Kabupaten Sidoarjo | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny yang berlokasi di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Proyek ini dilakukan setelah gedung pesantren tiga lantai ambruk pada September 2025. Kerusakan tersebut membuat pembangunan ulang diperlukan agar lingkungan pendidikan dan aktivitas para santri dapat didukung oleh fasilitas yang lebih memadai. Pemerintah juga menargetkan pekerjaan pembangunan selesai pada Desember 2026.
Pembangunan kembali mencakup penyediaan gedung yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar, beribadah, dan berbagai aktivitas pesantren lainnya. Perencanaan fasilitas perlu memperhatikan fungsi ruang serta aspek keselamatan, sehingga bangunan dapat menunjang kegiatan sehari-hari para santri dan tenaga pendidik. Dengan fasilitas yang layak, proses pemulihan pesantren diharapkan berjalan seiring dengan keberlanjutan pembelajaran. Keberadaan sarana pendidikan yang memadai menjadi bagian penting dari dukungan terhadap pendidikan berbasis pesantren.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa fasilitas pendidikan yang memadai berperan penting dalam mendukung pembelajaran dan pembentukan sumber daya manusia. Kualitas lingkungan belajar, menurut pandangan tersebut, berkaitan dengan kesempatan peserta didik untuk mengikuti kegiatan pendidikan secara lebih baik. Karena itu, pembangunan kembali Al-Khoziny tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan setelah ambruk, tetapi juga pada tersedianya sarana yang mendukung aktivitas pendidikan dan pengembangan santri.
Keberlanjutan pembangunan menjadi perhatian karena pesantren memiliki fungsi pendidikan sekaligus membina kehidupan keagamaan dan sosial para santri. Gedung yang aman dan sesuai kebutuhan dapat membantu pengelola menjalankan kegiatan secara lebih teratur. Pekerjaan yang berlangsung di Sidoarjo ini diharapkan menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang, sekaligus mendukung aktivitas belajar setelah pembangunan rampung. Target penyelesaian pada Desember 2026 menjadi acuan bagi pelaksanaan proyek dan pemulihan kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Khoziny.
Kompleks Pondok Pesantren Al-Khoziny dirancang untuk menghubungkan kebutuhan hunian, pendidikan, dan pembinaan spiritual dalam satu lingkungan yang terpadu. Fasilitas utama yang dibangun mencakup gedung asrama santri dan ruang pendidikan setinggi lima lantai, serta masjid empat lantai. Penataan tersebut memungkinkan kegiatan harian berlangsung berdekatan, mulai dari tempat tinggal dan belajar hingga ibadah berjemaah. Dengan fungsi yang saling mendukung, kawasan pesantren diharapkan dapat menunjang aktivitas santri dan ustaz secara lebih teratur, sekaligus membentuk suasana yang kondusif bagi kehidupan pendidikan keagamaan.
Gedung pesantren dirancang menampung hingga 929 orang, yang mencakup santri pada jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah, serta para ustaz. Kapasitas itu menjadi bagian penting dari perencanaan hunian dan kegiatan pesantren, karena kebutuhan penghuni mencakup ruang tinggal sekaligus sarana untuk menjalankan rutinitas pembelajaran dan pembinaan. Kehadiran asrama di dalam kompleks juga mendukung interaksi santri dan pengajar dalam keseharian. Pengelolaan ruang yang terintegrasi dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung kedisiplinan, kebersamaan, serta kesinambungan proses pendidikan sesuai jenjang masing-masing.
Di samping asrama, ruang belajar disiapkan dengan kapasitas total 792 orang. Ruang pendidikan ini akan mendukung kegiatan belajar mengajar bagi para santri, sedangkan masjid menjadi pusat pelaksanaan ibadah dan pembinaan spiritual. Masjid empat lantai dirancang sebagai bagian dari fasilitas utama, sehingga kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan formal dan kehidupan di asrama. Secara keseluruhan, susunan fasilitas tersebut menggambarkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya menyediakan bangunan, tetapi juga memperhatikan hubungan antarkegiatan dalam pesantren. Dengan hunian, ruang kelas, dan tempat ibadah berada dalam satu kompleks, santri diharapkan dapat menjalani kegiatan pendidikan dan pembinaan secara terpadu, dengan dukungan fasilitas yang sesuai kebutuhan komunitas pesantren.
Masjid di lingkungan Pondok Pesantren Al-Khoziny dirancang sebagai ruang ibadah berkapasitas besar sekaligus pusat kegiatan keagamaan warga pesantren. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, Gusti Agung Ari Wibowo, menjelaskan bahwa bangunan tersebut memiliki empat lantai dan dapat menampung total 1.160 jamaah. Rancangan kapasitas ini memperhitungkan penggunaan ruang pada setiap lantai, sehingga area masjid dapat dimanfaatkan secara terencana ketika kegiatan ibadah berlangsung. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan pesantren yang juga mencakup prasarana pendukung lainnya.
Rinciannya, lantai pertama dirancang untuk menampung 302 jamaah. Sementara itu, lantai kedua, ketiga, dan keempat masing-masing memiliki kapasitas 286 jamaah. Jika dijumlahkan, seluruh lantai menyediakan ruang bagi 1.160 orang dalam satu waktu. Pembagian kapasitas itu menunjukkan bagaimana fungsi masjid dirancang untuk melayani kebutuhan jamaah di berbagai tingkat bangunan. Menurut Ari, daya tampung tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan ibadah serta pembinaan keagamaan warga pesantren. Dengan ruang yang memadai, kegiatan bersama dapat berlangsung lebih tertata, baik untuk beribadah maupun untuk aktivitas pembinaan yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.
Selain kapasitas ruang, rancangan teknis masjid mencakup sejumlah komponen yang berperan dalam keandalan bangunan. Perencanaan dimulai dari bagian fondasi, termasuk tiang pancang dan pile cap, kemudian berlanjut ke struktur atas. Desain juga meliputi aspek arsitektur serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan. Cakupan tersebut menjadi dasar untuk mengintegrasikan kebutuhan struktur, fungsi ruang, dan layanan bangunan dalam satu rancangan. Fondasi dan struktur direncanakan sebagai elemen penopang, sedangkan sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan mendukung operasional fasilitas. Dengan perencanaan teknis yang mencakup unsur-unsur tersebut, masjid diharapkan dapat berfungsi sesuai kapasitas dan kebutuhan penggunanya setelah pembangunan selesai.
Pembangunan Ponpes Al-Khoziny dilaksanakan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi dan dimulai pada Desember 2025. Berdasarkan progres yang dilaporkan, pekerjaan telah mencapai 98,77 persen. Capaian tersebut mencakup rangkaian kegiatan konstruksi, mulai dari penyiapan lahan hingga tahap pemeriksaan akhir. Setiap tahapan dikerjakan secara berurutan agar unsur bangunan dan fasilitas pendukung dapat terpasang sesuai perencanaan serta memenuhi persyaratan teknis yang berlaku.
Pekerjaan awal meliputi penyiapan lahan dan pemasangan tiang pancang sebagai bagian dari sistem fondasi. Setelah itu, dilakukan pengecoran fondasi dan pile cap untuk menopang struktur bangunan. Tahap berikutnya adalah pembangunan struktur atas, yang membentuk kerangka utama gedung, disusul pekerjaan arsitektur untuk menyelesaikan bagian ruang dan tampilan bangunan. Lingkup konstruksi juga mencakup pemasangan sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan. Seluruh komponen tersebut diperlukan agar bangunan dapat berfungsi secara terpadu, termasuk dalam mendukung kebutuhan operasional pondok pesantren.
Setelah pekerjaan fisik dan pemasangan sistem selesai, pelaksana melakukan pengujian serta commissioning. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memastikan instalasi dan komponen bangunan beroperasi sebagaimana mestinya. Tahap akhir tersebut juga membantu menilai kesesuaian hasil pekerjaan terhadap persyaratan teknis dan memastikan kelayakan fasilitas sebelum digunakan. Dengan demikian, penyelesaian proyek tidak hanya bergantung pada rampungnya konstruksi, tetapi juga pada hasil verifikasi fungsi dan kesiapan bangunan.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan selesai pada Desember 2026. Target itu menjadi acuan penyelesaian, termasuk penuntasan pekerjaan tersisa dan pemeriksaan akhir sebelum fasilitas dimanfaatkan. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, bangunan diharapkan dapat digunakan sesuai peruntukannya. Capaian progres 98,77 persen menunjukkan pekerjaan telah mendekati tahap akhir, sementara pengujian dan commissioning tetap menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan, fungsi, serta kesiapan fasilitas bagi kegiatan pondok pesantren.
Baca juga: Penghargaan PPD 2026 untuk Mendorong Sinergi Pembangunan Pusat dan Daerah | Pembangunan Pabrik Cat Bintang Chemical di Cikande: Langkah Strategis untuk Memenuhi Permintaan Pasar | Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes
35 kunjungan




