuk tidak menganggap situasi telah sepenuhnya aman setelah evakuasi dilakukan. Petugas masih perlu menelusuri area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian atau jalur pergerakan satwa.
Masyarakat diimbau segera melaporkan setiap kemunculan buaya kepada aparat atau petugas terkait, tanpa berusaha menangkap maupun mendekatinya sendiri. Warga juga sebaiknya menghindari tepian sungai pada malam hari dan tidak melakukan kegiatan seorang diri di lokasi yang minim penerangan. Kewaspadaan tersebut diperlukan agar proses pemantauan dapat berlangsung aman sekaligus memberi kesempatan kepada petugas untuk memastikan kondisi kawasan sebelum aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan setelah buaya muara kembali terlihat di sekitar kawasan Muara Cimandiri. Masyarakat yang tinggal, bekerja, atau memiliki aktivitas rutin di sekitar aliran sungai diminta tidak mengabaikan potensi bahaya tersebut. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi interaksi langsung manusia dan satwa liar, terutama ketika kondisi di lokasi sulit dipantau.
Warga, pendatang, serta pemancing yang biasa beraktivitas di sekitar muara disarankan untuk sementara mengurangi kegiatan di kawasan tersebut. Aktivitas seperti memancing, mencari ikan, mandi, mencuci, atau berada terlalu dekat dengan tepian sungai sebaiknya ditunda hingga situasi dinilai lebih aman. Masyarakat juga perlu menghindari lokasi pada jam-jam rawan, termasuk ketika jarak pandang terbatas dan saat buaya lebih mungkin bergerak mencari makan. Anak-anak hendaknya tidak dibiarkan bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan.
DPKP mengingatkan agar warga tidak mencoba mendekati, mengusir, menangkap, atau memancing buaya keluar dari persembunyiannya. Jika melihat kemunculan satwa tersebut, masyarakat diharapkan segera menjauh dengan tenang, tidak membuat kerumunan, dan melaporkan informasi kepada petugas terkait. Dokumentasi dari jarak aman dapat membantu proses pemantauan, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Pengurangan aktivitas untuk sementara diharapkan dapat memberi ruang bagi petugas melakukan pengamatan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Kemunculan buaya muara di Cimandiri ini menjadi perhatian karena merupakan kasus kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Rabu, 30 September 2026, seekor buaya juga terjerat jala milik warga yang sedang mencari ikan di Kampung Tegallega, Desa Citarik. Wilayah tersebut masih berada di kawasan aliran Sungai Cimandiri, sehingga warga dan para pengguna sungai diminta tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas sampai kondisi dinyatakan aman.







