Jakarta | Musisi senior sekaligus vokalis Elpamas, Doddy Katamsi, meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal. Kabar kepergiannya membawa duka bagi keluarga, rekan-rekan musisi, serta mereka yang mengenal perjalanan Doddy di dunia musik. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa ia sempat dirawat sebelum meninggal, tanpa merinci lebih jauh mengenai rangkaian perawatan maupun kondisi kesehatannya dari hari ke hari. Kepergian tersebut menandai berakhirnya perjalanan hidup seorang penyanyi yang dikenal sebagai bagian dari Elpamas.
Berita meninggalnya Doddy Katamsi mengingatkan publik pada perjuangan yang ia jalani menghadapi gangguan jantung dan gagal ginjal. Kedua kondisi itu disebut sebagai komplikasi yang mendasari perawatannya di RSUI. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai diagnosis terperinci, tindakan medis yang diberikan, ataupun berapa lama ia berada di rumah sakit. Karena itu, kabar duka ini dapat disampaikan dengan berpegang pada informasi yang telah diketahui: Doddy menjalani perawatan, lalu meninggal pada waktu dan tempat yang telah diumumkan. Penyebutan keadaan tersebut memberi konteks atas masa terakhirnya, sekaligus menjaga agar pemberitaan tidak menambahkan dugaan yang belum terkonfirmasi.
Kepergian seorang musisi senior tentu menjadi kehilangan bagi keluarga dan lingkungan musik yang pernah bekerja bersamanya. Duka yang dirasakan keluarga serta rekan-rekan musisi menyertai kabar berpulangnya Doddy, meski rincian mengenai tanggapan pribadi mereka tidak tersedia dalam informasi yang disampaikan. Sebagai vokalis Elpamas, namanya lekat dengan kiprahnya di dunia musik, dan kabar meninggalnya menjadi penanda penting bagi orang-orang yang mengikuti perjalanan tersebut. Pada Kamis itu, perhatian tertuju pada kabar bahwa ia telah tiada setelah berjuang menghadapi komplikasi jantung dan ginjal. Informasi ini menjadi dasar untuk mengenang Doddy Katamsi secara hormat, tanpa mengubah fakta tentang waktu, lokasi, maupun penyebab perawatannya.
Kabar mengenai kondisi kesehatan Doddy Katamsi menunjukkan bahwa keadaannya dikabarkan menurun, sehingga rencana penanganan medis perlu disesuaikan dengan kondisi fisik yang sedang dihadapinya. Dalam situasi tersebut, keluarga menyampaikan perkembangan berdasarkan pemeriksaan dan observasi yang telah dijalani. Informasi ini menjadi perhatian karena salah satu tindakan yang sebelumnya direncanakan adalah operasi bypass jantung. Namun, rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan setelah kondisi Doddy dinilai lebih lanjut oleh tim yang menanganinya. Keputusan itu disampaikan keluarga sebagai bagian dari perkembangan terbaru, bukan sebagai perubahan yang diambil tanpa mempertimbangkan hasil pemeriksaan. Penanganan yang direncanakan perlu mengikuti keadaan tubuh Doddy saat ini.
Melalui akun Instagram @chikatamsi_ pada 23 September 2026, keluarga menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan dan observasi menunjukkan tubuh Doddy tidak cukup kuat untuk menjalani prosedur bypass. Keterangan tersebut menjadi dasar bagi keluarga untuk mengabarkan bahwa operasi yang semula masuk dalam rencana penanganan harus ditinjau kembali. Dengan demikian, keputusan untuk tidak meneruskan prosedur itu berkaitan dengan kondisi fisik Doddy sebagaimana terlihat dari pemeriksaan dan pengamatan. Keluarga juga menyampaikan inti pertimbangan mengenai risiko yang dinilai dapat terjadi selama maupun setelah operasi. Pernyataan tersebut disampaikan secara hati-hati, tanpa menguraikan rincian medis lain yang tidak disebutkan dalam keterangan mereka.
Penjelasan keluarga menegaskan bahwa bypass jantung dipandang berisiko bagi Doddy, baik ketika operasi berlangsung maupun setelahnya. Karena itu, rencana awal tidak bisa dipaksakan ketika kondisi tubuhnya dinilai belum cukup kuat untuk menghadapi prosedur tersebut. Perkembangan ini menggambarkan bahwa pilihan penanganan perlu menyesuaikan keadaan pasien, dan keluarga menyampaikan informasi sesuai hasil evaluasi yang mereka terima. Keterangan melalui media sosial itu juga memberi konteks atas perubahan rencana medis yang sebelumnya telah diketahui. Meski demikian, keluarga tidak menyebutkan rincian mengenai pilihan tindakan pengganti ataupun jadwal prosedur lain. Informasi yang disampaikan berfokus pada alasan bypass tidak diteruskan: hasil pemeriksaan dan observasi serta penilaian bahwa prosedur tersebut membawa risiko selama dan setelah operasi.
Pemasangan ring atau stent sempat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan untuk menangani gangguan jantung yang dialami Doddy Katamsi. Prosedur tersebut dapat membuka pembuluh darah yang menyempit, tetapi keputusan medis tidak berdiri sendiri. Kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk fungsi ginjal, perlu diperhitungkan sebelum tim dokter menentukan langkah yang dinilai paling aman. Dalam kasus Doddy, masalah pada ginjal turut membuat penanganan menjadi lebih kompleks, sehingga pilihan prosedur harus mempertimbangkan manfaat dan risikonya secara cermat.
Salah satu perhatian dalam prosedur tertentu adalah penggunaan zat kontras untuk membantu dokter melihat pembuluh darah atau bagian tubuh dengan lebih jelas. Zat ini kemudian perlu dikeluarkan dari tubuh, terutama melalui ginjal. Apabila fungsi ginjal tidak bekerja optimal, proses membuang zat sisa dapat menjadi lebih sulit. Karena itu, kondisi ginjal dapat memengaruhi pertimbangan terkait pemeriksaan maupun tindakan yang menggunakan kontras. Informasi yang tersedia tidak cukup untuk memastikan apakah Doddy menjalani prosedur tertentu dengan zat kontras, atau untuk menjelaskan secara rinci bagaimana tim medis menilai risikonya. Penjelasan ini hanya menggambarkan alasan gangguan ginjal dapat menjadi faktor penting dalam perencanaan perawatan.
Selain persoalan jantung dan ginjal, Doddy juga dilaporkan mengalami delirium. Delirium merupakan perubahan kondisi mental yang dapat muncul dalam berbagai keadaan medis. Tandanya dapat meliputi perubahan kesadaran, kebingungan, kesulitan mengenali lingkungan atau orang di sekitarnya, serta halusinasi. Gejala tersebut dapat berubah-ubah dan memerlukan penilaian tenaga kesehatan; laporan tentang delirium saja tidak cukup untuk menetapkan penyebabnya pada seseorang. Hingga kini, rincian lengkap perjalanan penyakit Doddy, urutan tindakan medis yang dijalani, serta penyebab pasti kematiannya belum disampaikan secara terperinci kepada publik. Oleh sebab itu, penjelasan mengenai kemungkinan hubungan gangguan jantung, fungsi ginjal, dan delirium perlu disampaikan secara hati-hati, tanpa menarik kesimpulan yang belum dikonfirmasi. Keterbatasan informasi publik juga berarti bahwa pertimbangan klinis di balik keputusan perawatan tidak dapat dipastikan hanya dari laporan yang beredar. Yang dapat disebutkan sebatas bahwa beberapa masalah kesehatan tersebut hadir dalam perjalanan akhir hidupnya, sementara detail diagnosis, hasil pemeriksaan, dan penjelasan keluarga atau tim medis belum tersedia secara menyeluruh.Di tengah kabar perjuangan Doddy Katamsi menghadapi gangguan jantung dan ginjal, perhatian juga datang dari kalangan musisi. Bassis Gigi, Thomas Ramdhan, mengenang Doddy sebagai sosok yang memiliki hubungan dekat dengan banyak rekan seprofesi. Dalam kenangannya, ia menyebut Doddy sebagai sahabat bagi sebagian besar musisi Tanah Air. Ungkapan itu menggambarkan tempat Doddy di lingkungan musik, bukan hanya sebagai seorang musisi, melainkan juga sebagai teman yang dihargai oleh banyak orang.
Kenangan Thomas tersebut menjadi bentuk penghormatan personal kepada Doddy. Ia tidak sekadar menyampaikan rasa kehilangan, tetapi juga menunjukkan betapa luas hubungan persahabatan yang dijalin Doddy di para musisi. Bagi Thomas, sosok sahabat itu melekat pada ingatan tentang Doddy dan menjadi inti dari ungkapan dukanya. Kesaksian tersebut menghadirkan gambaran mengenai kedekatan Doddy dengan rekan-rekannya, tanpa mengabaikan suasana kehilangan yang menyertai kabar kepergiannya.
Dalam doa yang disampaikan, Thomas berharap Doddy memperoleh husnul khotimah. Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan, ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi masa duka. Doa itu mencerminkan perhatian Thomas kepada Doddy sekaligus kepada keluarga yang kini harus menjalani hari-hari tanpa kehadirannya.
Baca juga: Strategi UMKM dalam Menghadapi Perubahan Perilaku Konsumen | Jakarta Menghadapi Ancaman Kekeringan | Kenangan Umrah Terakhir Kanaya WHU Bersama Sahabat







