Jakarta | PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif yang terafiliasi dengan pengusaha T.P. Rachmat, mengumumkan perubahan kepemilikan saham melalui keterbukaan informasi. Pengumuman tersebut memuat transaksi saham yang dilakukan oleh Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, yang menjabat sebagai komisaris perseroan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Noel tercatat menjual total 143.300 saham DRMA. Pelepasan saham itu dilakukan dalam empat transaksi. Dengan demikian, perubahan yang dilaporkan berkaitan dengan berkurangnya jumlah saham perseroan yang dimiliki oleh salah satu anggota dewan komisaris.
Saham yang menjadi objek transaksi tersebut merupakan kepemilikan langsung Noel Aelyo Laras Kusuma Negara di Dharma Polimetal. Artinya, saham itu tercatat sebagai milik pribadi yang bersangkutan, bukan kepemilikan tidak langsung melalui pihak lain atau entitas tertentu. Keterbukaan informasi ini memberikan pembaruan mengenai posisi kepemilikan saham komisaris di dalam perseroan.
Tujuan dari transaksi tersebut adalah divestasi. Informasi mengenai penjualan saham dan tujuan transaksinya disampaikan sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi perusahaan terbuka. Pengumuman ini menjadi catatan terbaru mengenai perubahan kepemilikan saham di DRMA, khususnya terkait kepemilikan langsung oleh Noel.
Dalam konteks tata kelola pasar modal, laporan semacam ini memungkinkan investor memperoleh informasi mengenai transaksi saham yang dilakukan oleh pihak internal perseroan. Data tersebut mencakup identitas pihak yang melakukan transaksi, jabatannya sebagai komisaris, jumlah saham yang dilepas, pelaksanaan dalam empat transaksi, serta tujuan divestasi. Tidak terdapat informasi lain mengenai alasan di balik transaksi tersebut dalam pengumuman yang disampaikan.
Penjualan saham oleh Noel, Komisaris Dharma Polimetal, berlangsung dalam empat transaksi yang tercatat pada dua tanggal berbeda. Rangkaian transaksi tersebut perlu dibedakan berdasarkan tanggal, jumlah saham, dan harga per saham agar setiap informasi tersaji secara jelas. Secara keseluruhan, saham yang dilepas mencapai 143.300 saham DRMA.
Transaksi pertama berlangsung pada 2 Oktober. Pada tanggal tersebut, Noel menjual 10.000 saham DRMA dengan harga Rp940 per saham. Penjualan ini merupakan transaksi tersendiri dan tidak digabungkan dengan transaksi lain pada tanggal yang sama, karena jumlah maupun harga sahamnya berbeda.
Masih pada 2 Oktober, Noel kembali melakukan penjualan saham DRMA sebanyak 33.300 saham. Transaksi kedua ini dilakukan dengan harga Rp935 per saham. Dengan demikian, pada 2 Oktober terdapat dua transaksi terpisah, yaitu penjualan 10.000 saham pada harga Rp940 per saham dan penjualan 33.300 saham pada harga Rp935 per saham.
Rangkaian berikutnya berlangsung pada 5 Oktober. Dalam transaksi ketiga, Noel melepas 88.600 saham DRMA dengan harga Rp930 per saham. Jumlah tersebut menjadi penjualan terbesar dalam keseluruhan rangkaian transaksi yang dilaporkan, tetapi tetap dicatat sebagai satu transaksi tersendiri sesuai tanggal dan harga yang berlaku.
Pada tanggal yang sama, Noel melakukan transaksi keempat dengan menjual 11.400 saham DRMA seharga Rp935 per saham. Transaksi pada 5 Oktober, sama seperti transaksi pada 2 Oktober, terdiri atas dua penjualan yang memiliki rincian berbeda. Jika seluruh transaksi disusun secara berurutan, Noel menjual 10.000 saham pada harga Rp940 dan 33.300 saham pada harga Rp935 pada 2 Oktober, kemudian 88.600 saham pada harga Rp930 dan 11.400 saham pada harga Rp935 pada 5 Oktober. Keempat transaksi tersebut membentuk total penjualan sebanyak 143.300 saham DRMA.
Setelah menyelesaikan penjualan dalam empat transaksi, Noel masih tercatat sebagai pemegang saham Dharma Polimetal. Data kepemilikan menunjukkan adanya perubahan jumlah saham yang dimilikinya sebelum dan sesudah seluruh transaksi tersebut dilakukan. Perubahan ini mencerminkan pengurangan sebagian kepemilikan, sementara sebagian besar saham tetap berada dalam penguasaannya.
Sebelum penjualan, Noel memiliki 84.525.000 unit saham Dharma Polimetal. Jumlah tersebut setara dengan 0,80% dari total saham perusahaan. Posisi ini menjadi dasar perbandingan untuk melihat dampak transaksi terhadap kepemilikan sahamnya, sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi perusahaan.
Setelah seluruh transaksi penjualan terlaksana, kepemilikan Noel berkurang menjadi 84.381.700 unit saham. Dengan jumlah tersebut, persentase kepemilikannya tercatat sebesar 0,79%. Artinya, terdapat pengurangan sebanyak 143.300 unit saham dibandingkan dengan posisi sebelum transaksi, sedangkan persentase kepemilikan turun 0,01 poin persentase, dari 0,80% menjadi 0,79%.
Perbandingan kepemilikan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut: sebelum transaksi, Noel memiliki 84.525.000 saham atau 0,80%; setelah transaksi, ia memiliki 84.381.700 saham atau 0,79%. Dengan demikian, Noel tetap memiliki saham Dharma Polimetal setelah divestasi sebagian tersebut. Informasi yang disampaikan perusahaan menyebutkan transaksi itu dilakukan untuk tujuan divestasi, tanpa keterangan tambahan mengenai alasan lain di balik perubahan kepemilikan.
Selain transaksi penjualan saham oleh komisaris, Dharma Polimetal Tbk (DRMA) sebelumnya telah menyampaikan rencana aksi korporasi berupa akuisisi saham PT Mah Sing Indonesia (MSI). Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, DRMA telah menyelesaikan pengambilalihan 82% saham MSI dengan nilai transaksi sebesar Rp41 miliar. Rencana tersebut telah diumumkan sebelumnya, meskipun pada saat penyampaian awal nilai akuisisinya belum diungkapkan kepada publik.
Akuisisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya DRMA untuk mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha. Langkah ini ditempuh melalui penambahan portofolio produk komponen plastik yang digunakan untuk kendaraan roda empat. Dengan demikian, informasi mengenai transaksi tersebut berkaitan dengan pengembangan lini usaha komponen otomotif, khususnya produk berbahan plastik untuk kendaraan roda empat.
PT Mah Sing Indonesia merupakan anak perusahaan Mah Sing Group Berhad, kelompok usaha yang berasal dari Malaysia. Grup tersebut memiliki portofolio kegiatan di sejumlah sektor, termasuk properti, industri plastik, dan manufaktur. Dalam keterbukaan informasinya, DRMA menyampaikan penyelesaian akuisisi tersebut sebagai bagian dari langkah korporasi yang telah direncanakan dan diumumkan sebelumnya. Nilai transaksi sebesar Rp41 miliar kini melengkapi informasi mengenai pengambilalihan 82% saham PT Mah Sing Indonesia.







