Siaga Mudik 2026, Posko Angkutan Lebaran Awasi Ketat Transportasi Laut ke Gili Ketapang

Probolinggo – Pemerintah bersama unsur terkait resmi menggelar Apel Pembukaan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 sebagai bentuk kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri. Kegiatan apel tersebut menjadi penanda dimulainya masa operasional posko yang bertujuan memastikan penyelenggaraan transportasi selama Lebaran berjalan aman, tertib, lancar, dan selamat.

Apel yang digelar dengan melibatkan berbagai unsur itu diikuti oleh perwakilan pemerintah, aparat keamanan, operator transportasi, serta instansi terkait lainnya yang memiliki peran dalam pengelolaan transportasi selama periode Angkutan Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, koordinasi lintas sektor ditekankan sebagai kunci utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun kembali ke daerah asal setelah Lebaran.

Hendra dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh petugas di lapangan.

“Melalui pembukaan posko ini, kami berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kewaspadaan, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya, Jum’at (13/3/26)

Menurutnya, posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan informasi, tetapi juga sebagai pusat pemantauan, koordinasi, dan pengendalian operasional transportasi selama masa Angkutan Lebaran berlangsung.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan bahwa Pelabuhan Probolinggo tidak termasuk dalam 264 pelabuhan yang menjadi pelabuhan pantau nasional untuk angkutan laut pada tahun 2026. Meski demikian, aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut tetap menjadi perhatian utama, terutama terkait mobilitas masyarakat menuju sejumlah pulau di wilayah sekitar.

“Fokus pemantauan posko Angkutan Lebaran tahun ini lebih diarahkan pada aktivitas masyarakat Pulau Gili Ketapang yang menggunakan moda transportasi laut, serta layanan kapal Trans Laut Jatim yang melayani rute Probolinggo–Gili Ketapang–Gili Mandangin–Branta–Gili Iyang–Kalianget pulang pergi,” jelasnya.

Ia menambahkan, mobilitas masyarakat melalui jalur laut di wilayah tersebut diperkirakan akan meningkat selama periode mudik Lebaran. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keselamatan pelayaran, kesiapan armada, serta kelancaran pelayanan menjadi prioritas utama.

Dengan kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan optimal.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan perjalanan mudik dan arus balik tahun ini dapat berlangsung dengan aman, nyaman, serta lancar bagi seluruh pengguna jasa transportasi. (Tim/Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *