Kabupaten Bantul | Sebanyak 50 anak yang tinggal di kawasan pesisir Kabupaten Bantul menerima layanan sunat tanpa biaya dalam sebuah kegiatan bakti sosial. Program ini diinisiasi oleh Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan perhatian khusus pada akses layanan kesehatan bagi warga pesisir. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dan keluarga dapat memperoleh layanan sunat tanpa harus menanggung biaya tindakan, sekaligus mendapatkan dukungan kesehatan yang diselenggarakan secara terarah.
Pelaksanaan bakti sosial ini menjadi salah satu bentuk upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Akses terhadap layanan medis dapat dipengaruhi oleh jarak, ketersediaan fasilitas, dan kemampuan keluarga untuk memenuhi biaya. Karena itu, penyelenggaraan layanan tanpa biaya memberi kesempatan bagi warga untuk memanfaatkan pelayanan yang dibutuhkan. Kehadiran tenaga ahli melalui kegiatan yang diinisiasi PABI DIY juga menunjukkan peran organisasi profesi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Sunat merupakan tindakan medis yang perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan kondisi anak. Dengan melibatkan kalangan ahli bedah, kegiatan ini membawa unsur pelayanan profesional ke tengah masyarakat. Bagi keluarga penerima manfaat, kesempatan tersebut dapat membantu meringankan pengeluaran sekaligus memberi akses kepada layanan yang mungkin tidak mudah dijangkau. Penyelenggaraan program di lingkungan pesisir juga membuat perhatian terhadap kebutuhan warga setempat menjadi bagian utama dari kegiatan sosial ini.
Program bagi 50 anak tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi organisasi profesi dan masyarakat dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Bakti sosial semacam ini dapat menjadi sarana untuk menjawab kebutuhan nyata warga, terutama ketika layanan diberikan secara langsung dan tanpa biaya. Fokus pada anak-anak pesisir Bantul menegaskan bahwa pemerataan akses kesehatan perlu menjangkau berbagai kelompok dan wilayah. Melalui inisiatif PABI DIY, kegiatan ini memberikan manfaat langsung kepada keluarga peserta serta memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di kawasan pesisir.
Kegiatan bakti sosial yang memberikan layanan sunat gratis kepada lima puluh anak pesisir Bantul berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih, kawasan Pantai Pandansimo, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (18/10), dengan lokasi yang berada di lingkungan masyarakat pesisir. Penyelenggaraan di kawasan ini menempatkan layanan kesehatan langsung di tengah komunitas yang menjadi sasaran kegiatan.
Informasi mengenai kegiatan itu disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Cahyono Putro, di Bantul pada Senin (19/10). Keterangan tersebut diberikan sehari setelah pelaksanaan bakti sosial. Dengan demikian, tanggal dan tempat penyelenggaraan merujuk pada kegiatan yang telah berlangsung, sedangkan informasi dari Budi disampaikan pada hari berikutnya.
Bakti sosial ini digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dua peringatan tersebut menjadi latar penyelenggaraan layanan sunat tanpa biaya bagi anak-anak pesisir. Pelaksanaan di Kampung Nelayan Merah Putih, Pantai Pandansimo, juga memperlihatkan bahwa kegiatan peringatan dilakukan melalui pelayanan yang menyasar masyarakat di wilayah Bantul.
Rangkaian keterangan itu mencakup tiga unsur utama: lokasi di Kapanewon Srandakan, waktu pelaksanaan pada Minggu (18/10), serta tujuan kegiatan sebagai bakti sosial untuk memperingati hari jadi KKP dan IDI. Ketua PABI DIY menyampaikan informasi tersebut di Bantul pada Senin (19/10). Penyebutan lokasi secara lengkap membantu membedakan tempat berlangsungnya kegiatan dari tempat keterangan disampaikan. Kampung Nelayan Merah Putih berada di kawasan Pantai Pandansimo, yang secara administratif termasuk Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Sebanyak lima puluh anak menerima layanan sunat gratis dalam kegiatan tersebut. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan organisasi dan lembaga terkait, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan bagi anak-anak pesisir. Keterangan yang disampaikan setelah acara memberikan gambaran singkat tentang kapan dan di mana kegiatan berlangsung, serta alasan bakti sosial tersebut diadakan.
Budi menjelaskan bahwa kegiatan sunat gratis bagi anak-anak pesisir Bantul memiliki tujuan yang lebih luas daripada menyediakan satu bentuk layanan kesehatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian tenaga medis terhadap kebutuhan masyarakat, terutama keluarga nelayan dan warga yang tinggal di kawasan pesisir. Menurutnya, perhatian pada kesehatan sebaiknya tidak hanya berpusat pada fasilitas pelayanan, tetapi juga diwujudkan dengan hadir langsung di tengah masyarakat yang memerlukan dukungan. Dengan cara itu, pelayanan kesehatan dapat terasa lebih dekat dan menjangkau kelompok yang menjadi sasaran kegiatan.
Pandangan tersebut menempatkan pengabdian tenaga medis sebagai bagian penting dari upaya mendekatkan layanan kepada warga. Budi menegaskan bahwa tugas dokter tidak terbatas pada pekerjaan di ruang operasi ataupun rumah sakit. Keahlian dan kepedulian profesi kesehatan juga dapat dibawa ke lingkungan masyarakat, sehingga pelayanan hadir di luar tempat praktik yang lazim. Kehadiran langsung itu, dalam konteks kegiatan ini, menunjukkan perhatian terhadap keluarga nelayan dan warga pesisir yang membutuhkan akses pelayanan. Tujuannya bukan sekadar menjalankan kegiatan, melainkan membangun kesadaran bahwa kebutuhan kesehatan masyarakat perlu diperhatikan secara nyata.
Bagi Budi, semangat pengabdian tersebut perlu terus tumbuh di kalangan tenaga medis. Ia berharap pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, tanpa membatasi makna kerja dokter hanya pada ruang rumah sakit. Kegiatan di tengah warga menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan bahwa kepedulian profesional dapat diwujudkan melalui keterlibatan langsung. Perhatian khusus kepada keluarga nelayan dan masyarakat pesisir juga menegaskan pentingnya memahami siapa yang hendak dijangkau oleh layanan. Dengan demikian, kegiatan sunat gratis ini membawa pesan tentang kesehatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat serta tentang peran tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan.
Budi berharap kegiatan sunat gratis bagi anak-anak pesisir Bantul dapat memberi manfaat nyata bagi keluarga penerima. Bagi sebagian keluarga, biaya layanan kesehatan dan kebutuhan pendukungnya dapat menjadi beban yang perlu dipertimbangkan dengan cermat. Melalui kegiatan ini, orang tua memperoleh bantuan untuk memenuhi salah satu kebutuhan kesehatan anak tanpa harus menanggung seluruh biaya secara mandiri. Harapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan yang diberikan pada hari kegiatan, tetapi juga dengan perhatian terhadap kondisi keluarga yang membutuhkan. Budi memandang dukungan seperti ini penting agar keluarga dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah, sekaligus membantu meringankan tekanan ekonomi yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak.
Ia juga berharap pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat. Perhatian terhadap kesehatan anak, menurut harapan yang disampaikan Budi, merupakan salah satu kebutuhan yang patut mendapat dukungan bersama. Dengan tersedianya layanan sunat tanpa biaya bagi lima puluh anak, keluarga penerima manfaat memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui kegiatan yang telah diselenggarakan. Budi berharap bantuan ini dapat dirasakan langsung oleh para orang tua dan anak yang mengikuti layanan, tanpa menambah beban pengeluaran keluarga. Harapan itu menempatkan anak-anak sebagai bagian penting dari perhatian terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan perlu dipertimbangkan secara adil bagi warga di berbagai wilayah.
Lebih jauh, Budi menekankan pentingnya memastikan bahwa warga pesisir tidak tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Kondisi tempat tinggal semestinya tidak menjadi penghalang bagi keluarga untuk mendapatkan akses terhadap layanan yang dibutuhkan. Ia berharap kesempatan yang tersedia melalui kegiatan ini sejalan dengan prinsip bahwa setiap masyarakat berhak memperoleh perhatian dan pelayanan secara layak.
Baca juga: Apresiasi Pemda Unggul di Sulawesi 2026: Dorong Inovasi dan Layanan Publik | Perubahan Layanan KRL Jakarta yang Mengundang Pertanyaan | Transformasi Pelayanan BPJS Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan






