Surabaya | Brigjen Pol. Aries Syahbudin ditunjuk sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri yang baru. Penunjukan tersebut menjadikannya pengganti Irjen Pol. Wibowo dalam posisi yang memiliki peran penting di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pergantian pimpinan Korps Lalu Lintas Polri itu tercantum dalam rangkaian mutasi pejabat kepolisian pada Oktober 2026.
Keputusan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang tertanggal 10 Oktober 2026. Dokumen itu memuat perubahan penugasan sejumlah pejabat kepolisian, termasuk penempatan Aries Syahbudin sebagai Kakorlantas Polri. Dengan adanya keputusan ini, nama Aries dan rekam jejak kariernya menjadi perhatian, terutama karena ia dipercaya untuk memimpin Korps Lalu Lintas Polri.
Dalam mutasi yang sama, Irjen Pol. Wibowo memperoleh penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Penugasan tersebut menandai berakhirnya masa tugas Wibowo sebagai Kakorlantas Polri sekaligus membuka tahap baru dalam struktur kepemimpinan Korps Lalu Lintas. Sementara itu, pengangkatan Aries menempatkan dirinya sebagai pejabat yang kini menjadi sorotan dalam perubahan tersebut.
Peralihan jabatan ini menjadi dasar untuk melihat lebih jauh perjalanan karier Aries Syahbudin menuju posisi Kepala Korps Lalu Lintas Polri. Penunjukannya tidak hanya menyampaikan perubahan kepemimpinan, tetapi juga memperkenalkan sosok yang akan menjalankan tanggung jawab tersebut setelah mutasi Oktober 2026. Surat Telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026 menjadi rujukan utama atas pergantian Aries dan Wibowo dalam susunan penugasan terbaru Polri.
Dr. Aries Syahbudin, S.I.K., S.H., M.Hum. merupakan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menyandang pangkat brigadir jenderal polisi. Identitas tersebut mencerminkan perjalanan panjangnya dalam institusi kepolisian, baik melalui pendidikan kedinasan maupun pengalaman penugasan. Dalam menelusuri jejak kariernya, latar belakang Aries menjadi bagian penting untuk memahami proses yang membawanya ke berbagai jabatan strategis di lingkungan Polri.
Aries merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1994. Ia berada dalam satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, sebuah fakta yang menempatkan perjalanan pendidikannya dalam salah satu kelompok perwira yang kemudian memegang peran penting di tubuh Polri. Pendidikan kepolisian tersebut menjadi dasar bagi Aries untuk menjalankan tugas sebagai perwira, sekaligus membentuk pengalaman profesional yang berkembang melalui berbagai penugasan.
Di luar pendidikan kepolisian, Aries juga memiliki latar akademik di bidang hukum dan ilmu kepolisian. Gelar S.I.K., S.H., dan M.Hum. yang disandangnya menunjukkan perpaduan kompetensi kepolisian, pemahaman hukum, serta penguasaan kajian akademik. Ia juga menyandang gelar doktor, yang memperkuat profilnya sebagai perwira dengan landasan keilmuan dan pengalaman institusional. Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bekal dalam menghadapi tuntutan tugas yang memerlukan kemampuan analitis, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap penegakan hukum.
Perjalanan karier Aries turut mencakup penugasan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Pengalaman di tingkat kewilayahan itu memberikan pemahaman langsung mengenai pelaksanaan tugas kepolisian dan pengelolaan organisasi di lapangan. Setelah melalui berbagai tahapan penugasan, ia kemudian dipercaya menduduki posisi strategis di Korlantas Polri. Perpaduan pendidikan, pengalaman di wilayah, dan rekam pengabdian tersebut menjadi landasan penting dalam perkembangan kariernya sebagai perwira tinggi Polri.
Perjalanan karier Aries Syahbudin memperlihatkan perpindahan tugas yang bertahap, dari kepemimpinan di satuan kewilayahan hingga tanggung jawab strategis di lingkungan Korlantas Polri. Sebelum memasuki rangkaian penugasan berikutnya, ia dipercaya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Posisi tersebut menempatkannya pada wilayah dengan aktivitas pelabuhan yang padat, sekaligus menuntut pengelolaan keamanan dan pelayanan kepolisian secara cermat.
Pada Januari 2015, Aries dipindahkan dari jabatan tersebut untuk mengemban tugas sebagai Kapolres Lumajang. Ia menggantikan AKBP Singgamata yang sebelumnya memimpin kepolisian resor itu. Penugasan di Lumajang menjadi bagian penting dalam pengalamannya di tingkat kewilayahan karena menuntut kemampuan menjaga keamanan daerah, membangun koordinasi lintas instansi, serta merespons dinamika masyarakat secara langsung.
Setelah menjalankan tugas di wilayah, Aries melanjutkan pengabdiannya di Korlantas Polri sebagai Kasubdit Audit dan Inspeksi Ditkamsel Korlantas Polri. Dalam jabatan ini, perannya berkaitan dengan pelaksanaan audit dan inspeksi terhadap aspek keamanan serta keselamatan lalu lintas. Tanggung jawab tersebut memperluas pengalamannya dari pengelolaan kamtibmas di tingkat polres menuju pengawasan teknis dan evaluasi kebijakan keselamatan berlalu lintas.
Kariernya di lingkungan Korlantas kemudian berlanjut ketika Aries mulai mengemban jabatan Kabagops Korlantas Polri pada Oktober 2024. Ia menggantikan Brigjen Pol. Eddy Djunaedi. Sebagai Kabagops, Aries berperan dalam mendukung perencanaan, koordinasi, dan pengendalian operasional Korlantas, sehingga pengalaman lapangannya perlu dipadukan dengan kemampuan manajerial di tingkat pusat.
Pada 2026, ia berpindah ke posisi Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri. Sebelumnya, pada 6 Juli 2026, Aries secara resmi menyerahkan jabatan Kabagops kepada Kombes Pol. Turmudi dalam upacara yang dipimpin Irjen Pol. Wibowo. Sekitar tiga bulan setelah serah terima tersebut, Aries ditunjuk menggantikan Wibowo sebagai Kakorlantas. Rangkaian penugasan itu menunjukkan perkembangan karier yang konsisten, dari pengalaman operasional di wilayah menuju peran strategis dalam pengelolaan lalu lintas nasional.
Pengalaman Aries Syahbudin di lingkungan Korlantas Polri mencakup pengelolaan berbagai operasi lalu lintas berskala nasional, termasuk Operasi Ketupat dan Operasi Zebra. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, ia berperan mengoordinasikan pemantauan situasi jalan, kesiapan personel, serta evaluasi kebijakan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Pengalaman operasional ini menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis di Korlantas.
Saat menjabat Kabagops Korlantas, Aries terlibat dalam evaluasi pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dalam pembahasan bersama Komisi V DPR RI pada April 2026, ia menyoroti perlunya menilai kembali efektivitas rekayasa lalu lintas, seperti penerapan sistem one way dan contraflow. Evaluasi tersebut juga mencakup kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan, penanganan titik rawan kecelakaan, serta pengelolaan kepadatan kendaraan pada periode puncak mudik. Menurutnya, pengamanan arus kendaraan memerlukan perencanaan berbasis kondisi lapangan dan koordinasi antarlembaga.
Perhatian Aries juga tertuju pada pemanfaatan teknologi dalam penegakan hukum. Ketika mengevaluasi Operasi Zebra 2025, ia menyampaikan bahwa penggunaan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) meningkat dibandingkan tilang manual. Perkembangan ini menunjukkan upaya Korlantas memperkuat penindakan yang terdokumentasi dan mengurangi ketergantungan pada proses manual. Selain pelanggaran umum, teknologi tersebut dipandang berpotensi mendukung penertiban kendaraan over dimension over loading (ODOL).
Dalam kegiatan Korlantas pada Mei 2026, Aries menekankan pentingnya pemanfaatan ETLE serta kerja sama lintas sektor untuk menangani kendaraan ODOL. Pendekatan tersebut diperlukan karena persoalan ODOL berkaitan dengan keselamatan, kerusakan infrastruktur, dan pengawasan angkutan barang. Pada 5 Oktober 2026, beberapa hari sebelum ditunjuk sebagai Kakorlantas, Aries masih tercatat sebagai Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri. Ia juga memimpin apel sekaligus menyosialisasikan tagline baru Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”.






