Sosok Pria di Tepi Jalan Bara-Balio Membuat Sejumlah Mahasiswa IPB Waswas

Kekhawatiran Mahasiswa IPB Terhadap Kehadiran Pria di Pinggir Jalan

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Sejumlah mahasiswa IPB University mengaku merasa tidak nyaman dengan keberadaan seorang pria yang disebut berulang kali terlihat berdiri diam di tepi jalan kawasan Bara-Balio, Dramaga, Bogor. Sosok tersebut menjadi perhatian karena berada di area yang cukup sering dilalui mahasiswa dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika menuju kampus maupun saat kembali ke tempat tinggal.

Kawasan Bara-Balio dikenal sebagai salah satu jalur yang ramai digunakan mahasiswa IPB University. Pada siang hari, lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan terlihat lebih padat karena kegiatan perkuliahan serta aktivitas pendukung lainnya. Sementara itu, jalan tersebut juga masih dilalui mahasiswa pada malam hari, sehingga kondisi di sekitar jalur menjadi perhatian, terutama ketika suasana mulai lebih sepi.

Berdasarkan keterangan yang beredar, pria itu dilaporkan terlihat pada waktu yang berbeda, termasuk siang dan malam hari. Ia disebut kerap berada di pinggir jalan tanpa banyak bergerak, sehingga sebagian mahasiswa merasa keberadaannya menimbulkan rasa waswas. Pengamatan tersebut menjadi bahan pembicaraan di mahasiswa yang biasa melintasi kawasan Bara-Balio.

Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci aktivitas lain yang dilakukan pria tersebut. Belum ada keterangan yang memastikan maksud keberadaannya ataupun tindakan tertentu yang ditujukan kepada mahasiswa. Karena itu, keluhan yang muncul sejauh ini berkaitan dengan rasa tidak nyaman akibat sosok yang berulang kali terlihat di lokasi yang sama, bukan tuduhan atas pelanggaran tertentu.

Perhatian mahasiswa terhadap situasi ini menunjukkan pentingnya rasa aman di jalur yang menjadi bagian dari mobilitas harian mereka. Keberadaan seseorang yang terus terlihat di area publik dapat memunculkan kekhawatiran, terlebih bagi mahasiswa yang melintas seorang diri pada malam hari. Keluhan tersebut kemudian mendorong mahasiswa untuk lebih waspada ketika melewati ruas jalan Bara-Balio.

Keluhan mengenai sosok pria yang kerap terlihat di tepi Jalan Bara-Balio beredar melalui unggahan di platform Threads. Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian sejumlah mahasiswa IPB, terutama mereka yang biasa melintasi kawasan itu pada waktu malam. Percakapan di mahasiswa berkembang karena keberadaan pria tersebut dinilai menimbulkan rasa waswas, meskipun belum ada informasi yang memastikan identitas maupun maksudnya berada di lokasi tersebut.

Salah satu pengalaman dibagikan oleh akun @shyfiony. Dalam unggahannya, akun tersebut mengaku beberapa kali melihat seorang pria berdiri di sisi jalan dengan gelagat yang dianggap aneh. Sosok itu disebut tidak banyak bergerak dan tampak berada di area yang sama dalam beberapa kesempatan. Pengalaman tersebut membuat unggahan itu mendapat perhatian dari mahasiswa lain yang kemungkinan pernah melihat pemandangan serupa ketika melewati Jalan Bara-Balio.

Menurut pengalaman yang dibagikan, pria tersebut memiliki tatapan kosong dan terlihat berada di lokasi pada siang maupun malam hari. Keberadaannya pada waktu yang berbeda menjadi salah satu hal yang membuat sebagian mahasiswa merasa tidak nyaman, khususnya mereka yang sering pulang larut malam. Saat melihat sosok itu berdiri di tepi jalan, mahasiswa mengaku merasa perlu meningkatkan kewaspadaan dan memilih untuk tidak berjalan sendirian.

Keluhan tersebut tidak serta-merta menyimpulkan bahwa pria itu melakukan tindakan tertentu. Namun, kesaksian mengenai penampilan dan kebiasaannya berada di lokasi yang sama telah memunculkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa. Bagi mereka yang pulang setelah kegiatan kampus selesai, suasana jalan yang sepi serta keberadaan sosok dengan tatapan kosong dapat menambah rasa tidak aman. Karena itu, unggahan di Threads tersebut menjadi perhatian dan mendorong mahasiswa untuk saling mengingatkan ketika melintasi kawasan Bara-Balio, terutama pada malam hari.

Sebagian mahasiswa IPB yang melintasi kawasan Bara-Balio pada malam hari mengaku merasa waswas ketika melihat sosok pria berdiri di tepi jalan. Kegelisahan itu terutama dirasakan oleh mereka yang pulang larut, saat kondisi sekitar mulai lebih sepi dan perhatian terhadap situasi di sepanjang perjalanan meningkat. Bagi pengguna jalan, keberadaan seseorang yang tampak menunggu atau berdiri sendiri di lokasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan dan kebiasaannya, terlebih karena pemandangan serupa disebut berulang kali terlihat.

Rasa tidak nyaman itu tidak semata-mata muncul karena pria tersebut berdiri diam. Kebiasaan berada di titik yang sama secara berulang dipandang tidak lazim oleh sejumlah mahasiswa, apalagi lokasinya bukan trotoar atau area khusus bagi pejalan kaki. Posisi tersebut membuat sosok itu terlihat berada di dekat jalur kendaraan, sehingga kehadirannya mudah menarik perhatian pengendara maupun orang yang berjalan kaki. Dalam situasi malam dengan jarak pandang yang terbatas, sesuatu yang berada dekat badan jalan dapat membuat pengguna jalan lebih waspada ketika mendekat.

Kekhawatiran mahasiswa lebih berkaitan dengan kemungkinan adanya reaksi spontan saat melintas. Pengendara dapat terkejut apabila baru menyadari keberadaan pria itu ketika sudah berada di dekatnya, sementara pejalan kaki mungkin merasa terganggu atau tidak leluasa melewati area tersebut. Namun, kekhawatiran itu tidak serta-merta berarti telah terjadi kecelakaan atau gangguan lalu lintas. Sejauh yang menjadi perhatian mereka, persoalannya adalah rasa aman dan kenyamanan ketika harus melewati Bara-Balio pada malam hari. Karena itu, sebagian mahasiswa memilih lebih berhati-hati, memperhatikan kondisi jalan, serta menghindari berhenti terlalu lama di sekitar lokasi tersebut.

Hingga informasi yang tersedia, belum ada keterangan terverifikasi yang menunjukkan bahwa pria di tepi jalan Bara-Balio melakukan tindak kriminal atau mengancam keselamatan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Keberadaan sosok tersebut menjadi perhatian terutama karena dinilai tidak biasa oleh sejumlah mahasiswa yang melintas atau berada di sekitar lokasi. Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan dan rasa waswas, tetapi belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan adanya pelanggaran atau bahaya tertentu.

Belum terdapat pula informasi yang memastikan apakah pria tersebut mengganggu arus lalu lintas, membahayakan pengendara, atau melakukan tindakan yang meresahkan pengguna jalan. Demikian halnya dengan dugaan bahwa ia membutuhkan bantuan, sedang menunggu seseorang, atau memiliki alasan tertentu untuk berada di lokasi tersebut. Tanpa keterangan langsung dari pihak terkait, maksud dan kondisi pria itu belum dapat dipastikan. Karena itu, setiap informasi mengenai peristiwa tersebut perlu disampaikan secara hati-hati dan tidak didasarkan pada asumsi.

Kekhawatiran mahasiswa tetap dapat dipahami, terutama apabila keberadaan seseorang yang tidak dikenal terlihat berulang atau berada di titik yang ramai dilalui. Namun, perhatian terhadap situasi tersebut sebaiknya tidak berkembang menjadi pelabelan maupun tuduhan tanpa bukti. Pihak yang memiliki informasi langsung mengenai lokasi atau kejadian dapat menyampaikannya kepada pengelola kawasan, aparat setempat, atau layanan terkait agar situasi dapat diperiksa secara proporsional. Selama belum ada fakta tambahan yang dapat diverifikasi, informasi mengenai pria tersebut terbatas pada keberadaannya yang dianggap tidak biasa dan menimbulkan pertanyaan, bukan bukti adanya ancaman atau tindak kriminal.