Jakarta | Perenang putri Krkalo Shauna Kathlee mengawali kiprahnya di 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 dengan penampilan istimewa. Pada hari pertama kejuaraan, Sabtu, 17 Oktober 2026, ia tampil dalam nomor 50 meter gaya dada putri kelompok umur 45–49 tahun di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Shauna mencatat waktu 32,20 detik dan memastikan medali emas untuk nomor tersebut.
Shauna turun mewakili klub URPA ITB Masters. Hasil yang diraihnya menjadi pembuka yang kuat bagi perjuangan klub dalam kejuaraan renang master tingkat kawasan Asia Tenggara itu. Nomor 50 meter gaya dada menuntut perenang menampilkan kecepatan sekaligus teknik yang terjaga sejak awal hingga menyentuh dinding finis. Dalam jarak pendek, setiap gerakan dan transisi dapat berpengaruh terhadap catatan akhir.
Waktu 32,20 detik menempatkan Shauna sebagai peraih medali emas di kelompok umur 45–49 tahun. Torehan tersebut menandai keberhasilan penting pada awal rangkaian perlombaan di Jakarta, sekaligus menunjukkan performanya pada nomor spesialisasi gaya dada. Bagi atlet master, capaian di kolam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan, tetapi juga konsistensi latihan, ketepatan ritme, dan kemampuan menjaga efisiensi gerak.
Kejuaraan yang berlangsung di kompleks Gelora Bung Karno ini mempertemukan para perenang master dari berbagai klub dan wilayah. Bagi Shauna, tampil di hadapan peserta serta penonton dalam ajang tersebut menjadi kesempatan untuk menguji hasil persiapan dan bersaing pada level regional. Medali emas pada nomor pembuka memberi hasil konkret atas penampilannya, dengan catatan waktu yang menjadi tolok ukur bagi nomor-nomor berikutnya.
Penampilan Shauna pada hari pertama pun menjadi salah satu hasil menonjol dari perlombaan di Stadion Akuatik GBK. Ia menyelesaikan nomor 50 meter gaya dada dengan waktu 32,20 detik, lalu naik ke podium sebagai juara kelompok umur 45–49 tahun. Hasil ini membuka kejuaraan dengan pencapaian yang membanggakan bagi Shauna dan URPA ITB Masters.
Catatan waktu Shauna di Jakarta menjadi salah satu sorotan kejuaraan setelah ia menyelesaikan nomor yang diikuti dalam 32,20 detik. Torehan tersebut lebih cepat daripada rekor dunia renang master sebelumnya untuk nomor dan kelompok umur yang sama, yakni 32,59 detik. Selisih 0,39 detik menempatkan penampilan Shauna di atas catatan yang selama ini menjadi acuan bagi para perenang di kategori tersebut. Hasil itu menunjukkan betapa kompetitifnya perlombaan, sekaligus menegaskan arti penting konsistensi dan ketepatan dalam renang master.
Rekor terdahulu dipegang oleh perenang Amerika Serikat, Katie Glenn, yang mencatat waktu 32,59 detik pada 18 November 2023. Catatan Glenn bertahan sebagai tolok ukur hingga penampilan Shauna di Jakarta menghasilkan waktu yang lebih singkat. Perbandingan tersebut berlaku pada nomor dan kelompok usia yang sama, sehingga capaian Shauna dapat dinilai secara langsung terhadap rekor sebelumnya. Meski demikian, keunggulan waktu di kolam belum dengan sendirinya mengubah status rekor secara resmi. Dalam olahraga renang, pencatatan waktu dan pengesahan rekor merupakan dua tahap yang berbeda.
Karena itu, waktu 32,20 detik saat ini perlu dipahami sebagai torehan yang melampaui angka rekor sebelumnya, bukan sebagai rekor dunia resmi yang telah disahkan. Hasil perlombaan tersebut masih harus dilaporkan melalui prosedur yang berlaku dan diverifikasi oleh badan akuatik dunia. Proses itu memastikan bahwa catatan waktu, kelayakan nomor, kelompok umur, serta persyaratan penyelenggaraan telah memenuhi ketentuan. Sampai pemeriksaan selesai dan pengesahan diberikan, rekor resmi terdahulu tetap tercatat atas nama Glenn. Capaian Shauna tetap menjadi salah satu momen penting kejuaraan di Jakarta, sementara publik menantikan hasil verifikasi yang menentukan apakah catatan baru tersebut akan diakui secara formal.
Shauna menyambut hasil perlombaannya di Jakarta dengan rasa gembira dan syukur. Baginya, capaian tersebut menjadi pengalaman yang berarti, terlebih karena waktunya mendekati catatan terbaik pribadi. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa hasil kali ini belum merupakan personal best atau waktu terbaik yang pernah ia raih. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia menghargai pencapaian di kolam tanpa mengabaikan perbandingan dengan performa terbaiknya sendiri. Shauna pun memilih melihat hasil tersebut sebagai sesuatu yang patut disyukuri, sambil tetap bersikap realistis mengenai arti waktunya dalam perjalanan kompetisi.
Di sisi lain, status rekor dunia tidak ditentukan hanya oleh hasil yang tercatat ketika perlombaan selesai. Shauna menerangkan bahwa pengakuan tersebut perlu melalui beberapa tahap pelaporan kepada otoritas akuatik dunia. Proses administratif dan pemeriksaan itu sedang berjalan, sehingga hasil lomba belum dapat disebut sebagai rekor resmi. Tahapan verifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa pencatatan waktu dan penyelenggaraan perlombaan memenuhi ketentuan yang berlaku. Karena itu, pengumuman mengenai pengakuan rekor perlu menunggu sampai seluruh proses terkait tuntas dan keputusan resmi disampaikan oleh pihak berwenang.
Dengan demikian, capaian Shauna saat ini dapat dipandang sebagai hasil yang berpeluang memperoleh pengakuan baru, bukan sebagai rekor dunia yang telah disahkan. Jika pemeriksaan berlangsung sesuai ketentuan dan seluruh persyaratan terpenuhi, catatan tersebut berpotensi diakui sebagai rekor baru. Namun, kemungkinan itu tetap bergantung pada hasil verifikasi, sehingga belum tepat untuk menyebutnya secara definitif. Sikap hati-hati ini penting agar perbedaan hasil perlombaan, proses pengajuan, dan pengesahan resmi tetap jelas. Sambil menunggu kabar lebih lanjut, Shauna dapat merayakan performanya dengan rasa syukur sekaligus menjaga fokus pada latihan dan kompetisi berikutnya. Kepastian status catatan waktunya baru dapat diketahui setelah tahapan pelaporan dan penilaian selesai, dan otoritas terkait mengumumkan hasilnya secara resmi kepada publik. Hingga saat itu, pencapaian di Jakarta tetap menjadi momen istimewa dalam karier renangnya, sekaligus hasil yang proses pengakuannya masih berlangsung dan belum final.
Bagi Shauna, keikutsertaannya dalam kejuaraan renang master di Jakarta menjadi pengalaman yang istimewa karena ini merupakan kunjungan pertamanya ke ibu kota Indonesia. Ia mengaku terkesan dengan suasana perlombaan yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan. Atmosfer di arena tersebut menjadi salah satu hal yang paling membekas selama mengikuti kompetisi. Selain berhadapan dengan para peserta lain, Shauna juga dapat merasakan langsung bagaimana kejuaraan renang master diselenggarakan di Jakarta. Kesan tersebut melengkapi pengalamannya berlomba dalam ajang yang menghadirkan perenang dari kawasan Asia Tenggara. Sebagai pendatang yang baru pertama kali mengunjungi kota ini, ia menyambut kesempatan tersebut dengan antusias dan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kompetisi.
Apresiasi Shauna juga tertuju pada fasilitas yang digunakan untuk perlombaan. Stadion Akuatik GBK Senayan menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, dan ia menyatakan terkesan dengan venue tersebut. Penyelenggaraan di stadion itu memberikan kesempatan baginya untuk menikmati suasana kompetisi sekaligus mengenal fasilitas olahraga di kawasan Gelora Bung Karno. Shauna menilai pengalaman mengikuti perlombaan di Jakarta meninggalkan kesan positif. Ia tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga merasakan atmosfer yang hadir sepanjang kegiatan. Pengalamannya sebagai peserta dalam kejuaraan tersebut membuat kunjungan pertama ke Jakarta terasa berkesan. Kesan itu menjadi bagian dari cerita Shauna tentang perjalanannya mengikuti perlombaan renang master di Indonesia.
Shauna menyatakan bahwa ia bersedia kembali ke Indonesia apabila ada ajang renang master lain yang digelar di sini. Pernyataan tersebut sejalan dengan kesan baik yang ia rasakan terhadap suasana perlombaan dan fasilitas di Stadion Akuatik GBK Senayan. Meski kunjungan kali ini merupakan yang pertama, ia membuka kemungkinan untuk datang lagi demi berpartisipasi dalam kompetisi serupa.
Baca juga: Persija Jakarta Harus Bermain di Bali Setelah Dilarang di Stadion Jakarta | Beasiswa Jakarta Unggul: Kesempatan untuk Melanjutkan Studi di Perguruan Tinggi Terbaik Dunia | Persija Jakarta Terpaksa Bermusafir ke Bali untuk Hadapi Java United






