Jakarta, Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menggantikan Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar. Promosi tersebut menempatkan Iwan pada salah satu jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat, mengingat Kostrad memiliki peran penting dalam menjaga kesiapan dan kemampuan operasi pasukan darat.
Informasi mengenai pergantian tersebut dikonfirmasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui di Kompleks Istana Negara. Maruli menyampaikan bahwa perubahan jabatan itu merupakan bagian dari rangkaian mutasi dan promosi perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Penetapan Iwan sebagai Pangkostrad sekaligus menandai kepercayaan pimpinan terhadap pengalaman serta kapasitasnya dalam memimpin satuan besar.
Menurut Maruli, mutasi dan promosi tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan enam panglima komando daerah militer (pangdam) baru. “Iya, termasuk Pangkostrad,” ujar Maruli ketika menjelaskan adanya pergantian sejumlah pejabat strategis. Keterangan itu disampaikan pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah surat terkait perubahan jabatan diterima sehari sebelumnya.
Rangkaian pengangkatan ini menunjukkan adanya penyegaran dalam struktur kepemimpinan TNI Angkatan Darat. Selain mengisi posisi Pangkostrad, penempatan enam pangdam baru di sejumlah wilayah diharapkan memperkuat koordinasi komando dan pengendalian satuan. Bagi Iwan, jabatan tersebut menjadi tahap penting dalam perjalanan karier militernya sekaligus tanggung jawab baru untuk memastikan kesiapan operasional Kostrad.
Dengan keputusan tersebut, Iwan Setiawan resmi memasuki fase baru dalam pengabdiannya. Ia menggantikan Mohammad Fadjar yang sebelumnya memimpin Kostrad, sementara proses serah terima jabatan akan menjadi tahapan lanjutan setelah keputusan mutasi dan promosi diumumkan. Pergantian itu menjadi perhatian karena Pangkostrad merupakan jabatan yang berhubungan langsung dengan pembinaan, kesiapsiagaan, dan pengerahan kekuatan strategis Angkatan Darat.
Iwan Setiawan merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1992. Pendidikan tersebut menjadi titik awal perjalanan pengabdiannya sebagai perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia menjalani rangkaian penugasan yang membentuk pengalaman profesionalnya sekaligus memperluas pemahamannya mengenai kepemimpinan, organisasi, dan tanggung jawab komando. Statusnya sebagai lulusan Akmil 1992 menempatkan perjalanan karier Iwan dalam satu angkatan perwira yang kemudian mengisi berbagai posisi penting di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Sebagian besar perjalanan karier militer Iwan Setiawan berlangsung di lingkungan Korps Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Lingkungan tersebut menjadi ruang utama bagi pengembangan kapasitas dan pengalamannya sebagai prajurit. Berbagai penugasan yang dijalani di dalam korps itu turut mewarnai rekam jejaknya, baik melalui tanggung jawab operasional maupun melalui peran kepemimpinan dalam struktur organisasi. Dominasi pengabdian di Kopassus menjadi ciri penting yang membedakan tahapan kariernya, sebelum ia dipercaya menduduki jabatan pada tingkat yang lebih tinggi.
Dalam perkembangannya, Iwan Setiawan memperoleh kepercayaan untuk menjalankan sejumlah jabatan strategis. Setiap posisi tersebut mencerminkan peningkatan tanggung jawab dan menunjukkan kesinambungan pengalaman yang diperolehnya selama berdinas. Rangkaian jabatan itu juga menjadi bagian penting dalam memahami proses yang mengantarkannya hingga menduduki jabatan Pangkostrad. Uraian berikutnya akan menyajikan jenjang jabatan Iwan Setiawan secara kronologis, dengan menelusuri perpindahan tanggung jawab dan posisi strategis yang pernah diembannya. Dengan demikian, perjalanan karier tersebut dapat dipahami secara bertahap, mulai dari pendidikan militer hingga kepercayaan pada tingkat komando yang lebih tinggi.
Perjalanan karier Iwan Setiawan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berlangsung secara bertahap melalui sejumlah penugasan operasional dan staf. Rangkaian tersebut menunjukkan perkembangan tanggung jawab yang diembannya sejak pertengahan 1990-an hingga menjelang akhir dekade berikutnya.
Pada 1995–1996, Iwan Setiawan dipercaya menjadi Komandan Sub Tim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus. Jabatan ini menjadi salah satu tahap awal dalam perjalanan penugasannya di satuan tersebut. Setelah menyelesaikan masa tugas itu, ia kemudian mendapat amanat sebagai Komandan Tim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus pada 1996–1998.
Kariernya berlanjut dengan penugasan sebagai Komandan Kompi 1/12 Grup 1/Parako Kopassus. Posisi tersebut dijalankan hingga 2000, sebelum ia menerima tugas baru yang berkaitan dengan pelatihan dan pengamanan. Pada 5 Februari 2000, Iwan ditunjuk sebagai Perwira Latihan Seksi Pengamanan Detasemen Markas Grup 1 Kopassus. Penetapan tanggal tersebut menjadi penanda penting dalam urutan perjalanan jabatannya.
Pada 2002, Iwan Setiawan menduduki posisi Kepala Seksi Operasional Grup 1/Parako Kopassus. Dalam jabatan ini, tanggung jawabnya berkaitan dengan aspek operasional satuan, setelah sebelumnya menjalani pengalaman sebagai komandan di tingkat tim dan kompi serta tugas di bidang latihan dan pengamanan.
Berikutnya, pada 2004, ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1 Kopassus. Amanat tersebut dijalankannya hingga 2007. Dengan demikian, urutan jabatan Iwan di Kopassus mencakup posisi Komandan Sub Tim, Komandan Tim, Komandan Kompi, Perwira Latihan, Kepala Seksi Operasional, hingga Wakil Komandan Batalyon. Setiap penugasan menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman kepemimpinan dan operasional yang mendukung perkembangan kariernya di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Catatan penting dalam rekam jejak Iwan Setiawan berkaitan dengan pendidikan dan penugasan yang dijalaninya di lingkungan pasukan khusus. Ia pernah menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Selama masa pendidikan tersebut, Iwan juga dipercaya menjabat sementara sebagai perwira menengah Detasemen Markas Kopassus. Keterangan ini menunjukkan bahwa proses pendidikannya berlangsung bersamaan dengan tanggung jawab kedinasan di satuan yang berkaitan dengan Korps Pasukan Khusus.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Seskoad, Iwan kemudian menjabat sebagai komandan pusat pendidikan dan latihan pasukan khusus. Jabatan tersebut menjadi bagian lain yang penting untuk dicatat dalam perjalanan kariernya sebelum ia menduduki posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Dengan demikian, rekam jejak Iwan tidak hanya mencakup pengalaman kepemimpinan satuan, tetapi juga keterlibatan dalam pendidikan dan latihan pasukan khusus.
Catatan penting kedua terjadi pada 1997, ketika Iwan menjadi salah satu peserta tim ekspedisi yang digagas Prabowo Subianto. Pada saat itu, Iwan masih berpangkat Letnan Satu. Bersama Misirin dan Asmujiono, ia berhasil mencapai puncak Gunung Everest melalui jalur selatan. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Iwan yang memperlihatkan pengalaman di luar penugasan kedinasan rutin. Dua hal ini, yakni pendidikan di Seskoad yang disertai penugasan sementara di Detasemen Markas Kopassus serta keberhasilannya mencapai puncak Everest, melengkapi gambaran perjalanan Iwan Setiawan hingga kemudian menduduki jabatan Pangkostrad.







