Jakarta | World Boxing Association (WBA) memberikan izin khusus kepada David Jimenez untuk menjalani pertahanan gelar secara sukarela melawan petinju Jepang, Seigo Yuri Akui. Keputusan tersebut memungkinkan Jimenez kembali naik ring sebelum melaksanakan kewajiban menghadapi penantang wajibnya, John Ramírez. Pertarungan itu dijadwalkan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 29 November mendatang.
Jimenez merupakan pemegang gelar dunia WBA kelas super terbang dengan batas berat 51,2 kilogram. Statusnya sebagai juara membuat setiap rencana pertandingan harus mengikuti ketentuan badan tinju tersebut, termasuk kewajiban menghadapi petinju yang telah ditetapkan sebagai penantang wajib. Namun, melalui persetujuan khusus, WBA membuka kesempatan bagi Jimenez untuk mempertahankan sabuknya terlebih dahulu dalam laga pilihan melawan Akui.
Izin ini menjadi dasar resmi bagi penyelenggaraan duel di Tokyo. Tanpa persetujuan tersebut, Jimenez pada prinsipnya perlu memprioritaskan pertarungan wajib melawan John Ramírez sesuai aturan perebutan gelar. WBA tetap mempertahankan hak Ramírez sebagai penantang wajib, sehingga pertandingan di Jepang tidak menghapus kewajiban Jimenez untuk menghadapi petinju tersebut pada tahap berikutnya.
Pertemuan dengan Akui akan menjadi ujian penting bagi Jimenez dalam mempertahankan posisinya di divisi super terbang. Selain menghadapi lawan asal Jepang di hadapan pendukung tuan rumah, ia juga harus memastikan gelarnya tetap aman hingga kesempatan melawan Ramírez tiba. Bagi Akui, laga ini menjadi peluang untuk merebut gelar dunia melalui pertarungan langsung melawan juara bertahan. Penetapan Tokyo sebagai lokasi pertandingan turut memberi dimensi khusus karena Akui akan bertanding di negara asalnya.
Keputusan World Boxing Association (WBA) yang mengizinkan David Jimenez mempertahankan gelarnya melawan Seigo Yuri Akui disertai kewajiban yang harus dipenuhi setelah pertarungan. Pemenang duel tersebut wajib menghadapi John Ramírez dalam laga pertahanan gelar wajib. Ketentuan ini menempatkan Ramírez sebagai penantang berikutnya yang harus dilayani oleh pemegang sabuk, terlepas dari strategi promotor maupun rencana pertandingan lain yang mungkin dipertimbangkan setelah laga Jimenez dan Akui.
WBA menetapkan batas waktu yang jelas untuk pelaksanaan pertarungan wajib itu. Jimenez atau Akui, jika menjadi pemenang, harus berhadapan dengan Ramírez paling lambat 120 hari setelah duel mereka berlangsung. Tenggat tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian bagi penantang resmi sekaligus mencegah penundaan berlarut-larut dalam agenda perebutan gelar. Dalam periode itu, pihak terkait perlu menyelesaikan pembicaraan mengenai promotor, lokasi, jadwal, serta berbagai persyaratan teknis pertandingan.
Aturan yang sama tetap berlaku apabila duel Jimenez dan Akui berakhir imbang. Hasil seri tidak menghapus kewajiban pertahanan gelar dan tidak membuat pemegang sabuk bebas memilih lawan berikutnya. Jimenez tetap harus menjalani laga wajib melawan Ramírez dalam waktu paling lambat 120 hari setelah pertarungan tersebut. Dengan demikian, keputusan WBA telah mengantisipasi semua kemungkinan hasil, termasuk apabila tidak ada petinju yang dinyatakan sebagai pemenang.
Di sisi lain, Ramírez telah memperoleh izin untuk bertanding dalam laga yang tidak memperebutkan gelar. Persetujuan ini memungkinkan dirinya tetap aktif di atas ring sambil menunggu pelaksanaan mandat wajib melawan pemegang gelar. Pertandingan non-gelar tersebut tidak mengubah status Ramírez sebagai penantang yang harus dihadapi, selama tidak menimbulkan kondisi yang menghambat pemenuhan tenggat 120 hari. Pengaturan itu juga memberi ruang bagi Ramírez untuk menjaga kesiapan fisik dan ritme bertanding sebelum memasuki pertarungan perebutan gelar.
Permintaan izin untuk mempertahankan gelar diajukan oleh Teiken Promotions atas nama David Jimenez pada 22 September. Pengajuan tersebut berkaitan dengan rencana Jimenez menghadapi Seigo Yuri Akui, sementara kewajiban pertahanan gelar berikutnya mempertemukannya dengan penantang resmi, John Ramírez. Setelah menerima permohonan itu, World Boxing Association (WBA) menyampaikan informasinya kepada Golden Boy Promotions, perusahaan yang mewakili Ramírez dalam proses tersebut.
Golden Boy Promotions menolak permohonan yang diajukan Teiken Promotions. Pihak penantang berpendapat bahwa proses negosiasi untuk pertarungan perebutan gelar wajib sebelumnya telah berlangsung. Karena itu, perubahan jadwal atau pemberian izin khusus dinilai berpotensi mengabaikan hak Ramírez sebagai penantang wajib. Penolakan tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian WBA sebelum badan tinju itu mengambil keputusan terhadap permohonan Jimenez.
Setelah menelaah argumen dari kedua pihak serta ketentuan peraturan yang berlaku, WBA menyatakan bahwa dirinya memiliki kewenangan untuk mengubah tenggat pertahanan wajib apabila terdapat alasan yang dapat dibenarkan. Kewenangan itu juga mencakup pemberian izin khusus dalam keadaan tertentu, selama keputusan tersebut tetap berada dalam kerangka regulasi yang berlaku. Dengan pertimbangan itu, WBA mengizinkan Jimenez mempertahankan gelar melawan Akui, tanpa menghapus kewajiban terhadap Ramírez atau mengesampingkan proses pertarungan wajib.
Keputusan tersebut bukan pembebasan menyeluruh dari ketentuan WBA. Jimenez dan pihak promotornya tetap harus mematuhi seluruh aturan, batas waktu, prosedur administratif, serta kewajiban regulasi lain yang ditetapkan badan tersebut. Dengan demikian, izin khusus itu berlaku secara terbatas dan tidak mengubah prinsip bahwa pertahanan gelar wajib maupun hak penantang resmi tetap harus dihormati. Pelaksanaan keputusan selanjutnya juga dapat bergantung pada pemenuhan persyaratan tambahan yang ditetapkan WBA.
David Jimenez merupakan petinju asal Kosta Rika yang mendapat pengakuan penting dalam persaingan kelas super terbang. Namanya mulai menempati posisi juara dunia WBA setelah organisasi tersebut menetapkan status gelar yang sebelumnya kosong. Penetapan itu berlangsung pada 10 Juni 2026, ketika Jesse Rodriguez memutuskan untuk naik ke divisi kelas bantam. Perpindahan Rodriguez membuat sabuk juara kelas super terbang WBA tidak lagi memiliki pemegang aktif, sehingga Jimenez kemudian diangkat sebagai juara dunia pada kelas tersebut.
Pengangkatan itu menjadi kelanjutan dari perjalanan Jimenez dalam perebutan gelar WBA. Sebelumnya, ia merebut gelar interim WBA pada 20 April 2024. Dalam pertarungan yang berlangsung di Brooklyn, New York, Jimenez menghadapi John Ramírez dan mengamankan kemenangan melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut menempatkannya sebagai pemegang gelar interim sekaligus memperkuat posisinya di para penantang utama kelas super terbang.
Setelah meraih gelar interim, Jimenez tercatat dua kali mempertahankannya. Rangkaian pertahanan tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum statusnya berubah menjadi juara dunia penuh. Konsistensi itu juga menunjukkan bahwa perjalanan Jimenez menuju pengakuan WBA berlangsung melalui beberapa tahapan, bukan hanya berdasarkan penetapan administratif setelah gelar utama kosong.
Catatan karier Jimenez kini mencakup 18 kemenangan, dengan 12 di antaranya diraih melalui knockout, serta satu kekalahan. Angka tersebut menggambarkan rekam kompetitif seorang petinju yang memiliki kemampuan menyelesaikan pertandingan lebih awal, sekaligus pengalaman mempertahankan posisi di level gelar. Latar belakang perebutan gelar dan catatan profesional itu menjadi dasar statusnya sebagai juara dunia kelas super terbang WBA menjelang duel melawan Seigo Yuri Akui.
Baca juga: Persija Jakarta Mencari Stadion Alternatif untuk Pertandingan Melawan Java United | Pertandingan Penting Persib Bandung Melawan Manila Digger






